
Setelah mengantar Zuhra pulang, Rafael langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah.
.
"Assalamualaikum. Ma-Pa" ucap Rafael yang melihat kedua orang tua nya masih nyantai di ruang keluarga.
"Waalaikum salam"
"Gimana kamu udah anter Zuhra dengan selamat sampai rumah?" tanya Linda
"Beres Ma"
Kemudian Rafael ikut duduk bersama kedua orang tua nya.
Tiba tiba Papa Abraham bersuara.
"Rafael, apa kamu serius dengan Zuhra?" tanya Papa Abraham.
"Maksud, Papa?"
" papa tau, sebenar nya kamu suka kan sama Zuhra? terlihat akhir-akhir ini kamu selalu menceritakan tentang Zuhra kepada Mama, dan Papa"
"Mungkin udah waktu nya aku jujur sama Mama - Papa " batin Rafael
"Ya, Rafa suka sama Zuhra, Rafa sayang sama dia " jawab rafael mantap
Mama Linda dan Papa Abraham saling pandang, kemudian mereka tersenyum.
"Jika kamu serius lanjutkanlah, khitbah dia, tunjukan keseriusan mu pada nya
apa kamu mengerti maksud Papa Rafael ?"
__ADS_1
"Ya, apa Papa dan Mama merestui aku dan Zuhra ?"
"Tentu saja nak, Zuhra itu gadis sholehah, dia baik, Mama setuju saja jika kamu bersama nya" ucap Mama Linda sambil tersenyum.
"InsyaAllah secepat nya nanti Rafa akan meng-khitbah Zuhra"
"Iya lebih cepat lebih baik." ucap Papa Abraham.
hening
"Yeess Mama punya mantu " celetuk Mama Linda agak teriak.
"Astaghfirullah Mama ngagetin Papa aja " ucap Papa Abraham sambil mengelus dada.
"Masih lama ma, beberapa bulan lagi, tunggu Rafa selesai nyusun skripsi dan lulus kuliah, Rafa ke atas dulu ya" ucap Rafael melangkah kan kaki nya menuju kamar.
Rafael menuju ke kamar mandi untuk menggosok gigi, Rfael menuju kasur king size nya ia berbaring menatap langit langit kamar nya.
Entah kenapa mata nya terasa berat sekali, hingga akhir nya ia pun tertidur.
Sedangkan di lantai bawah Mama, dan Papa nya masih saja membahas topik tentang Rafael dan Zuhra
#
Zuhra juga sudah terlelap di bawah alam sadar nya.
Niiamun sesekali kening Zuhra berkerut.
Di dalam mimpi nya, ia melihat kedua orang tua nya menggunakan pakaian serba putih yang sedang duduk di sebuah taman yang sangat indah.
"Zuhra sini nak"
__ADS_1
Ia pun berlari menghampiri kedua orang tua nya.
"Ayah Bunda, Zuhra kangen sama kalian " ucap Zuhra.
Namun orang tua nya tidak menggubris ucapan Zuhra.
"Zuhra, jika ada seseorang yang berniat baik kepada mu, dan kamu yakin dengan nya, terima lah dia nak" ucap Ayah Zuhra.
"Iya nak, ikuti apa kata hatimu" ucap Bunda.
Dan perlahan Ayah dan Bunda nya menghilang.
…
"Ayaaah, Nundaaa "
Zuhra terbangun dengan nafas yang tersengal sengal.
"Astaghfirullah, ternyata ini cuman mimpi" ucap Zuhra terbangun dari posisi berbaring nya dan duduk bersender di kepala ranjang.
"Apa maksud Ayah dan Bunda, apa yang harus aku terima, hmm ini kan cuman bunga tidur,"
Kemudiani ia melihat jam yang menunjukan pukul 2 malam "Lebih baik aku sholat tahajud aja" ia melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi, dia ingin ber-wudhu dan melaksana kan sholat tahajud untuk menenangkan fikiran nya yang tidak menentu.
Setelah sholat zuhra kembali melanjut kan tidur nya.
.
.
.
__ADS_1