Zuhra

Zuhra
Eps 8


__ADS_3

"Zuhra sayang sudah ya nak, kamu harus kuat, kamu harus ikhlaskan mereka," ucap mama Citra menguatkan Zuhra.


"Kalo kamu mau, kamu bisa ikut tante, kita tinggal bareng, biar kamu nggak kesepian." lanjutnya


"Iya ra, bener kata mama aku, kamu bisa tinggal sama kita kok, kamu mau kan? seru Citra


" S-sebelumnya ma-makasih tan-tante, Cit, kalian udah perduli sama aku, ta-tapi lebih baik aku tinggal di rumah saja."


dan tolong tinggalkan a-aku di sini ya? ucap Zuhra.


"Yaudah nak, kalau itu memang kemauan kamu, kalo gitu tante dan Citra pulang dulu ya"


"Ra aku pamit yah, kamu yang kuat, inget jan nangis lagi, ntar cantiknya ilang lho"sambung Citra.


namun zuhra hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman tipis yang bahkan nyaris tak terlihat.


Citra juga mengerti perasaan Zuhra, namun mungkin Zuhra ingin menyendiri.


"A-ayah, bunda mmungkin ini me-memang yyang terbaik buat ka-kalian, Allah lebih sayang sama kalian, Zuhra ha-hanya bisa mmengikhlaskan saja. Te-terimakasih karena sudah me-merawat zuhra dengan sangat baik, menyayangi Zuhra selama ini, terima kasih banyak a-ayah bu-bunda hiks, semoga ka kalian di di terima di ssisi nya,hiks amiinn, Zuhra janji, insyaAllah nan-nanti Zuhra bakal sering sering ke sini, kalo gitu Zuhra pamit ya."


seru Zuhra di iringi isak tangis nya yang memilukan.


#


Usai dari pemakaman kedua orang tuanya, kini Zuhra sedang berjalan kaki menuju ke rumahnya, di sepanjang jalan dia hanya diam, dan ketika dia akan masuk ke dalam rumah, dia di kejutkan oleh panggilan seseorang.


"Assalamualaikum Ra, ya allah aku turut be- berduka cita ya, atas meninggalnya om Abrisyam dan tante May, maaf Ra, aku nggak bisa ikut ke pemakaman, aku baru pulang kerja, dan aku juga baru tau dari tetangga tadi" ternyata yang memanggilnya adalah Doni.


"Waalaikum salam, emm enggak papa kok, pe- permisi" jawab Zuhra pelan, sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah.

__ADS_1


"Mungkin zuhra masih sedih dan terpukul, mending aku biarin dia sendiri dulu deh" batin Doni.


#


#


Selama satu mingguan ini, Zuhra mengadakan acara tahlilan, orang yang datang tidak menentu. Sekarang Zuhra juga jadi pribadi yang lebih pendiam, tidak seperti biasanya.


Sudah hampir dua minggu, setelah orangtua Zuhra meninggal. Sudah hampir dua minggu pula Zuhra tidak masuk kuliah, itu yang membuat Rafael cemas.


Dia akan menanyakan hal ini kepada Citra selaku sahabat dekat citra.


"Assalamualaikum cit, lo tau nggak zuhra kemana? kok dia nggak berangkat kuliah? dia nggak papa kan? dia nggak sakit kan?" tanya Rafael beruntun.


"Waalaikum salam kak, aku juga nggak tau Zuhra kemana, aku udah telfon, udah aku chat berkali-kali, tapi nggak ada balasan sama sekali, bahkan hand ponenya nggak aktif, aku juga udah ke rumahnya tapi di konci dari dalam sih sepertinya" jawab Citra lesu


"Lho memangnya apa yang terjadi sama dia?


" a-apa, terus zuhranya gi-gimana?


"Waktu itu a-aku coba ajak Zuhra buat tinggal bareng aku dan mama, tapi dia nggak mau, dan a-aku pikir dia lagi butuh waktu sendiri."


"Yaudah sekarang kita ke rumah Zuhra ya, bentar gue ajak Riffki dulu."


#


Sesampainya di rumah Zuhra


"Ini rumahnya Cit?, yaudah sekarang kita masuk, Ki, lo cek di kunci nggak tuh gerbangnya," ujar Rafael.

__ADS_1


"Enggak di kunci" jawab Rifki setelah mengecek gerbang rumah Zuhra yang ternyata tidak di kunci.


"Yaudah langsung masuk"


"Assalamualaikum Ra, Zuhra, Ini aku Citra"


Tok tok tok


Citra menggedor-gedor pintu rumah Zuhra.


Tok tok tok


"Udah lah, mending kita dobrak aja Raf," usul Rifki.


" yaudah Citra lo mundur, gue mau dobrak pintunya, Ki lo sebelah kiri, nanti gue sebelah kanan" ujar Rafael.


"Yuk satu dua tiga," dobrakan pertama gagal.


"Satu dua tiga"


GUBRAKKK GUBRAK


Akhirnya pintu berhasil di dobrak.


"Cit coba lo cek ke kamar zuhra, Ki lo ke dapur, gue ke halaman belakang." ucap Rafael.


Rafael mencari di halaman belakang namun Zuhra tidak ada, rifki juga sudah mencari ke area dapur, namun tidak ada tanda tanda Zuhra ada di sana.


sedangkan Citra?

__ADS_1


"KAK, KAK RAFAEL , KAK RIFKI, ZUHRA DI SINI." teriak Citra dari arah kamar Zuhra.


__ADS_2