Zuhra

Zuhra
Eps 37


__ADS_3

Keesokan paginya. Zuhra sedang di dalam perjalanan menuju kampusnya. Tentu saja dia pergi bersama Rafael.


.


Sesampainya mereka di kampus, Rafael langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk mobil, dan kebetulan, Citra juga baru saja turun dari mobilnya, dia di antar oleh Supir. Dan tidak sengaja dia melihat mobil Rafael memasuki area kampus.


Betapa terkejutnya Citra, saat Rafael turun dari mobil, dan dia langsung membuka pintu mobil yang satunya lagi, deggg...! Ternyata yang turun dari mobil itu adalah Zuhra.


"Zuhra?!" batin Citra kaget, dia diam ditempat.


"Iya, nanti kalo jam kelasnya udah selesai, kabarin aku ya?, terus kita langsung ke rumah, aku juga udah bilang sama mama kalo hari ini, kamu bakal dateng ke rumahku." Rafel berkata sambil tersenyum dan membuka tasnya. Entah apa yang dia cari...


"Oke nanti kalo udah selesai, aku pasti kabarin. Kak Rafa cari apa...?" tanya Zuhra yang


melihat Rafael masih mencari-cari sesuatu di dalam tasnya.


"Aku cari ini..." ucapnya nengeluarkan jarinya yang berbentuk saranghaeyo dan mengaragkannya ke arah Zuhra.


Deggg.


Zuhra langsung memalingkan wajahnya agar tidak berhadapan dengan Rafael.


"Ahaha bisa aja kak, eh ee kak Rafa nggak masuk kelas?y-ya nggak masuk kelas? em mm nanti terlambat lho" Zuhra berusaha mengendalikan dirinya yang sedang gugup itu.


Rafael melangkahkan kakinya agar lebih dekat dengan Zuhra, namun masih ada jarak di antara mereka, dia mendekatkan wajahnya kearah telinga Zuhra. "Yaudah aku masuk dulu, jangan lupa nanti kabarin, oke calon istri?" setelah itu Rafael langsung pergi meninggalkan Zuhra yang berdiri mematung di parkiran.


Deg deg deg, Zuhra menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Sebenarnya ada yang mengamati mereka dari balik mobil, orang itu tersenyum-senyum sendiri. Orang itu adalah Citra.


Citra keluar dari persembunyiannya.


"Waaaah so sweet buanget deh" Ucap citra yang mengagetkan Zuhra.

__ADS_1


"loh? Citra? ngapain kamu di sini?"


"Harusnya aku yang tanya, ngapain kamu di sini, kenapa nggak langsung masuk kelas?, ini kan parkiran mobil, kamu bawa mobil?" tanya Citra iseng, dia ingin mengetahui jawaban sahabatnya itu, apakah dia akan betbohong atau tidak.


"Eh"


"Udah deh Ra, aku tuh udah tau, kamu berangkat sama siapa, naik apa, aku udah tau!. Mending kamu jujur sama aku deh, kamu ada hubungan apa sama kak Rafael...?, Kalian udah jadian ya? hayoo ngaku?"


"Ssstt Cit, bicaranya jangan keras-keras, nanti aku ceritain deh, tapi nggak di sini, mending kita masuk kelas aja"


"Janji ya" kata Citra memastikan.


"Iya. InsyaAllah"


Zuhra dan Citra pun masuk ke dalam kelas, ternyata di sana kelas sudah ramai, untung saja, dosennya belum datang.


Nampak bu Ranti selaku dosen masuk ke dalam kelas, dia mengecek satu persatu bangku mahasiswa dan mahasiswi, hingga dia menemukan satu meja yang masih kosong.


"Loh itu mejanya Syela bukan?" tunjuk bu Ranti pada satu meja yang masih kosong.


"Iya bu"


"Lah terus orangnya kemana...?, baru kemarin masuk kuliah, kok udah bolos!" ucapnya kesal...


"Permisi bu" ucap seseorang di depan pintu dengan nafas yang tersengal-sengal, itu adalah Syela.


"Syela, dari mana saja kamu?. Kamu sudah terlambat. Saya minta, kamu berdiri di depan kelas, dan tidak mengikuti mata pelajaran saya, kamu mengerti!?." Tegas bu Ranti


"Tapi saya hanya telat 10 menit bu"


"Tidak ada tapi-tapian." Akhirnya Syela pun berdiri di depan kelas sampai mata pelajaran bu Ranti selesai.


.

__ADS_1


Usai kelas, Zuhra dan citra langsung menuju taman kampus, mereka duduk di salah satu kursi besi.


"Zuhra, katanya mau cerita" ucap Citra


"Bentar ya Cit" Zuhra mengambil ponselnya untuk memberitahu Rafael, jika dia sudah selesai, dan menunggu di taman kampus.


"Nggak papa kali ya, aku cerita sama Citra" batin Zuhra.


"Sebenernya, aku udah di lamar kak Rafael, Cit" seru Zuhra pelan.


"AAPA, kok kamu nggak cerita...?!" Citra kaget.


"Cerita apa?" Tiba-tiba, di depan mereka sudah ada Rafael dan Rifki.


"Ini, Zuhra udah di lamar sama kak ganteng...!" Citra berkata kepada Rifki.


"Gue udah tau"


"Jadi, aku doang nih yang nggak dikasih tau? sebagai seorang sahabat, jiwaku, jiwa sedihku bangkit tau, sakit hati ini, hiks" Citra berpura-pura menangis.


"Alaaaah, lebay lo" ucap Rifki melempar kulit kacang kearah Citra.


"Gue sama Zuhra cabut, Assalamualaikum" Rafael melangkahkan kakinya menuju parkiran.


Zuhra pun mengikutinya dari belakang.


.


"Maaf, Citra udah tau, tadi pagi dia nggak sengaja liat aku turun dari mobil kamu, dia juga ngeliat aku dan kamu ngobrol di sini, jadi aku ceritain aja deh"


"Udah nggak papa kok, mending sekarang kita langsung jalan aja yuk"


Mereka menaiki mobil dan melajukannya, dengan tujuan, mereka akan ke rumah Rafael.

__ADS_1


Zuhra dan Rafael tidak tau, jika ada yang menguping pembicaraan mereka.


"Cowok itu. Ngapain dia ngobrol sama cewek itu, eh dia kan satu kelas sama gue, mereka pergi satu mobil, mau kemana ya?, apa jangan-jangan dugaan gue bener, kalo cewek itu pacarnya si Rafael...?, wah nggak bisa di biarin nih, gue harus ikutin mereka" batin Syela penasaran.


__ADS_2