Zuhra

Zuhra
Eps 7


__ADS_3

Entah kenapa, malam ini Zuhra tidak bisa memejamkan mata nya, dia terus memikirkan ayah dan bundanya. Perasaanya tidak menentu. Akhirnya dia memutuskan untuk sholat tahajud dan meminta petunjuk pada yang Maha Kuasa.


Namun dia masih saja gelisah, dia memutuskan untuk pergi ke kamar ayah dan bundanya.


Tok tokk tokkk


"Ayah bunda"


Setelah mengetuk pintu beberapa kali akhirnya pintu di buka oleh ayah Abrisyam.


Sontak Zuhra langsung memeluk sang ayah yang sangat dia cintai itu.


"Hey kenapa nak? kok malam-malam gini belum tidur hm?" tanya ayah Abrisyam.


Yang di tanya hanya diam, dan menunduk,


beberapa detik kemudian Zuhra menjawab pertanyaan ayah Abrisyam dengan mata yang sudah ber kaca kaca, dan suara yang bergetar.


"A-ayah zu zuhra takut,Zu-Zuhra takut kehilangan ayah dan bunda, hiks hiks hiks" ucapnya, di iringi isak tangisannya.


Bunda Maya yang sedang tertidur, terbangun karena mendengar seseorang menangis, yang ternyata itu adalah Zuhra, putrinya sendiri. Dia lngsung terbangun dan menghampiri putri, dan suaminya itu.


"Ayah, Zuhra kenapa, nak kamu kenapa?" tanya


bunda khawatir.


"Hiks Zuhra t-takut bun, Zuhra takut


bunda dan ayah ninggalin zuhra, hhh hiks"


"Sebenarnya kenapa kamu nak, ya uda kita bicara di dalam saja ya." ucap bunda May mengajak Zuhra masuk ke dalam kamar nya.


.


"Sudah-sudah, ayah dan bunda ada di sini kok, nemenin Zuhra, sebenernya Zuhra kenapa nak?" tanya ayah Abrisyam setelah tangisan putrinya itu mereda.


"Ngga tau yah, zuhra nggak bisa tidur, zuhra selalu kepikiran ayah bunda, Zuhra khawatir, Zuhra takut, nanti terjadi sesuatu sama ayah bunda."


"Sudah nak, hanya Allah yang maha mengetahui, mending sekarang Zuhra istirahat lagi ya? besok kan kamu harus kuliah kan? yuk bunda antar ke kamar"ucap bunda.


#


Ke esokan paginya.

__ADS_1


Setelah mengerjakan rutinitas pagi nya, kini Zuhra sedang membantu bundanya menyiapakan sarapan pagi, nampak lingkaran hitam di bawah matanya, karena semalam dia kurang tidur.


Selesai sarapan, zuhra tidak langsung berangkat kuliah, karena hari ini ada kelas siang.


#


"Ra, hari ini ayah dan bunda, akan berkunjung ke rumah teman ayah, mungkin nanti pulangnya agak sore. Kamu baik-baik ya, jaga kesehatan, jangan mengeluh, ingat masih ada Allah yang akan menjaga kamu selain ayah dan bunda."


"emm, iya yah" Zuhra heran dengan pesan ayahnya, tidak seperti biasanya dia begitu.


"kalo gitu zuhra pamit kuliah dulu ya,


Assalammualaikum" pamit zuhra sambil mencium punggung tangan kanan kedua orang tuanya, serta memeluk mereka lama." seperti pelukan seorang anak, pada ayah dan bundanya yang hendak pergi jauh...?. Hmm entahlah...?


.


.


.


Sesampainya di kampus, Zuhra duduk termenung di taman kampus, sampai dia di kagetkan oleh kedatangan Citra.


"Assalammualaikum, Ra kamu kenapa? kok gak kaya biasanya si...?" tanya Citra.


"Kamu kenapa sebenernya, kalo lagi ada masalah cerita aja sama aku!''


"Enggak apa apa kok Cit" jawab Zuhra, di iringi senyum tipis yang menghiasi wajah cantiknya.


"Beneran?" yang di jawab anggukan oleh Zuhra.



Usai mata kuliah selesai, para mahasiswa dan mahasiswi ber hambur keluar kelas, termasuk Zuhra dan Citra.


"Ra, ke kantin yuk? laper nih aku." ajak Citra.


"Iya" namun dalam perjalanan menuju kantin, benda pintar milik Zuhra bergetar, menandakan ada seseorang yang menelfonnya.


"Bentar Cit, aku angkat telfon dulu"


"Kenapa? kok nggak di angkat?" tanya citra yang melihat Zuhra hanya memandangi hand ponenya saja.


"Ini dari nomer nggak di kenal, tapi coba ku angkat aja deh, siapa tau penting."

__ADS_1


'Hallo, iya dengan saya sendiri, astaghfirullah, iya saya akan segera kesana'


Seketika Zuhra terdiam beberapa saat dengan mata yang sudah ber kaca-kaca.


"Ra kamu kenapa?" tanya Citra


Tess, akhirnya luruhlah butiran kristal yang keluar dari mata cantik Zuhra.


"hiks hiks b-bunda a-yah" Jawabnya


dengan suara yang bergetar.


"Iya om sama tante kenapa?"


"B-bunda dan a-ayah a-aku kecelakaan Cit, hiks hiks, a-aku harus ke rumah sakit sekarang"


"Astaghfirullah aku ikut, biar aku aja yang nyetir motornya"


… … … …


R.S bakti farma


Sesampainya disana, ternyata ayah dan bunda Zuhra, sudah tidak bisa tertolong, ya mereka pergi meninggalkan Zuhra untuk selama-lamanya, mereka pergi di panggil sang illahi.


"Hiks hiks hiks, a- y yah b-bunda k-kenapa kkalian n-ninggalin Zzuh rra, hiks hiks hhh."


"Ra, kammu yang s-sabar ya, kamu h harus kuat, ikhlassin mereka,hiks k-kamu nggak mau kan...? liat tante sama om sedih di s sana!" Citra menguatkan sahabatnya itu.



Tidak ada kerabat yang datang, acara pemakaman itu hanya di hadiri oleh para tetangga, beberapa teman bisnis dan karyawan kantor ayah Zuhra, orang tua Citra, Citra, dan Zuhra.


Ayah zuhra tidak mempunyai keluarga, karena dia juga di besarkan di panti asuhan.


Sedangkan dari pihak keluarga bunda May, mereka sudah tidak menganggap bunda May sebagai keluarga. Karena mereka tidak setuju bunda May menikah dengan ayah Abrisyam yang notabenya adalah seorang anak yatim piatu yang tidak mempunyai apa apa.


Karena itulah, ayah Abrisyam bertekad untuk menjadi orang yang sukses, sampai pada beberapa tahun pernikahan nya dengan bunda May, dia berhasil mendirikan sebuah perusahaan kecil namun sukses.


.


Kini hanya ada Zuhra, Citra dan orang tuanya.


"hiks hiks a-ayah, bunda huhu kenapa k-kalian ninggalin Zzuhra, hiks hiks."

__ADS_1


"Zuhra sayang, sudah ya nak, kamu harus kuat, kamu harus ikhlasin mereka." ucap mama Citra menguatkan zuhra.


__ADS_2