Zuhra

Zuhra
Eps 45


__ADS_3

Pak Putra melirik Citra. "Dia Citra, sahabat saya" jawab Zuhra seolah mengerti dengan


pak Putra.


"Oh. Begini bu, tadi pagi sebenarnya ada meeting dengan relasi perusahaan X. Tapi karena saya tahu jika bu Zuhra sedang sibuk kuliah, jadi saya yang meeting dengan relasi tersebut. Ini berkas penting yang harus di cek ulang dan di tandatangani"


"Terimakasih pak Putra. Ya saya memang ada jam kuliah tadi pagi. Apa lagi saya akan mengikuti Ujian Semester. Jadi mungkin saya tidak bisa sering-sering datang ke perusahaan. Saya percayakan perusahaan ini dengan pak Putra saja ya...?!" Zuhra percaya dengan pak Putra.


Karena setahunya pak Putra adalah orang kepercayaan ayahnya. Juga pak Putra lah yang menemani ayahnya dulu sewaktu merintis perusahaan Abri corp.


"Suatu kemuliaan bagi saya bu, yasudah jika begitu saya permisi bu Zuhra, mbak Citra" pak Putra melirik Citra.


Zuhra dan Citra pun mengangguk bersamaan.


"Itu tadi sekertaris kamu?" tanya Citra.


"Iya. Itu sekertaris ayah dari dulu sampe sekarang."


"Ooh. Yaudah Ra. Sambil tunggu kamu selesaiin kerjaan kamu. Aku mau rebahan di sofa itu aja ya" tunjuk Citra pada sebuah sofa besar dan panjang.


"Iya"


Zuhra pun mulai berkutat pada tumpukan Dokumen yang ada didepannya.


Pukul 13:43 WIB


"Alhamdulillah. Selesai juga" Zuhra menilik sahabatnya itu yang rupanya tertidur di sofa.


Dia pun melangkah kearah Citra untuk membangunkannya.


"Cit, Citra. Bangun" Zuhra menepuk pelan lengan Citra.


"Ma, Citra nggak mau punya papa baru" gumam Citra.


"Tan-tante Rani... Mungkin Citra mimpi. Citra bangun."


"Eh y-ya. Udah selesai Ra?" tanyanya. Zuhra pun mengangguk.


Mereka pun melangkahkan kakinya keluar dari Ruangan Zuhra. Baru saja Mereka akan menaiki lift. Tiba-tiba ada yang memanggil mereka.


"Bu Zuhra. Boleh saya ikut menaiki lift ini?" Ternyata orang itu adalah Alin.


"Eh mbak Alin. Ya silahkan" Mereka bertiga pun menaiki lift yang sama.


Di dalam lift.


"Oh ya kebetulan. Cit, ini mbak Alin."

__ADS_1


"Hallo saya Alin" Alin menjabat tangan Citra.


"Citra mbak" Citra mengangguk tersenyum.


"Bu makasih ya, saya jadi nggak enak nih. Kemaren udah ngerepotin."


"Gak repot sama sekali mbak. Malah saya kan jadi ada teman" jawab Zuhra.


"Iya, udah dibayarin taxi sampe dua kali lho. Oh ya ini Bu Zuhra udah mau pulang ya?" tanya Alin.


"Iya. Mbak Alin sendiri?"


"Yha, saya pusing dari tadi pagi belum makan. Ini niatnya mau istirahat dulu di cafe depan."


"Sesibuk apapun itu. Kita tetap nggak boleh sampe lupa makan lho mbak." Citra mulai ikut nimbrung dalam percakapan itu.


"Iya."


"Ra. Gimana kalo kita ikut mbak Alin ini makan di cafe dulu. Aku laper nih hehe" usul Citra.


"Oh yaudah yuk"


Lift pun terbuka. Menampilkan tiga perempuan cantik berhijab. Hanya Citra saja yang tidak berhijab. Namun walaupun begitu, Citra selalu menggunakan baju dan celana panjang. Hanya saja hatinya belum tergerak untuk menutup kepalanya dengan hijab.


Mereka berjalan beriringan menuju Cafe depan. Para karyawan yang melihat Alin tampak dengan Zuhra mulai berbisik-bisik.


"Wah si Alin kok lengket ya sama bu Zuhra" ucap si A.


.......


Sesampainya mereka di cafe. sambil menunggu pesanan mereka datang. Mereka mengobrol dengan akrab.


"Oh jadi Citra ini sahabat kamu Ra" ucap Alin.


"Iya mbak."


"Gimana kuliahnya Ra lancar?" tanya Alin.


"Alhamdulillah."


"Ra? Bukanya tadi mbak Alin ini manggilnya bu ya. Kok sekarang malah manggil nama sih? Eh tapi mbak Alin ini orangnya ramah dan baik juga ya" batin Citra.


.......


Setelah dari cafe. Zuhra dan Citra pulang ke rumahnya sendiri. Zuhra dengan menaiki motor maticnya. Citra dengan taxi oniline yang dia pesan.


15:34 WIB.

__ADS_1


Zuhra sampai dirumahnya. Dia langsung mandi dan melaksanakan sholat ashar, tak lupa juga dia membaca beberapa ayat al-qur'an.


Setelahnya dia mengambil beberapa buku kuliah untuk dia baca di taman kecil yang ada di halaman belakang rumahnya.


Dia duduk di sebuah ayunan kayu. Baru saja dia membuka buku. Benda pipihnya bergetar.


Menampilkan sebuah chat yang masuk.


Rafael


Lagi ngapain?


Zuhra


Baca buku.


Rafael


Oh. Semangat belajarnya.


Zuhra


kak Rafa juga. Biar bisa dapet nilai bagus. oh ya kak, gimana kabarnya tante dan om?


Rafael


Mereka baik kok.


Zuhra


Oh syukur deh. (Zuhra tersenyum)


Rafael


Kamu pasti lagi senyum ya sekarang?


"Kok dia tau ya?" batin Zuhra. Tiba-tiba pesan dari Rafael muncul lagi.


Rafael


Kamu tahu nggak, kenapa menara ada yang miring?


Zuhra


Karena kesalahan dalam pembangunannya mungkin?


Rafael

__ADS_1


Bukan. Tapi karena ketarik dengan senyumanmu


Seketika senyuman dibibir Zuhra semakin lebar. karena gombalan chat yang Rafael berikan.


__ADS_2