
^Bahagia itu saat kita mampu mensyukuri apa yang telah kita punya^
.
Sesampai nya rafael dan kedua orang tua nya di rumah, mereka langsung masuk ke dalam rumah, mama dan papa rafael langsung masuk ke kamar nya dan tertidur.
Namun tidak dengan rafael, dia duduk di meja belajar nya sambil tersenyum sendiri.
"Gue chat zuhra aja deh, sekedar ngucapin selamat malam nggak papa lah ya."
Dia pun memutuskan untuk me nge-chat zuhra.
Rafael
Night ra, semoga mimpi indah, jangan lupa baca doa
Sudah beberapa menit dia menunggu, namun tidak ada tanda tanda zuhra membalas pesan nya.
"Mungkin dia udah tidur, yaudah lah" ucap rafael berbaring di kasur nya dan tidur.
Ke esokan hari nya
Zuhra bangun pagi untuk melaksanakan sholat dan mengaji, setelah itu dia lanjutkan dengan bersih bersih rumah seperti menyapu, mengepel, dan lain nya, dia melakukan semua itu sendiri.
Setelah di rasa semua nya bersih, dia pun duduk bersantai di halaman samping rumah, di sana terdapat sebuah ayunan yang terbuat dari kayu.
Dia duduk di sana sambil mengecek hand pone nya, pasal nya, dari semalam dia belum sempat membuka hand pone nya itu.
"Eh ini kak rafa tadi malem chat aku ya, aku bales aja deh"
Zuhra
Pagi kak, maaf baru jawab, soal nya dari semalem aku nggak ngecek hp
beberapa menit kemudian.
Rafael
pagi ra, iya gak papa kok, btw kamu hari ini ada mata kuliah gak?
Zuhra
ada kak, tapi siang, sekitar pukul 08
Rafael
__ADS_1
Gimana kalo aku jemput, sekalian aku mau ngumpulin makalah ku ke dosen
Zuhra
boleh deh
Rafael
oke see you
Percakapan lewat chat pun selesai.
.
Zuhra melangkahkan kaki nya menuju ke dalam rumah untuk mandi dan bersiap-siap, dia memakai setelan gamis berwarna ungu muda, lengkap dengan sepatu sneakers dan tas kuliah nya.
Setelah siap dia turun ke arah dapur untuk membuat sarapan.
Di sana dia membuat empat sandwich ber isi sayur dan telur.
Namun dia hendak memasukan sandwich itu ke dalam mulut, dia mendengar bel rumah berbunyi, dia pun menaruh kembali shandwich itu.
Setelah pintu di buka, terlihat lah punggung seseorang yang berdiri membelakangi pintu.
"Assalamualaikum zuhra, udah siap?" ucap rafael
"Waalaikum salam kak, bentar ya, zuhra ambil tas dulu" ucap zuhra meninggal kan rafael yang berdiri di depan pintu.
Zuhra mengambil tas nya yang dia taruh di meja makan, tak lupa juga dia membawa shandwich yang belum sempat dia makan ke dalam kotak bekal.
"Yuk kak" ucap zuhra.
"Oke"
Mereka masuk ke dalam mobil rafael, dengan rafael yang mengemudi dan zuhra yang duduk di sebelah nya, rafael pun langsung melajukan mobil nya menuju ke arah kampus.
Di dalam mobil.
"Zuhra" panggil rafael.
"ya?"
"Kamu punya toko lampu ya?" tanya rafael
"toko lampu?" zuhra merasa bingung
__ADS_1
"Iya, karena kehadiran mu menerangi hidupku"
jawab rafael
"eh, kak rafa lagi gombal ya?" batin zuhra tak berani menengok ke arah rafael karena sudah bisa di pastikan sekarang wajah nya sudah memerah seperti tomat.
Sesampai nya mereka di kampus, rafael turun duluan dari mobil untuk membuka kan pintu untuk zuhra.
"Yaudah kak, makasih ya, kalo gitu aku pamit ke kelas dulu" ucap zuhra
"Oke"
#
Selesai mata kuliah selesai zuhra dan citra langsung menuju ke kantin.
"Ra kamu mau pesen apa?" tanya citra
"Aku pesen jus alpukat aja deh"
"lho makanan nya nggak?
"nggak tadi pagi aku bikin shandwich dan belum sempet aku makan, jadi aku bawa aja deh, dan kebetulan aku juga bikin empat, kamu mau nggak? sayang kan kalo nanti nggak abis"jawab zuhra
"oh gitu, yaudah deh, kalo gitu aku juga pesen
jus aja deh" ucap citra sambil berjalan menuju bu kantin untuk memesan jus.
Zuhra dan citra sedang menikmati shandwich buatan zuhra itu.
"Boleh duduk sini nggak?"
Zuhra dan citra mendongak, melihat ternyata yang datang adalah rafael dan rifki.
"Boleh" jawab zuhra.
"Enak ya ra, shandwich nya" ucap citra.
"Keliatan nya enak tuh" ucap rifki
"eh Kak rifki mau? itu masih ada dua" ucap zuhra menyodorkan kotak bekal ber isi shandwich itu.
Bukan nya menerima, rifki malah memperhatikan jari tangan zuhra, yang terdapat sebuah cincin, pemberian rafael waktu acara lamaran kemarin malam.
"Lho itu kan cincin yang gue liat waktu itu, eh iya itu cincin yang di pegang rafael, kenapa ada di zuhra ya, apa jangan jangan! ah entahlah, ntar gue tanya si rafa aja" batin rifki
__ADS_1