Zuhra

Zuhra
Eps 27


__ADS_3

^Tidak lah mungkin bagi matahari mengejar bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang, karena masing masing sudah mempunyai batasan nya. Begitu pula dengan kehidupan. Hidup tidak akan berjalan mundur, melainkan maju mengikuti alur takdir yang sudah di tentukan.^



Zuhra berjongkok di depan makam kedua orang tua nya, dia juga membacakan do'a.


"Ayah, bunda, Zuhra sudah bermimpi dua kali tentang hal yang sama, apa maksud nya, dan apa yang harus Zuhra terima yah, bund, atau mungkin itu hanya suatu kebetulan?....Yasudah, kalau begitu Zuhra pamit "


Dia berdiri sambil mengusap butiran kristal bening yang entah sudah sejak kapan mengalir dari mata nya.


Dia melangkah kan kaki nya menuju ke motor matic nya.


Setelah sampai di tempat kuliah, dia langsung memarkirkan motor nya.


Dia memasuki ruang kelas, ternyata di sana sudah ada Citra yang sedang memainkan gadget nya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam, Ra lemes amat si, kenapa?tanya Citra


"Nggak papa"


.


.


Usaai kelas, Zuhra dan Citra langsung pulang.


Jika Citra pulang ke rumah nya, lain hal nya dengan Zuhra, dia langsung melajukan motor matic nya menuju kantor.


Sesampai nya di kantor, dia berjalan menuju lift dengan ruangan nya yang menjadi tujuan.


"Siang bu Zuhra" sapa seorang karyawan laki-laki, yang kebetulan lewat di depan lift.


"Siang" jawab zuhra tersenyum.


Sebenar nya dia agak risih dengan panggilan itu, namun ya sudah lah.


Di ruangan nya, Zuhra mengecek laporan-laporan keuangan, dia melihat tumpukan berkas yang harus di tanda tangani.


Jam makan siang pun tiba, dia menuju ke kantin kantor untuk mengisi perut nya yang lapar, ya

__ADS_1


Zuhra tidak membeda bedakan tempat, biasa nya kantin itu untuk para karyawan, dan bos akan makan di dalam ruangan dengan makanan yang sudah di pesan dari restoran.


Namun lain hal nya dengan Zuhra.


Setelah memesan makanan, dia duduk di meja paling depan untuk menunggu makanan datang.


Tiba-tiba ada yang menghampiri nya.


"Assalamualaikum, bu" ucap seorang perempuan berhijab.


"Waalaikum salam" jawab Zuhra ramah.


"Boleh nggak bu, aku duduk di sini" ucap nya.


"Oh...Silahkan"


"Makasih, bu Zuhra ramah sekali " ucap nya.


Zuhra hanya membalas nya dengan senyuman.


"Perkenalkan, saya Alin " seru orang yang bernama Alin. Dia menyodorkan tangan kanannya ke depan.


"Oh ya, kamu sudah berapa lama kerja di sini ...?" tanya zuhra.


"Sudah dua tahunan ini bu, setelah saya lulus kuliah saya langsung daftar jadi karyawan di sini, dan alhamdulilah saya di terima..."


"Emm gitu, berarti aku lebih muda dari kamu ya, yaudah aku panggil kamu mbak aja deh " seloroh Zuhra.


"Walah, bu zuhra bisa aja..."


Setelah itu makanan yang Zuhra pesan pun datang. Mereka habiskan waktu makan siang dengan mengobrolkan hal-hal yang ringan.


.


Setelah semua pekerjaan kantor selesai, Zuhra langsung bergegas untuk pulang, baru saja dia akan menaiki motor nya, tiba tiba ada bunyi dari hand pone nya.


Tingg!


Ternyata Rafael mengechat nya.


" tumben kak Rafa chat aku " batinnya heran.

__ADS_1


isi chat.


Rafael


'Zuhra, bisa nggak kita ketemuan sebentar di cafe yang ada di dekat rumah mu?'


Zuhra


'Bisa kak'


Rafael


'Ok, ku tunggu'


Zuhra pun melajukan motor matic nya menuju cafe yang ada di dekat rumah nya.


Walaupun fikiran nya itu bertanya-tanya, untuk apa Rafael mengajak nya bertemu.


Cafe


"Assalamualaikum" ucap Zuhra ketika melihat Rafael duduk di meja dekat jendela.


"Waalaikum salam" jawab Rafael.


Zuhra duduk di meja yang berhadapan dengan Rafael.


"Kamu mau pesan minum dulu?"


Zuhra menggeleng.


"Ada apa ya kak?" tanya Zuhra.


"Zuhra, nanti malam ba'da isya, aku akan ke rumah kamu bersama dengan ke dua orang tua ku.


Apa bisa? " ucap rafael to the point.


"Ha? Ke rumah ku? Maaf sebelum nya kak, ada perlu apa ya?" tanyanya bingung.


"Nanti kamu akan tahu jawaban nya, yang terpenting, apa bisa aku ke rumah kamu?"


"Y-ya bisa..."a

__ADS_1


__ADS_2