
Keesokan paginya.
.
.
.
Usai kuliah, Zuhra langsung menuju ke kantornya.
Sesampainya di kantor, dia langsung masuk, saat di jalan menuju lift, ada seseorang yang tidak sengaja menabrak Zuhra dan menyebabkan dia jatuh.
"Maaf-maaf saya tidak sengaja" ucap orang itu.
"Bu Zuhra nggak apa-apa...?" tanya pak Putra yang kebetulan sedang lewat, dan melihat seseorang menabrak Zuhra, hingga Zuhra jatuh terduduk di lantai.
"Ah enggak papa, pak putra" dia berdiri dan membersihkan pakaiannya.
"Lho pak Hendrik" ucap pak Putra.
"Hai pak Putra" jawabnya, ternyata pria paruh baya yang menabrak Zuhra itu bernama Hendrik.
"Maaf saya tadi tidak sengaja, you okey?"
"Oh saya nggak papa kok pak" jawab Zuhra ramah.
"Kebetulan kita bertemu di sini bu, perkenalkan dia pak Hendrik, kolega baru kita, dan pak Hendrik, ini bu Zuhra pemilik perusahaan ini." pak Putra menjelaskan.
"Wah begitu ya pak, sekali lagi saya minta maaf ya, I'am sory, ternyata pemilik perusahaan ini masih muda ya, sepertinya kamu seumuran dengan anak saya"
Zuhra hanya tersenyum menanggapinya.
"Yasudah, tadi saya kesini untuk memberikan dokumen kepada pak Putra, namun saya bertemu langsung dengan bu Zuhra, jadi apa kita bisa membahas projek ini di cafe depan...?" tanya pak Hendrik ramah.
"Bisa pak, mari"
Mereka pergi ke cafe dekat kantor Zuhra, mereka tidak menggunakan mobil, melainikan jalan kaki untuk menuju cafe.
Sesampainya di cafe mereka langsung memesan minum, dan langsung membahas masalah projek baru yang akan di buat.
"Saya salut pada anda, di usia muda, anda sudah bisa memegang kendali perusahaan, tidak seperti anak saya, yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang" pak Hendrik berkata sambil tertawa sendu.
"Pak Hendrik bisa saja, setiap orang pastinya berbeda-beda pak, saya juga masih belajar"
"Dari penampilannya, anda terlihat seperti anak kuliahan ya...?
"Iya pak, saya memang masih kuliah"
"Sudah semester berapa?" tanya pak Hendrik
"Baru semester awal"
__ADS_1
"Pasti orang tua anda sangat bangga mempunyai anak sehebat anda"
Mendengar kata orang tua, raut Wajah Zuhra berubah menjadi sendu.
"Kedua orang tua saya, sudah meninggal pak, jadi saya lah yang meneruskan bisnisnya" jawab Zuhra.
"Oh maaf-maaf, saya tidak bermaksud untuk...
"Enggak apa-apa pak" Zuhra tersenyum.
.
.
.
Setelah dari cafe bersama pak Hendrik, Zuhra langsung kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah semua pekerjaan pun selesai.
Dari kantor Zuhra tidak langsung pulang, dia mampir ke sebuah warung makan, lalu dia membeli satu bungkus makanan untuk dirinya. Setelah itu, dia langsung pulang.
.
Malam hari di rumah yang lumayan megah, nampak seorang pria paruh baya sedang duduk di sofa sambil membaca koran.
"PA, PAPA, PAPA" teriak seorang perempuan memasuki rumah, dia tidak mengucapkan salam.
"Minta uang dong pa" perempuan itu duduk di samping pria paruh baya itu.
"Untuk apa? kemarin kan kamu sudah minta, sekarang untuk apa lagi...?"
"Duh pa, Syela kan mau beli tas keluaran terbaru itu, bagus banget tau pa, liat deh" ucap perempuan itu yang ternyata dia adalah Syela, dia membuka hand pone nya dan menunjukan foto tas yang dia inginkan.
"Kamu itu hanya bisa menghambur-hambur kan uang, belajarlah untuk berhemat, dan jangan gampang tergiur dengan barang yang tidak berguna itu, kamu sudah punya berbagai macam tas" pria paruh baya itu kesal.
"Itu kan model lama, Syela mau beli yang baru" ucapnya, kekeuh.
"Nggak, kali ini, kamu harus nurut, kalo kamu mau beli tas itu, ada syaratnya...!
"Yeay. Apa syaratnya pa?"
"Lusa kamu ikut papa meeting, sekalian papa mau ngenalin kamu sama rekan kerja baru papa, kamu harus mencontoh dia...!" Tegas pria paruh baya tersebut.
"Haih, terserah papa, yang penting aku bisa beli tas baruuu, dah pa, Stela keatas dulu ya!!" ucapnya, mencium pipi kanan pria paruh baya yang dia sebut papa.
...
Nampak Zuhra sedang duduk di kursi meja belajarnya, dia habis menyelesaikan tugas kuliah, lalu ada yang menge-chatnya, dan ternyata...itu adalah Rafael!
Rafael
__ADS_1
Iya, besok mau di jemput nggak?
Zuhra
Boleh deh, tapi besok, jam kuliahku agak siang
Rafael
oke, oh ya kamu udah makan belum?
Zuhra
Udah kok, kak Rafa sendiri?
Rafael
Aku juga udah.
Zuhra
Oh ya, gimana kabar om dan tante...?
Rafael
Mereka baik-baik aja, oh ya, besok kamu ada waktu luang nggak?
Zuhra
Ada kok, kenapa?
Rafael
Kamu besok main ke rumahku ya? mama dan papaku yang minta.
Zuhra
Oh gitu, yaudah deh, udah dulu ya kak.
Rafael
Oke, nigth, jangan ke maleman tidurnya, nanti kamu jadi panda lho.
…
Setelah berbicara dengan Rafael lewat telefon, Zuhra langsung membereskan beberapa buku yang telah dia gunakan untuk belajar.
Dia melangkah ke arah ranjang dan merebahkan dirinya di sana.
"Ku titipkan cinta ini hanya pada-Mu, jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa, hingga waktu itu tiba. Persatukanlah kami dalam restu dan Ridho-Mu." batin Zuhra.
Beberapa menit kemudian, dia pun tertidur.
__ADS_1
.