" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Pov Farhan


__ADS_3

Namaku Farhan. Aku anak pertama dari pasangan suami istri milyuner di negaraku. Walaupun kami mliyuner papi tidak pernah mengajarkan kemewahan segala sesuatu yang di kerjakan harus di mulai dari nol. Ketika aku tamat SMA aku di minta papi belajar mengenai perusahaan. Karena dari kecil kami di didik dengan kerja keras bagiku itu sebuah keharusan. Adikku tidak menyukai hal hal yang berbau perusahaan milik papi. Di awalnya Adikku meminjam modal dari ayah. Dengan perjanjian dalam 6 bulan harus di kembalikan. Adikku berusaha dengan keras. Adiiku tidak mau di anggap gagal. Jadi Farid tak ada waktu untuk hang out atau pacaran karena limit waktu yang papi berikan sangat singkat.


Di perusahaan papi tidak ada yang tau kalau aku adalah penerus multivitamin kecerdasan anak. Aku hanya menjadi pegawai biasa. Pergi pagi pulang sore. Jika papi ada meeting beliau mengajak aku. Kata papi selagi aku masih muda aku harus lebih giat ketika aku tua hanya menikmati. Papi memberikan aku sebuah mobil jangan di kira aku mendapat dengan cuma cuma untuk mobil itu aku harus menaikkan angka pemasukan dalam kurun waktu 5 bulan. Aku harus jatuh bangun. Selama 5 bulan aku fokus dengan angka pemasukan. Papi tidak mempedulikan strateginya yang penting pemasukan meningkat. Jadi waktu untuk hang out atau rileks sangat sempit bahkan nyaris tidak ada.


Masalah percintaan. Aku memiliki wajah tampan orang tua memiliki harta uang melimpah ruah. Siapa yang menolak..?. Masalahnya aku memiliki mami seorang wanita dan adik perempuan yang manja. Aku tak ingin dia di sakiti makanya aku tidak menyakiti wanita. Aku tidak mau gara gara aku kesalahanku mami dan adikku menerima akibatnya. Aku juga tidak mau gara gara aku mempermainkan perasaan wanita adikku kena imbasnya. Aku sangat menyayanginya. Adikku satu satunya wanita.

__ADS_1


Mami dan papi mencurahkan kasih sayang kepada kami semua anak anaknya. Keduannya berharap bagaimana keduanya menyayangi anak anaknya begitu juga anak anaknya terhadap keluarganya.


Aku paham Pak Ujang yang menyelamatkan nyawa ayahku. Aku juga paham mereka sangat sopan di rumah kami. Mereka tak pernah lewat atau duduk di dalam rumah kami kecuali di panggil mami atau papi. Aku juga paham anaknya cantik dan pintar.


Tetapi yang aku tak paham bagaimana papi dan mami bisa menjodohkan anak Pak Ujang dengan salah satu anak lelakinya. Aku melihat anak Pak Ujang saat dia pulang dari Korea Selatan. Gadis itu kelihatan lebih cantik dari biasanya. Lebih menawan.

__ADS_1


Aku rasa semua lelaki yang memandangnya pasti jatuh hati padanya.


Aku melirik adikku. Dia masih terlena dengan kecantikan anak Pak Ujang. Aku meraba hatiku belum merasakan apapun aku tak pernah bicara atau menyapanya. Semoga papi dan mami tidak menjodohkan denganku. Aku belum ingin menikah. Aku masih ingin fokus ke perusahaan milik papi. Aku ingin menikah ketika perusahaan papi lebih maju kalaupun tidak menukik tajam setidaknya ada kemajuan sedikit.


Kisah cinta Fitrah aku tidak begitu paham. Ketika kami belum ada kesibukan seperti sekarang kami selalu berbicara dan terbuka. Karena masing masing ada bisnis dan harus fokus ke bisnis masing masing kami kurang bercengkrama seperti dulu.

__ADS_1


Masalah perjodohan aku serahkan kepada kedua orang tuaku. Aku yakin pasti mereka memberikan yang terbaik untuk anak anaknya.


__ADS_2