Zuhra

Zuhra
Eps 48


__ADS_3

"Assalamualaikum ayah bunda, Zuhra datang untuk berziarah. Zuhra baik-baik saja, seperti yang ayah dan bunda lihat dari sana. Alhamdulillahnya lagi...Sekarang Zuhra sudah semester dua. Bila ayah dan bunda mendengar, Zuhra kangen sekali dengan kalian. Zuhra rindu kebersamaan kita. Tapi tidak apa-apa, masih ada Allah yang menjaga Zuhra." Dia membaca doa tahlil, setelahnya dia berucap. "Zuhra pergi dulu ya, ayah bunda, Zuhra harus ke kantor" ucapnya mencium nisan kedua orangtuanya, dengan senyum getir.


Melajukan motor maticnya untuk kembali ke rumahnya. Dia berniat untuk pergi ke kantor.


Setelah sampai di depan rumahnya, terlihat sebuah mobil. Zuhra yakin itu adalah mobil Rafael. Dan benar saja, terlihat Rafael yang sedang bersender di depan mobilnya.


"Assalamualaikum kak" ucap Zuhra yang masih berada di atas motornya.


"Waalaikum salam, Zuhra kamu nggak papa kan? Dari mana?" tanya Rafael.


"Dari makam ayah dan bunda. Aku nggak papa kok. Memangnya kenapa?"


"Aku chat dan telepon kamu dari kemarin tapi gak kamu respon, jadi aku khawatir"


"Oh iya. Maaf dari kemarin aku nggak pegang Handpone kak"


"Syukurlah." Rafael menghela nafas lega.


Zuhra melihat jam tangan yang bertengger di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 07:11 sudah dipastikan dia terlambat untuk pergi ke kantor.


"Kenapa?"


"Em ini niatnya aku mau ke kantor. Tapi..."


"Yaudah. Sekarang biar aku aja yang anter kamu ya?"


"I-iya, aku taruh motor dulu" Zuhra menyalakan mesin motornya dan memasukannya ke dalam garasi. Dia masuk ke dalam rumah untuk mengambil handponenya yang ternyata masih terpasang di Charger dari kemarin. Setelah itu, dia keluar untuk menemui Rafael.


"Ayo kak"


Rafael membukakan pintu mobil untuk Zuhra. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota Jakarta yang sudah dipenuhi oleh kendaraan lain. Untung tidak macet.


Di dalam mobil, Rafael fokus menyetir dengan Zuhra yang sedang senyum-senyum sendiri dengan Handpone yang ada di tangannya.


Dia sedang membaca beberapa Chat yang Rafael berikan kemarin.


Rafael

__ADS_1


Zuhra cuaca diluar lagi mendung ya? Cuaca mungkin boleh mendung, tapi hati kamu jangan. pukul 13:41 WIB


Tumben gak bales Chat ku.? pukul 14:00


Kamu kemana? pukul 14:39.


Dua panggilan tak terjawab. pukul 15:00


Semuanya baik-baik aja kan.? pukul 17:11


Jangan bikin aku khawatir. pukul 20:03


Zuhra pun dengan iseng menjawab pesan Rafael. Padahal Rafael sedang ada di sampingnya.


Zuhra


Aku lagi ada di dalam perjalanan menuju kantor, bersama seseorang yang kelihatannya, dia sangat mengkhawatirkanku dari kemarin. Semuanya baik-baik aja kok:)


Tak lupa juga dia memberi kabar kepada sahabatnya, Citra.


namun Rafael mengabaikannya dan memilih fokus menyetir.


Sesampainya di perusahaan Abri.Corp.


Mobil Rafael memasuki parkiran kantor tersebut.


Di dalam mobil.


"Waktu libur selama seminggu ini, pasti...kamu gunain untuk ngantor ya?" tanya Rafael.


"Iya, em memangnya kenapa?"


"gak papa. Nanti kalo udah selesai jam kerjanya. Kabarin aku ya, biar nanti aku jemput"


"Aku pulang sendiri aja, takutnya nanti merepotkan kak Rafa"


"Sstt gak ngerepotin kok. gak ada yang perlu direpotkan untuk calon istri sendiri!" Rafael membuka sealt bealt kemudian turun dari mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Zuhra. Aksi itu tak luput dari pandangan para karyawan sedang berlalu-lalang.

__ADS_1


"Makasih ya kak. Aku masuk dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" sepeninggalnya Zuhra memasuki kantornya. Rafael mengecek Handponenya. Dia tersenyum membaca pesan yang Zuhra kirim. (Aku lagi ada di dalam perjalanan menuju kantor, bersama seseorang yang kelihatannya, dia sangat mengkhawatirkanku dari kemarin. Semuanya baik-baik aja kok.)


...


"Oh jadi kedua orang tuanya sudah tiada. Oh tidaaak malang sekali nasibmu nak, ha ha ha. Akan lebih bagus lagi, jika dia gue beri kejutan yang mewah dan mendebarkan nantinya. Pastinya itu akan lebih membuatnya tampak menyedihkan hiks!...Terus awasi dia."


.......


"Pagi bu Zuhra" sapa beberapa karyawan.


"Pagi" jawabnya ramah. Dia terus melangkahkan kaki jenjangnya ke arah lift dan menuju ke ruangannya.


Setelah sampai, dia langsung duduk dan mengambil berkas-berkas penting yang harus di cek dan di tandatangani.


Tok Tok Tok


"Masuk"


"Begini bu, kebetulan sekali anda ada di sini. Ada yang ingin saya sampaikan pada anda" ucap pak Putra.


"silahkan pak"


"Perusahaan X membatalkan kontrak perjanjian dengan kantor kita bu." jelas pak Putra.


"Kok bisa begitu. Em maksud saya apa ada alasan yang jelas?"


"Perwakilan dari perusahaan mereka bilang, jika perusahaan kita ini terlalu kecil dan mereka merasa minder untuk bekerja sama dengan kita"


"Oh, kan memang seharusnya dari awal mereka sudah tau. Perusahaan ini memang perusahaan kecil dan jika mereka membatalkan kontrak dengan kita, ya terima saja pak, mungkin memang belum rezeki" ucap Zuhra.


"Persis seperti pak abrisyam dulu, bijak dan pintar dalam menanggapi suatu masalah" batin pak Putra.


"Siap. Nanti akan saya sampaikan kepada mereka. Saya permisi dulu bu" pak Putra pergi dari ruangan Zuhra.


"Ada-ada saja, aku tau jika perusahaan ini adalah perusahaan kecil. Setahuku perusahaan pak Hendrik juga termasuk perusahaan besar. Dan katanya sudah mempunyai satu cabang di kota A. Tapi pak Hendrik mau saja bekerja sama dengan perusahaan ayah, bahkan secara pribadi, dia langsung datang untuk menemuiku. Hmm sudahlah" batin Zuhra.

__ADS_1


__ADS_2