Zuhra

Zuhra
Eps 16


__ADS_3

Rafael langsung menyalin rekaman Cctv itu pada Handponenya, untuk dia gunakan sebagai barang bukti, dia tidak berniat untuk memberi tahu Zuhra tentang rekaman Cctv itu, karna dia takut Zuhra akan syok nantinya.


Rafael dan Rifki keluar dari ruang Cctv itu, dia mengajak Rifki dan beberapa orang yang membantu mereka dalam penyelidikan ini ke sebuah tempat, dia akan melanjutkan penyelidikan ini ke esokan hari nya saja, karena hari sudah mulai gelap.


.


Sedangkan di sisi lain di sebuah tempat mewah namun dengan pencahayaan yang redup, seseorang nampak sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius.


"Lapor bos, perusahaan Abri corp belakangan ini yang mengelola adalah sekertaris dari Abrisyam, dan tadi siang putri dari Abrisyam datang ke perusahaan untuk memperkenalkan diri dan menggantikan Abrisyam yang sudah mati , dan belakangan ini perusahaan nya kembali setabil bos" ucap seseorang ber pawakan tinggi.


"Hmm ternyata si Abrisyam mempunyai seorang putri, ha ha ha seperti apa rupa putri nya, apa kau tahu ?! " ucap seorang laki laki paruh baya.


"Ini bos " ucap orang itu memperlihatkan sebuah foto kepada orang yang dipanggil bos itu.


"Cantik sekali,dia seperti maya(Alm bunda zuhra) hah tidak apa, yang penting aku sudah berhasil membunuh si bedebah itu ha ha ha." ucap laki laki paruh baya.


#


Setelah melaksanakan sholat, kini Zuhra sedang ada di kamar nya di temani dengan Citra.


"Gimana Ra, hari pertama ngantor " tanya Citra


"Alhamdulillah lancar Cit " jawab Cuhra tanpa menengok ke arah citra, karena dia sedang fokus kepada buku yang sedang dia baca.


"Oh gitu, eh jam berapa sih, sekarang

__ADS_1


" ucap citra sambil melihat jarum jam dinding yang menunjukan pukul 20:40


"Woah baru jam delapan lebih 40 menit, eh ya r


Ra, terus besok kamu ke kantor lagi ?" lanjut nya.


"Iya cit, mulai besok dan seterusnya aku yang gantiin Alm ayah di kantor, maka nya aku harus pinter-pinter bagi waktu untuk kuliah dan ngantor" jawab zuhra pelan


Dia harus memperjuangkan perusahaan itu agar tetap bertahan, karena perusahaan itu adalah hasil kerja keras Alm ayah nya selama ini yang dia rintis sendiri, dan akhirnya berhasil.


"Hem yang sabar ya Ra, kamu harus kuat, semangat ada aku di sini yang bakal terus ngedukung kamu, dan lagi pula kamu kan juga udah mau punya bebeb kan, ha ha ha? ucap Citra sambil memeluk Zuhra cekikikan.


Sontak Zuhra langsung melepas pelukan itu karena dia merasa janggal dengan ucapan c


Citra.


"Udah nanti juga kamu tahu " jawab Citra


zuhra hanya mengedikkan bahunya.


"Em ra, besok kita ada mata pelajaran sore kan " tanya Citra


"Iya besok kita ada kelas sore, maka dari itu besok aku akan pergi ke kantor di pagi hari" ucap Zuhra


"Oh gitu ya bu ?" ucap Citra

__ADS_1


"Apaan si cit, kok manggil nya ibu ?" heran Zuhra


" ya kan kamu udah jadi orang kantoran jadi kamu bakal di panggil bu Zuhra, ha ha"


"ihs kamu mah, oh ya gimana kabar tante?" tanya zuhra


"Mama baik kok Ra. Eh aku tidur duluan nggak papa kan? ucap Citra sambil menguap.


"Oh ya nggak apa apa kok".


Setelah Citra tertidur, Zuhra pergi ke ruang keluarga, dia duduk di sana sendirian, dia membayangkan dulu di ruang keluarga itu rame, di isi canda tawa ketika ayah dan bunda dan dia sedang berkumpul, dia hanya bisa mengenang itu semua, dia menangis sesenggukan di sana.


Sebenarnya selama ini Zuhra sangat rapuh, namun dia berusaha kuat di depan semua orang, dia rasa dia harus menyimpan ke sedihan itu sendiri, dan dia hanya akan berbagi kesedihannya itu kepada allah di setiap sujud nya.


"Momen terindah bisa berkumpul dan bercanda tawa dengan ayah dan bunda, namun saat ini aku hanya bisa bertemu ayah bunda lewat mimpi dan do'a Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku dan tempatkan mereka di antara kasih-Mu " batin Zuhra .


.


Kehilangan orang tua menjadi momen paling berat bagi setiap orang. Kehilangan orang yang paling dicintai terkadang membuat seseorang putus asa dalam hidup.


Untuk bisa melalui hari-hari tanpa kehadiran ayah dan bunda, bukan perkara mudah. Ada kesedihan yang hadir saat mengingat sosok ayah dan bunda.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2