Zuhra

Zuhra
Eps 11


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Zuhra keluar dari rumah sakit, tentunya dengan di jemput oleh Rafael, Citra dan Rifki.


"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa keluar juga dari sini " ucap Zuhra senang, pasal nya dia sangat bosan berada di rumah sakit, karna bau obat dll nya.


"Iya Ra, aku juga seneng kamu udah sembuh dan bisa keluar dari sini hehe, kita bisa ngampus bareng lagi dong" Citra juga ikut senang.


"Yaudah yuk sekarang kita keluar, Zuhra sama Citra langsung tunggu di mobil gue aja ya, nanti biar gue yang ke resepsionist dan ngurus biaya administrasinya." ucap Rafael.


"Em i-iya" zuhra sebenar nya merasa tidak enak dan merasa dia selalu merepotkan Rafael, dia juga tidak tau harus jawab apa.


"Udah yuk Ra" ajak Citra


Akhirnya mereka keluar dari kamar rawat Zuhra, dengang Zuhra dan Citra yang menuju ke mobil. Rafael dan Rifki yang menuju ke tempat resepsionist.


Setelah Rafael dan Rifki sudah membayar administrasi nya, mereka langsung menuju ke parkiran.


"Gimana semuanya udah siap?" tanya Rafael


"Lo pakek nanya segala si Raf, orang udah pada naek ya berarti udah siap lah. " cerocos Rifki yang di sambut gelak tawa oleh semua nya.


"Ya kan gue cuma nanya apa salah nya si? heran Rafael.


"Udah kak mending kita langsung jalan aja ke rumah zuhra ya?" ucap Citra.


"Oke "


Di dalam perjalanan menuju ke rumah Zuhra, mereka mengobrol dan bercerita satu sama lain, sehingga tidak terasa mereka sudah sampai di rumah Zuhra.


.


merka langsung menuju ke depan gerbang rumah Zuhra, dengan Rifki yang turun sendiri untuk membuka gerbang, pasalnya pak Jojo satpam di rumah Zuhra sudah mengundurkan diri, karena penyakit jantung yang di derita nya, di tambah usianya yang sudah tidak muda, dan sejak itu keluarga Zuhra tidak mencari penggantinya.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke ruang tamu, dan duduk.


"Em bentar ya, aku buatin minum dulu, kalian tunggu sini aja." ucap Zuhra.


"Eh enggak usah Ra, kamu kan baru ke luar dari rumah sakit," larang Rafael.


"Iya ra kalo mau buat minum, mending aku aja ya yang bikin? kamu tunggu sini " lanjut Citra.


"Enggak apa apa kok," jawab Zuhra tersenyum dan melangkahkan kaki nya menuju dapur


"Aku susul zuhra dulu ya kak" ucap Citra ngekor di belakang zuhra.


#


Dapur


"Lho Cit kok kamu ke sini?" tanya Zuhra


" ya udah, kita bikin jus aja ya,"


setelah membuat jus mereka menuju ke ruang tamu.


"Ini kak di minum dulu, maaf ya zuhra cuma ada jus, dan di sini juga enggak ada stok makanan ringan," ucap Zuhra tak enak hati.


"Udah santai aja lagi Ra, gue minum ya? " ucap Rifki langsung menyambar jus yang baru di buat itu.


"Oh ya hemm aku pamit ke atas dulu ya, nanti ke sini lagi." ucap Zuhra segera melangkahkan kaki nya ke tangga yang menuju ke kamarnya.


Setelah itu dia turun dengan membawa amplop coklat, dan duduk ber iringan dengan Citra dan berhadapan dengan Rafael dan Rifki.


"Em ini tadi untuk mengganti uang rumah sakit kak" ucap nya menyodorkan amplop tersebut kepada Rafael.

__ADS_1


"Ya Allah nggak usah Ra, itu kamu simpan aja uang nya, aku ikhlas kok bantuin kamu, dengan senang hati malah hehe" ucap Rafael


"Tapi ak..." ucapan nya terpotong oleh ucapan rifki.


"Elah terima aja kali Ra, si Rafa mah woles aja, gue juga sering minjem duit sama ni orang tapi nggak gue kembaliin ha ha ha." ucap Rifki tertawa ngakak.


Zuhra hanya mengulum senyum sendiri melihat orang yang baru dia kenal 2 mingguan ini baik sekali pada nya.


"Y-yaudah kak, makasih banyak sebelum nya, dan hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kakak, makasih juga ya kalian udah bawa aku ke rumah sakit waktu itu."


"Iya sama-sama" jawab mereka serempak.


"Gue tau ra, sebener nya lo itu masih sedih atas meninggal nya nyokap sama bokap lo, tapi lo berusaha nutupin itu dari kita, gue salut Ra sama lo." batin Rafael kagum.


"Oh ya Ra, gimana sama keadaan perusahaan ayah kamu?" tanya Citra.


"Hmm? Aku juga belum tau Cit, aku belum sempet ke sana dan liat perkembangan nya selama ayah gak ada, semoga semuanya baik- baik aja deh" jawab Zuhra sekena nya saja, karena memang dia belum sempat untuk melihat keadaan perusahaan ayah nya.


"Emang nama perusahaan ayah lo apa ra?" tanya Rafael


"Nama nya 'abri corp', kenapa emang nya kak? tanya Zuhra.


"Enggak nanti biar gue suruh orang untuk cek ke sana, nanti kalo lo udah bener-bener sehat lo bisa langsung cek ke sana sendiri, gimana? ucap Rafael.


"Em boleh deh, makasih ya" ucap Zuhra.


"Oh ya Raf mengenai penyelidikan bokap sama nyokap nya zuhra giamana jadi nggak? tanya Rifki


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2