Zuhra

Zuhra
Eps 58


__ADS_3

Zuhra di bawa oleh dua orang itu ke tempat sepi. Zuhra diturunkan di pinggir jalan, dia di senderkan di sebuah pohon rindang, lalu dia di ikat kencang dengan sebuah tali. Mulutnya juga telah di sumpal kain. Kondisi jalanan itu cukup sepi, tidak ada satu kendaraan pun yang lewat.


Dua orang itu pergi meninggalkan Zuhra seorang diri di sana.


Karena pengaruh kadar bius dengan dosis tinggi. Itu menyebabkan Zuhra belum sadarkan diri.


.


Doni yang sudah menyelesaikan dinasnya pun memilih pulang ke rumahnya.


Dia mengendarai mobilnya sendiri. Saat sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan kencang. Tiba-tiba di depan sana terjadi kemacetan. Terlihat dari banyaknya berbagai macam kendaraan yang berjejer rapi di jalan. Maklum ini jakarta. Pikirnya. Karena ingin cepat-cepat sampai rumah. Doni pun memilih untuk mencari jalan lain. Doni membelokan mobilnya ke kanan. Dia terpaksa memilih jalan sepi itu. Walaupun jarak yang akan di tempuh lebih lama. Namun dia lebih memilih itu.


Doni menjalankan mobilnya dengan kencang kencang. Saat ada yang menelfonnya dia pun memelankan laju kendaraannya untuk mengangkat telfon tersebut. Setelah selesai. Baru saja dia akan menancap gas kembali. Telinganya mendengar suara-suara yang menurutnya aneh.


Seketika dirinya merinding. Karena sekarang mobilnya berhenti tepat di sebuah pohon rindang yang sangat lebat.


Lagi-lagi dia mendengar suara itu.


"Emmh...Hemmmhhhmmm...Hehmmmmhm"Begitulah suaranya.


Karena dia bukan orang yang penakut. Dia memutuskan untuk keluar dari mobil untuk mencari asal suara tersebut.


Sedangkan kini, Zuhra sudah mendapatkan kesadarannya. Saat dia membuka matanya. Dia heran kenapa dia bisa ada di sini. Di jalanan yang teramat sepi...Dia teringat akan kejadian antara dirinya dan Syela tadi. "Syela...Aku gak nyangka kamu begitu jahat kepadaku. Kenapa kamu melakukan ini semua...Bagaimana dengan kak Rafael...Bagaimana dengan pernikahanku...Hiks...Aku harus bagaimana sekarang? Aku saja tidak tahu di mana aku berada sekarang..." batin Zuhra.


Dia hanya mampu menangis dalam diam. Meratapi tindakan bodohnya yang percaya begitu saja kepada Syela. Belum lagi rasa sakit yang menjalar di tubuhnya. Rasa sakit karena dia di ikat menggunakan tali dengan sangat kencang. "Ya allah lindungilah aku. Aku percaya kepadamu. Engkau tidak akan memberikan cobaan kepadaku di atas kemampuanku"


Semakin dia mencoba melepaskan ikatan tali itu. Semakin kencang pula tali tersebit melilit tubuhnya. Saat ini mungkin keberuntungan berpihak kepadanya. Dia melihat sebuah mobil yang melaju pelan, dan berhenti di dekatnya. Dia pun mencoba memanghil si pengendara.


"Emmh...Hemmmhhhmmm...Hehmmmmhm" hanya suara gumaman itu lah yang mampu keluar dari mulutnya. Usahanya tak sia-sia. Si pengendara mobil akhirnya keluar. Menampakan seseorang dengan seragam polisi lalu lintas. Orang itu mendekat ke arah Zuhra. Zuhra pun mencoba mengeluarkan suara lagi agar orang itu bisa melihat keberadaannya.


"Emmhhmm hmemmh" Orang itu mendekat kepadanya.


"Astaghfirullah. Kok bisa ada orang di sini...Sebentar-sebentar. Saya coba lepaskan talinya ya." Ucap orang itu. Zuhra merasa tidak asing dengan suaranya, dia pun mendongakan kepalanya...Betapa terkejutnya dia saat orang yang ada di hadapannya ini adalah Doni. Doni pun sama terkejutnya dengan Zuhra.


"Astaghfirullah. Ra. Kamu kok di sini...Bentar-bentar...Aku cari pisau atau apapun itu ya. Siapa tau ada di mobilku" ucap Doni segera berlari ke mobilnya. Setelah mencari sesuatu...Akhirnya dia menemukan sebuah cutter kecil. Dia berharap itu bisa membantu Zuhra.

