Zuhra

Zuhra
Eps 14


__ADS_3

"Eh, waalaikum salam, " ucap Zuhra sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala, tak lupa juga rona merah di kedua pipi nya.



Ke esokan harinya, Zuhra dan Citra berangkat kuliah, lantaran dua mingguan lebih dia tidak berangkat kuliah, dan pihak kampus pun memaklumi alasan Zuhra.


Setelah materi kuliah selesai zuhra langsung pulang ke rumah nya, dia langsung bersiap-siap untuk menuju ke perusahaan ayahnya, ayah nya sudah tiada jadi mau tidak mau, dia yang harus mengelola nya.


Sedangkan Citra dia pulang ke rumah nya sendiri, nanti malam baru dia kembali ke rumah Zuhra untuk menemani nya.


Begitu juga dengan Rafael, setelah materi kuliahnya selesai, dia langsung menuju ke suatu tempat untuk berkumpul dan membahas strategi mengenai penyelidikan kecelakaan orang tua zuhra.


Kini Zuhra sedang berada di depan cermin, menatap pantulan diri nya yang mengenakan jilbab pashmina berwarna ping, gamis ping yang di sertai blazer abu abu, dan tas selempang, sungguh cocok dengan paras zuhra yang cantik itu.


"Semoga para karyawan bisa menerima ku untuk menjadi pengganti ayah di perusahaan nanti. Ayah hari ini Zuhra akan ke perusahaan ayah untuk mengecek nya, semoga Zuhra bisa mengelola perusaan ayah dengan baik." batin Zuhra


Zuhra segera ke luar rumah dan dia melihat mobil taxi yang tadi dia pesan lewat online, kenapa zuhra naik taxi? karena tidak mungkin dia ke kantor menggunakan motor, sedangkan mobil ayah nya sudah hancur pasca kecelakaan itu.


"Dengan mbak Zuhra ? " tanya pak supir


"Iya pak, Alamatnya sesuai aplikasi ya " jawab Zuhra ramah.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama kini Zuhra sudah sampai di perusahaan ayah nya. di sana dia dapat melihat tulisan Abri corp besar berwarna emas, memang perusahaannya tidak terlalu besar, namun cukup berkembang pesat.


Aaat zuhra turun dari taxi beberapa orang yang ada di luar perusahaan yang dia yakini itu adalah beberapa karyawan di kantor ayah nya.


"Permisi" ucap Zuhra sambil tersenyum ramah, lalu dia masuk ke dalam.

__ADS_1


"Siapa ya tuh orang, cakep bener"


"Engga tau, karyawan baru kali"


Bgitulah rentetan perkataan yang dia dengar, namun dia tidak menghiraukannya, dia langsung masuk dan menuju resepsionist.


Zuhra mrnuju ruang resepsionist karena dia akan menanyakan di mana letak ruang pimpinan, karena dia tidak tahu, dia tidak pernah pergi ke perusahaan Alm ayahnya, karena Alm sang ayah tidak mengizin kannya, ayahnya bilang nanti kalau dia sudah dewasa dan mengerti tentang bisnis, baru ayahnya akan mengajak nya ke perusahaan.


"Permisi, assalamualaikum" ucap zuhra pada resepsionist itu


"Waalaikum salam, ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya resepsionist itu ramah.


"Perkenalkan mbak, saya Zuhra Ghaniya Abrisyam, putri Alm pak abrisyam." ucap Zuhra yang langsung membuat sang resepsionist itu terkaget-kaget.


"A-apa eh, he mbak anaknya pak Abrisyam? " tanya resepsionis itu sekali lagi, takut dia salah dengar pikirnya.


"Saya mau tanya di mana letak ruangan Alm ayah saya" lanjut nya.


"Ada di lantai 15 mbak, mari saya antarkan" ucap resrpsionist itu ramah, sebelum mengantarkan Zuhra dia sempat memanggil temannya yang ada di kamar mandi untuk menggantikannya sebentar.


Zuhra dan resepsionist itu berjalan menuju lift, sepanjang jalan para karyawan memperhatikan mereka namun tidak berani bertanya, sampai ada seseorang wanita memakai gamis namun ketat bertanya kepada sang resepsionist.


" mbak Fitri, mau ke mana? " tanya wanita tsb


"Mau nganter mbak Zuhra " jawab sang resepsionist yang ternyata bernama Fitri .


"Dia siapa memangnya...? kok mesti di anter segala " ucap wanita itu

__ADS_1


"Udah nanti juga kamu tau, saya permisi " ucap mbak Fitri



"Maaf ya mbak zuhra, tadi ada yang nanya jadi saya harus menjawabnya " ucap mbak Fitri.


"Enggak apa-apa kok mbak " jawab zuhra tersenyum.


"Ini mbak ruangannya " tunjuk nya pada satu pintu besar berwarna coklat bertuliskan CEO.


"Iya terimakasih, oh ya mbak ruangan pak Putra, em-maksud saya sekertaris Alm ayah saya di mana ya?" tanya Zuhra, karena waktu pemakaman kedua orang tuanya, ada seseorang yang mengaku menjadi sekertaris ayahnya di perusahaan, dia bernama pak Putra, namun Zuhra lupa untuk meminta nomor handpone nya.


"Oh pak Putra, tadi pagi saya lihat dia berangkat ke kantor, mungkin saja sekarang ada di ruangan nya mbak " ucap mbak Fitri


"Ruangannya yang itu ya mbak ?" tanya zuhra kala dia melihat ruangan yang lebih kecil disamping ruangan Alm ayah nya.


"Iya"


"Oke, makasih mbak Fitri, dan maaf apa bila saya merepotkan "


"Sama-sama mbak, justru saya malah seneng nganter mbak zuhra, baik kalau begitu saya permisi" ucap mbak Fitri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2