
"Telfonan sama siapa?" tanya Alin.
"Eh emm, e-enggak kok, yaudah, ini udah malem, mbak Alin nggak mau tidur?"
"Halah, aku tau nih, roman-romannya orang kasmaran, kamu udah punya pacar ya?" tebak Alin menunjuk wajah Zuhra yang sudah memerah.
Zuhra menggeleng, "Aku nggak punya pacar" toh memang benarkan?, dia tidak mempunyai pacar, melainkan calon suami.
"Lah tadi itu siapa hayoo, telfonan sambil senyum, cerita aja lah sama aku" ucap Alin.
"Ayo cerita Zuhra, jiwa kepoku sudah meronta-ronta" batin Alin.
"Nanti lain kali aja ya mbak, aku mau tidur, besok ada jam kuliah pagi soalnya, kamu juga mau kekantor kan?" tanya Zuhra.
"Hmm oke deh"
.
Keesokan paginya.
Zuhra sudah bersiap dengan balutan gamisnya, begitu juga dengan Alin, dia memakai baju Zuhra untuk pergi kekantor.
"Beneran ini bajunya aku pake nggak papa?"
"Nggak papa, oh ya!. Taxinya udah dateng deh kayanya. Yaudah kita kedepan yuk mbak." Alin pun mengangguk dan mengikuti Zuhra dari belakang.
"Dengan mbak Zuhra" tanya supir taxi itu. "Iya pak, alamatnya sesuai dengan yang saya bilang ya pak, pertama kita ke kampus dulu, baru nanti ke P.T. Abri corp."
Supir taxi itu pun mengangguk.
.
Sesampainya di tempat kuliah.
__ADS_1
"Mbak Alin, aku turun dulu ya, pak ini uangnya, dah mbak" Zuhra melambaikan tangan kepada Alin. "Belajar yang rajin" teriak Alin, Zuhra pun mengangguk.
"Zuhra" seseorang menepuk bahu Zuhra.
"Ya Allah, Citra kamu bikin aku kaget aja deh"
"Hehe, maaf ra, oh ya, tadi itu siapa?" tanya Citra.
"Itu mbak Alin, karyawan kantor." Mereka mengobrol sambil berjalan menuju kelas.
"Karyawan kantor...?, kok bisa bareng kamu sih?" Citra pensaran.
"Iya, semalam dia menginap dirumaku" jelas Zuhra. "Dih kamu nggak takut apa, kalo dia orang jahat gimana!, kalo dia pura-pura baik gimana?" Citra parno.
"InsyaAllah, dia orang baik kok, nanti kapan-kapan kita jalan bareng deh, sama mbak Alin"
.
Mereka memasuki kelas, disana belum terlalu banyak mahasiswa dan mahasiswi.
"Hai" seseorang berdiri di depan meja Zuhra, sambil melambaikan tangan dengan senyuman sejuta watnya. Zuhra mendongak, dia heran menatap orang yang ada di depannya ini.
Zuhra hanya menanggapinya dengan anggukan dan senyuman.
"Kemarin gue cuek banget ya sama lo, sory ya, soalnya gue lagi sebel sama bokap gue, masa gue cuman minta beliin tas, gue harus ikut meeting sih, eh malah nggak taunya, rekan bisnis bokap gue itu lo, gue gak nyangka sih"
"Ini aneh" batin Zuhra.
"Iya, nggak papa"
"eh gue bisa kan jadi temen lo, bisa dong ya kan?" dia yang tanya dan dia yang menjawabnya sendiri. Zuhra hanya diam dan tidak terlalu menanggapi Syela.
"Kita bisa foto dong, ya sebagai tanda pertemanan kita, ya nggak sih, boleh kan?"
__ADS_1
Zuhra belum menjawab apa-apa, tiba-tiba Syela dengan sigap menyalakan gawainya dan...Cekrek.
Citra yang memperhatikan mereka dari tadi, jadi ikut geram dengan tingkah Syela yang menurutnya mencurigakan.
"Eh kamu nggak bisa gitu dong, ngambil foto orang sembarangan." Citra geram dan hendak mengambil gawai Syela, untuk menghapus foto itu.
Tiba-tiba, seorang dosen masuk dan semuanya pun duduk dimejanya masing-masing, termasuk Syela.
"Huh, untung gue udah berhasil dapetin foto cewek itu, haha awas aja lo" batin Syela.
#
"Baik, bapak sudahi dulu materi kali ini, permisi" Setelah dosen pergi. Zuhra pun segera mengemasi buku-bukunya. Semua mahasiswa dan mahasiswi masih berada didalam kelas, namun berbeda dengan Syela, dia segera memasukan bukunya asal, dan melangkah keluar kelas dengan sangat tergesa-gesa.
Syela segera melangkahkan kaki jenjangnya menuju parkiran, disana dia nampak sedang menelfon dengan seseorang.
Setelah itu, dia langsung mengendarai mobilnya dengan sangat kencang. Entah kemana dia akan pergi.
.
Dan disini lah dia berada, di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, tempat itu pun sangat gelap, hanya diberi pencahayaan remang-remang saja.
"lo udah dateng rupanya" ucap Syela pada orang yang memakai pakaian serba hitam, yang berdiri memunggunginya.
"Hah tentu" orang itu berbalik.
"Oke, langsung aja, lo mau kan?" ucap Syela.
"Ya, tapi tunggu dulu, bayarannya harus sesuai dengan pekerjaan gue" ucap orang yang berpakaian serba hitam itu.
"Lo tenang aja, tapi bayarannya nanti, sesuai dengan perjanjian kita, juga, kalo kerjaan lo bener ya gue bayar, tapi kalo nggak ya...gitu deh" ucap Syela menyeringai.
"Apa lo bilang...!" orang itu tampak marah, di sebalik masker dan topi yang dia kenakan.
__ADS_1
"Haha santai-santai, gue bercanda kok. Oke langsung aja, jadi gue mau lo ikutin dia kemanapun dia pergi, jangan lupa lo harus kasih info ke gue sedetail mungkin" Syela menunjukan foto seseorang kepada orang yang berpakaian serba hitam itu.
Hmm kira-kira apa ya, yang akan dilakukan Syela...?