Zuhra

Zuhra
Eps 49


__ADS_3

Sore hari. Pukul 14:52 WIB, semua pekerjaan Zuhra sudah selesai. Dia bingung harus menghubungi Rafael untuk menjempunya atau tidak. Akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Rafael.


Zuhra


Kak, jam kerjaku udah selesai. Apa kamu jadi menjemputku?


Tak berselang lama, Rafael pun membalas pesan Zuhra.


Rafael


Iya, aku langsung ke sana. Tunggu ya.


Zuhra pun memutuskan untuk menunggu Rafael di area parkiran. Sebelum itu, dia membereskan meja kerjanya.


Keluar dari ruang kerjanya. Menaiki lift untuk menuju ke lantai dasar. Dan menuju tempat duduk yang ada di parkiran untuk menunggu Rafael.


Tak berselang lama. Mobil Rafael pun terlihat memasuki area kantor Zuhra.


Rafael membuka knop pintu mobil, kemudian menghampiri Zuhra, tak lupa juga tas Ransel yang menempel di pundaknya.


"Maaf udah lama nunggu ya?"


"Nggak kok. Kak Rafael mau kemana, Kok bawa-bawa tas gitu?"


"Oh ini, tadi aku baru pulang dari kampus. Ada panggilan untuk mengisi data persiapan Wisuda nanti" ucapnya.


"Oh gitu. Yaudah pulang sekarang kan?" Zuhra bertanya. Rafael menjawabnya dengan anggukan kepala.


🌻


Hari berganti hari. Tak terasa, hari ini adalah hari di mana akan diadakan acara perpisahan, kelulusan wisudawan dan wisudawati di kampus panca buana.


Seluruh mahasiswa dan mahasiswi pun turut datang untuk menyaksikan acara itu.


Termasuk Zuhra. Dia sudah siap dengan menggunakan gamis Ateefa Maxi potongan rok berwarna hitam dan atasan berwarna ungu muda, dipadukan dengan hijab yang senada.


Zuhra berangkat menaiki taxi online bersama Citra.

__ADS_1


Sesampainya mereka di sana. Suasana kampus berbeda dari hari-hari biasanya. Kini kampus itu di hias sedemikian rupa, juga ramai diisi oleh para mahasiswa dan mahasiswi juga para orang tuanya.


Terlihat para mahasiswa dan mahasiswi yang akan mengikuti wisuda, memakai baju Toga.


Pandangannya menengok ke kanan dan ke kiri. Melihat Rafael sudah datang atau belum.


"Cari kak Rafa ya Ra?" tanya Citra.


"Eh enggak kok, yaudah kita duduk di situ aja ya." tunjuknya pada kursi yang disediakan khusus untuk para mahasiswa dan mahasiswi.


Acara pun di mulai. Dengan Dekan yang naik ke atas panggung mengucapkan sepatah kata sambutan. Suasana haru itu berlanjut ketika para Dosen membenarkan topi Toga yang dikenakan para mahasiswa dan mahasiswi.


Di sana Zuhra dapat melihat Rafael yang naik ke atas panggung karena di angkatan tahun ini dia mendapatkan nilai terbaik, Dengan nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,77 dan diberi gelar Magna Cum laude (Kehormatan, untuk seseorang yang mendapat IPK tinggi) tahun ini. Rafael juga mendapatkan sertifikatnya. Sorak sorai tepuk tangan pun bergemuruh. Zuhra yang melihat itu pun merasa bangga kepada Calon Imamnya itu. Eits!


Abraham dan Linda (orang tua Rafael) pun turut naik ke atas panggung dan mengutarakan isi hatinya terhadap apa yang telah di capai oleh putranya.


Semuanya pun mulai berfoto ria dengan para keluarga, teman maupun kekasihnya masing-masing.


.


"Waalaikum salam. Alhamdulillah kabar Zuhra baik, tante sendiri?" jawabnya mencium punggung tangan kanan Linda. Dan berganti mencium tangan Abraham.


"Tante juga baik."


"Selamat kak atas semua yang kamu capai. Congratulations semoga kedepannya makin sukses" ucap Zuhra tersenyum kepada Rafael.


Rafael mendekat kearah Zuhra dan berbisik. "Aamiin Thank you future wife"


"Uhuk...ehem" Zuhra tersedak sendiri. Sedangkan Rafael dia tersenyum melihat Zuhra yang kelihatan malu.


"Hayo bisik-bisik apaan tuh. Oya selamat kak Rafael." Citra ikut bersuara.


"Hey! jangan lupakan Rifki yang ganteng ini dong. Gak ada yang ngucapin selamat buat gue gitu...?" Rifki tiba-tiba datang.


"Selamat juga kak Rifki" ucap Zuhra.


"Makasih. Weh rut, lo gak mau ngucapin sesuatu gitu buat gue..?" lanjutnya melihat ke arah Citra.

__ADS_1


"Ya iya. Selamat ya" Citra cuek.


"Sudah-sudah, lebih baik kita foto ya, untuk kenang-kenangan nanti." ucap Linda.


"Rifki tolong fotoin tante ya, sini pa, Raf, kita foto bertiga dulu." lanjutnya memberikan Handponenya kepada Rifki.


"Oke tant, yuk siap one two tree 'Cekrek" udah nih tant" Rifki memperlihatkan foto itu.


"Ayo sekarang giliran kalian ber empat dong. Rafael sama Zuhra dan itu tadi siapa... oh ya, Citra dan kamu Ki. Ayo sini tante fotoin." Linda rempong sendiri.


Mereka berempat pun berfoto, dengan Rafael dan Zuhra yang ada di tengah. Dan Rifki di sebelah Rafael, Citra di sebelah Zuhra.


"Emm sekarang...Gimana kalo Zuhra sama Rafael foto berdua tant" usul Citra yang disetujui oleh Linda. Dan akhirnya setelah selesai berfoto ria. Kini mereka sedang duduk di taman kampus. Sedangkan Abraham dan Linda memutuskan untuk pulang duluan.


"Gue nggak nyangka...Akhirnya selama empat tahun gue kuliah di sini, gue lulus juga" ucap Rifki.


"Kak Rafael dan kak Rifki mau lanjut S2?" tanya Zuhra.


"Untuk sementara waktu ini, aku enggak ada niatan untuk berfikir ke situ." jawab Rafael.


"Apa lagi gue. Kuliah empat tahun gini aja gue udah mumet. Apa lagi nambah S2, heh gak deh" jawab Rifki.


"Kalian berarti langsung kerja dong?" tanya Citra.


"Iya gitu lah."


Tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di depan mereka. "Hai. Selamat ya untuk kalian berdua, hai Zuhra." ucapnya tersenyum lebar. orang itu adalah Syela.


Zuhra hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Syela. Sedangkan Rafael, Citra dan Rifki mereka terlihat acuh.


"Duduk dulu Syel" ucap Zuhra ramah.


"Eh gak lah. Gue mau langsung pulang aja bay-bay" Syela pergi dengan pandangan mata yang sulit diartikan.


"Hieh dasar Syela ,datang gak di undang, pulang gak di antar. Persis kaya jailangkung deh" Citra kesal melihat tingkah lalu Syela yang menurutnya aneh.


"Nama cewek itu Syela? Namanya sama kaya orang yang dateng ke rumah gue, dan ngaku-ngaku sebagai pacar gue. Dan kalo gak salah, dia orang yang hampir gue tabrak waktu itu. Apa mereka orang yang sama? Kalo iya itu gak masuk akal banget." Batin Rafael.

__ADS_1


__ADS_2