Zuhra

Zuhra
Eps 5


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain, Rafael dan Rifki baru saja sampai di rumah Rafael.


"Eh ari si aden teh udah pulang, eh ada den Rifki juga!" ucap bi Ida selaku asisten rumah tangga dirumah Rafael.


"Oya bi, mama mana?"


"Eta si ibu teh lagi nonton tv di ruang keluarga den"


"Yaudah Rafa ke dalem ya bi, yuk Ki"ucapnya mengajak Rifki masuk.


Sesampai nya mereka di ruang keluarga, mereka


langsung disambut hangat oleh mama Linda, mama Rafael.


"Assalamualaikum ma" ucap Rafael sambil mencium punggung tangan sang mama.


"Assalamualaikum tante" lanjut Rifki yang juga mencium punggung tangan tante nya itu.


"Waalaikum salam, tumben pulang nya agak sore gini ?"


"Iya nih tan, biasalah ada yang lagi ber bunga bunga hatinya, apa lagi udah dapet nomor telpon nya lagi hahaha" jawab Rifki sambil tertawa, dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rafael.


"Eh maksudnya apa nih ki?" tanya mama Linda bingung.


"Udah lah ma, gak ada apa apa kok, itu paling si Rifki ngawur, yaudah kalo gitu Rafael pamit ke atas dulu ya, mau bersih bersih?" Rafael langsung pergi tanpa menunggu jawaban sang mama.


"Iya tan, si Rafa lagi kesengsem sama cewek" jawab Rifki melanjutkan obrolan.


"Yang bener Rif? selama ini kan dia nggak pernah suka apa lagi deket sama cewek"


"Lah wong cewek nya cakep, baik, sopan juga keliatan nya" ucap Rifki.


Mereka terus mengobrol mengenai Rafael yang sedang kasmaran.


#

__ADS_1


Kamar Rafael.


Setelah membersihkan diri dan sholat maghrib, Rafael merebahkan dirinya di kasur king sizenya itu.


namun ia teringat mahasiswi yang tadi pagi, tidak sengaja menabraknya, itu adalah Zuhra.


"O iya gue kan udah minta nomer telpon nya Zuhra, gue chat aja kali ya!" seru Rafael.


Rafael:


Assalamualaikum Ra?'


Zuhra:


Waalaikum salam, maaf ini siapa?'


Rafael:


Ini gue Rafael, lagi apa?


Zuhra:


Rafael:


Wah udah cantik, baik,rajin lagi, (read)


Namun Zuhra, hanya membaca pesan nya saja.


"Eghhh...! kenapa gue mesti chat gitu si ke Zuhra!" batin Rafael menggerutu. Jari tangannya itu serasa bergerak sendiri untuk mengetik perkataan itu.


#



Rumah Zuhra

__ADS_1


Zuhra yang mendapat pujian dari Rafael, hanya mampu mengulum senyum, tak lupa juga disertai rona merah di kedua wajah putih nya.


"Zuhra, kamu kenapa nak? kok wajah kamu merah, kamu sakit ya?" cemas bunda May.


Sedangkan ayah Abrisyam yang mendengar Zuhra sakit langsung menghampiri mereka.


"Ada apa bun, Zuhra sakit ?"cemas ayah Abrisyam.


"Enggak kok, ayah sama bunda, gak usah khawatir Zuhra nggak papa kok" ucap Zuhra sambil tersenyum manis.


"Oh syukur deh, tadi bunda kira kamu sakit"


"Ya sudah yuk sudah mau memasuki waktu isya, mending kita wudhu dan sholat berjama'ah, nanti sehabis sholat baru makan malam" ajak ayah Abrisyam kepada anak dan istrinya itu.


Ya di rumah Zuhra, memang tidak ada art (asisten rumah tangga), hanya ada satu satpam yaitu pak Jojo. itu memang yang di harapkan oleh bunda May, dia yang meminta agar di rumahnya tidak diberi art, karena dia ingin mengurus rumah sendiri, menjadi ibu rumah tangga.


.


.


Setelah melaksanakan sholat dan makan malam,


kini keluarga kecil itu sedang berbincang bincang hangat di ruang keluarga.


"Zuhra, gimana kuliahnya nak?" tanya ayah.


"Alhamdulillah lancar kok yah, dan Citra juga kuliah di kampus yang sama seperti Zuhra, jadi Zuhra ada temen". jawab Zuhra sambil tersenyum manis.


"Oh jadi Citra juga kuliah di sana!, syukur deh kalau gitu" lega ayah Abrisyam.


"Iya ayah"


"Hmm yah, bun, kalau gitu Zuhra pamit ke atas dulu yah, mau belajar dan istirahat". lanjut nya, karena memang dia merasa lelah, jadi dia memutuskan untuk ke kamarnya saja, belajar sebentar dan setelah itu tidur.


.

__ADS_1


__ADS_2