
"Lho itu kan cincin yang gue liat waktu itu, eh iya itu cincin yang di pegang rafael, kenapa ada di zuhra ya, apa jangan jangan! ah entahlah, ntar gue tanya si rafa aja" batin rifki
Flash back on
sore hari rifki dan rafael baru saja pulang dari kampus, di perjalanan menuju pulang rafael menepikan mobil nya.
"Heh raf, kok berhenti sih, lo mau apa?" tanya rifki heran.
"Bentar ya, lo tunggu sini dulu, gue ada perlu" ucap rafael keluar dari dalam mobil.
Rafael memberhentikan mobil nya di depan toko buku, jadi rifki mengira jika rafael ingin membeli buku untuh bahan makalah nya.
Padahal rafael memasuki toko mas yang ada di samping toko buku itu.
Rafel kembali dengan membawa sebuah kotak berwarna merah, di dalam mobil rafael mengamati cincin itu sambil tersenyum senyum sendiri.
"Woi tu cincin buat siapa? tadi gue kira lo pergi ke toko buku, eh nggak tau nya malah beli cincin, Buat siapa? tante linda?" tanya rifki penasaran.
"Udah lo gak perlu tau, mending kita pulang" ucap rafael memasukan kotak cincin itu ke dalam saku nya.
Sebenar nya rifki masih penasaran dengan cincin itu, namun yasudah lah, mungkin cincin itu untuk mama nya rafael, pikir rifki.
Flash back off
.
"Kak, kak rifki, kok bengong?" tanya zuhra.
"Heh kak lugan, tadi katanya mau shandwich nya, heh kalo gak buat citra aja nih he he" ucap citra.
"Eh i-iya gue mau, makasih ya" ucap rifki mengambil dan memakan shandwich itu.
"Enak ya, beli di mana?" tanya rifki.
"Itu buatan zuhra, pasti enak lah" jawab citra sambil meminum jus nya.
"dih enggak kok biasa aja" ucap zuhra merendah.
Rafael yang mendengar shandwich itu yang membuat zuhra, langsung mengambil dan memakan nya.
__ADS_1
"Ini buat gue ya" ucap rafael.
"Iya enak ya, calon istri pinter masak emang, ha ha" batin rafael.
Setelah itu mereka pulang, zuhra pulang bersama citra.
Di parkiran rifki berbicara serius dengan rafael.
"Raf gue mau ngomong sama lo" ucap rifki
"Ya udah si, tinggal ngomong"
"Nggak bisa di sini takut nya nanti ada dosen denger bisa berabe, mending kita ngomong di rumah lo aja deh" jawab rifki
"Oke"
.
Sesampai nya mereka di rumah rafael, mereka langsung masuk dan menuju gazebo yang ada di samping halaman rumah, kebetuln mama dan papa rafael sedang tidak ada di rumah.
"Lo mau ngomong apa ki?" tanya rafael.
"kok rifki bisa tau ya, apa mama cerita sama dia" batin rafael
"Ya gue udah lamar dia" jawab rafael
"Hah? serius lo? padahal kan gue cuman nebak, terus gimana tante sama om tau gak?" serobot rifki
"Tau lah, mereka malah nganterin gue buat lamar zuhra"
"Wah parah lo, nggak ngajak ngajak gue, tapi gue ikut seneng si" ucap rifki sambil tersenyum.
"Thanks" ucap rafael
#
Zuhra sudah sampai di rumah nya.
Dia langsung bersiap untuk menuju kantor,
__ADS_1
seperti itu lah kehidupan zuhra, setiap hari hari yang datang dia jalani dengan ikhlas dan sabar.
.
Setelah kepulangan rifki, rafael melangkah kan kaki nya untuk makan siang ke arah dapur, namun di sana tidak ada apa apa, dia lupa jika tadi bi ida pamit pergi ke supermarket untuk belanja, jadi di rumah nya tidak ada bahan apa pun yang bisa di masak.
"Gue makan di luar aja deh" ucap rafael keluar dan melajukan mobil nya ke warung pecel langganan nya, ya walaupun dia kaya, namun dia tidak membeda bedakan tempat.
"Pak ndang" panggil rafael kepada penjual pecel
"Eh mas rapael, mau pesen apa mas?" tanya pak ndang
"kaya biasa aja pak."
Setelah makanan datang rafael langsung menyantap nya, karena dia sangat lapar.
.
Setelah semua nya selesai, dia langsung melajukan mobil nya untuk pulang, namun karena dia tidak fokus menyetir, dia hampir saja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari sebuah mobil, untung nya rafael langsung membanting setir.
Orang yang hampir di tabrak rafael langsung terduduk di jalanan.
Rafael turun menghampiri orang tersebut yang ternyata adalah seorang perempuan.
"Eh lo nggak papa?" tanya rafael pada cewek yang hampir dia tabrak itu.
"Duh ni cowok ganteng banget, he he, gue pura pura sakit aja deh, pasti kan nanti dia gendong gue" batin cewek itu.
"D-duh sstt kaki gue sakit" ucap nya sambil mendesis agar terlihat seperti orang yang kesakitan sambil memegangi kaki nya.
"Hmm gimana ya" ucap rafael bingung, namun seketika netra nya menangkap dua orang ibu ibu yang sedang lewat tak jauh dari nya.
"Bu, Bu sini bu" panggil rafael pada dua orang ibu ibu.
"Ya mas ada apa ya?" tanya salah seorang ibu ibu
"Saya bisa minta tolong gak? ini tolong bawa dia menuju mobil nya" tunjuk rafael pada perempuan yang raut wajah nya agak kesal itu.
"Dih gimana si ni cowok, gue kira dia bakal gendong gue, huh percuma dong gue duduk di aspal kaya gini, bikin kotor baju mahal gue aja huh" batin cewek itu
__ADS_1