__ADS_1


Doni pin mencoba menggesekan cutter tersebut ke tali yang melilit tubuh Zuhra. Perlahan namun akhirnya tali itu sedikit-sedikit bisa terputus.


Setelah memutuskan banyaknya tali tersebut. Akhirnya tali itu pun terlepas. Tak lupa Doni pun membuka gumpalan kain yang ada di mulut Zuhra.


"Hah hah k-ak Doni"


"Iya Ra. Ini aku...Sekarang kamu ke mobilku dulu ya. Kamu masih bisa jalan kan?" tanya Doni. Zuhra pun mengangguk pelan. Zuhra berjalan pelan memasuki mobil Doni. Doni memberikan satu botol air putih kepada Zuhra. Zuhra pun meminumnya.


.......


Sedangkan di gedung yang akan menjadi tempat pernikahan Zuhra dan Rafael. Kini sudah diisi penuh oleh tamu-tamu undangan.


Citra dan Linda masuk ke ruangan Zuhra.


"Ra" ucap Citra menepuk pelan bahu Zuhra, yang sebenarnya itu adalah Syela.


"Bentar lagii acaranya di mulai loh. Kamu siap-siap keluar ya. Jangan tegang" bisik Citra di telinga Syela.


"Iya sayang...Keluar yuk" ucap Linda menuntun Syela berdiri.


Sebenarnya Citra merasa aneh, kenapa setiap di ajak bicara, Zuhra hanya mengangguk dan menggeleng. *Yaiyalah orang itu Syela!


Syela di dudukan di kursi yang agak jauh dari Rafael. Mereka akan melangsungkan ijab.


.


Doni sedang melajukan mobilnya di atas rata-rata. Karena jalan yang Doni lewati sepi tanpa satu kendaraan pun, itu memudahkan Doni. Mengingat juga profesi Doni sebagai polisi lalu lintas.


Zuhra sudah menceritakan semuanya kepada Doni. Tentu saja Doni terkejut Zuhra akan menikah. Namun dia tidak perduli seberapa sakit hatinya. Saat ini, dia akan mengantarkan Zuhra menuju gedung itu. Demu kebahagiaan Zuhra, dia rela, apapun itu.


Mobil yang Doni lajukan, sangatlah cepat. Sehingga tidak terasa...Sebentar lagi, mereka akan sampai di tempat tujuan.


.


"Oke Syela...Rencana lo berjalan dengan lancar, Sebentar lagi...Lo jadi istri sah Rafael. Emang sih, cara yang gue lakuin ini adalah cara gila. Haha gila? Gue? Haha" Batin Syela tersenyum smirk di balik cadarnya.

__ADS_1


"Bagaimana, sudah siap?"


Rafael mengangguk. Sebenarnya dia agak gugup.


Wali hakim sudah menjabat tangan Rafael.


Wali hakim mengucapkan serentetan kata.


Rafael pun menjawabnya dengan lancar.


"Saya terima nikah dan kawinnya Zuhra Ghaniya Abrisyam, binti Abrisyam de..."


"TUNGGU..." ucap Zuhra datang tepat waktu. Sontak semua tamu undangan menengok ke arahnya dengan bingung.


Rafael langsung berdiri. "Zuhra" ucapnya. Lalu orang yang akan dia nikahi saat ini siapa jika bukan Zuhra. Rafael mendekat ke araha Zuhra yang sedang mengusap buliran kristal yang keluar dari matanya.


Linda, Abraham, Citra, Rifki langusung mengerubungi Zuhra.


Senyuman smirk di wajahnya mendadak tergantikan dengan wajah yang pucat pasi.


"Mati gue. Duuuh! kenapa dia bisa kembali lagi sih...Mati gue mati!!!" batin Syela menjerit.


"Ra. Kok kamu bisa ada di sini, sama kak Doni..." tanya Citra. Dia langsung memeluk sahabatnya.


"Zuhra jika kamu di sini. Lantas yang ada di sana siapa nak?" tanya Linda.


Zuhra masih bungkam. Doni yang sudah mengetahui semuanya dari Zuhra langsung berlari ke arah Syela. Dan membuka cadarnya.


Perlakuan Doni tak lepas dari pandangan orang-orang yang ada di sana.


Sontak Hendrik dan Ranisa yang melihat Syela langsung menghampiri Syela.


Plakk!


Satu tamparan mendarat di wajah mulus Syela.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Syela. Kenapa kamu bisa ada di sini hah!!" ucap Hendrik marah.


Para tamu undangan mulai berbisik-bisik.


__ADS_2