Zuhra

Zuhra
Eps 24


__ADS_3

"Lho ini kenapa jadi ngebahas pertemuan ya, mama ada-ada aja deh, tamu bukan nya di suruh duduk malah di ajak ngobrol, perkenalkan nak, saya abraham papa Rafael " ucap papa abraham.


"Iya om" jawab Zuhra sopan


"Silahkan nak Zuhra duduk dulu"


"Ini kenapa ma, pertemuan apa? " tanya papa Abraham yang sedari tadi hanya diam dan menjadi penyimak setia.


"Iya pa, jadi Zuhra ini pernah nolong mama


waktu itu kan mama habis dari rumah temen


mama...Mama nunggu-in pak supir tapi nggak dateng dateng, dan handpone mama juga kehabisan daya, jadi ya mama celingak-celinguk di pinggir jalan, eh ada Zuhra ngehampirin mama dan menawarkan bantuan ke mama. Zuhra juga nganter-in mama sampe depan kompleks lo" jelas mama Linda


"Oh gitu ya, berarti itu tanda ma" ucap papa Abraham


"Tanda apa, pa?"


"Tanda-tanda kita mau punya calon menantu, lewat perantara Zuhra nolong mama he he" celetuk papa Abraham.


"?ungkin iya ya, pa" mama linda manggut manggut menyetujui selorohan Abraham.


Sontak muka Rafael dan Zuhra sudah merah padam, namunmereka hanya diam.


"Oh ya ngomong-ngomong zuhra satu kampus sama Rafa ya? " tanya mama Linda


"iya tan" jawabnya mengangguk sopan.

__ADS_1


"Sudah semester berapa?" kini Abraham yang bertanya.


"Baru semester awal, om"


"Oo gitu ya, Rafael sudah semester akhir, berarti kalian Junior dan Senior dong ya" ucap mama Linda ber oh ria.


Mereka mengobrol dengan penuh kehangatan.


"Lho sudah mau masuk waktu isya ini, yuk siap- siap sholat dulu" ucap papa Abraham.


"Iya nak Zuhra, kita solat berjama'ah ya" ucap mama linda, Zuhra pun mengangguk tanda dia menyetujui nya.


Selesai sholat mereka menuju ruang makan yang ternyata sudah di sajikan dengan berbagai lauk pauk.


"Ayo nak, jangan sungkan ya" ucap mama Linda.


Zuhra sebenar nya masih agak segan dengan kedua orang tua Rafael, namun sikap mereka sangat baik dan ramah, dia jadi nyaman bersama mereka.


"Wah Zuhra nya saja cantik dan sopan sekali, gimana dengan ibu nya ya, pa?


"O ya kapan-kapan tante ke rumah kamu ya, tante pengen ketemu dan ngobrol ngobrol sama orang tua kamu Zuhra, apa boleh ? " ucap mama


Linda


Zuhra terdiam beberapa saat, mendadak mata nya berkaca-kaca.


namun Zuhra pun tetap menjawab pertanyaan mama Linda.

__ADS_1


"O-orang tua Zuhra, sudah meninggal tan" jawab Zuhra yang masih menatap kosong ke arah piring yang berisi separuh makanan nya yang belum habis.


"Astaghfirullah, maaf Zuhra tante nggak tau, maaf sekali ya nak" mama Linda merasa berslah.


"Nggak papa kok tan" jawab zuhra dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.


"Kamu yang kuat ya nak, kapan orang tuamu meninggal? " tanya papa abraham.


"Ssstt pa, kamu kok nanya nya gitu, kasian Zuhra" bisik mama Linda yang terdengar oleh Zuhra.


"Ayah dan bunda Zuhra meninggal satu bulan yang lalu om" jawab Zuhra pelan.


"Inalillahi wainailaihi roji'un, kamu yang sabar ya"


Zuhra hanya tersenyum.


"Nak zuhra, kamu boleh kok menganggap tante ini sebagai ibu kamu, lagi pula kamu kan calon mantu tante " ucap mama Linda.


"Calon menantu ?!, maksud tante Linda apa ya, kok dia selalu nyebut aku sebagai calon menantunya ? " batin Zuhra bingung


"Y-ya" jawab Zuhra kikuk.


"Ya ampun, mama apaansi, bikin aku malu aja di depan zuhra, ah udah lah" batin Rafael.


Setelah acara makan malam itu selesai, Zuhra segera pulang dengan di antar oleh rafael.


di dalam mobil.

__ADS_1


"Zuhra maaf ya, mengenai omongan mama ku tadi, mama orang nya emang gitu, suka ceplas-ceplos kalo ngomong" ucap rafael.


"Eh iya kak, gak papa kok..."


__ADS_2