" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Akad Nikah dan Resepsi


__ADS_3

Fitting baju. Desaignernya yang datang ke tempat kerja kami masing masing. Uang yang bicara. Masalah baju akad nikah hingga resepsi Widi meminta agar menyewa saja alasannya setelah menikah bajunya tidak bisa di gunakan lagi. Mubazir.


Bangganya menjadikan dia sebagai istriku. Istri yang tidak selalu menuntut belanja dan ke salon. Aku tak sabar menunggu hari akad nikah. Di malam lamaran itu tentukan bahwa akad nikah 2 minggu lagi. Masalah akad nikah dan resepsi semuanya di tanggung oleh mamih. Akad nikah di adakan pagi kemudian resepsi hingga malam. Mahar juga urusan mamih. Jelang 2 minggu mamih sibuk dengan hotel dan WO. Jelang 2 minggu Widi di sibukkan dengan perawatan. Setelah menikah klinik kecantikan sudah di serahkan dengan asistennya.


2 minggu kemudian.


Fitrah sudah selesai dengan baju akad dan make up tipis. Jantungnya sedari tadi tak berhenti berdetak.

__ADS_1


Gugup dengan hafalan akad. Perasaanya campur aduk. Setelah sholat subuh Fitrah dan keluarganya sudah di hotel. Widi dan keluarganya tiba di hotel dan check in malam hari. Agar kedua orang tua Widi tidak bingung dan canggung di hotel Widi meminta asistennya untuk menemani mamak Widi. Fitrah sudah duduk di meja akad. Sudah hadir pegawai KUA dan saksi.


Akad nikah berjalan lancar. Petugas KUA meminta pengantin wanita agar duduk di sebelah kursi Fitrah karena ada penanda tanganan di buku nikah. Salah seorang sepupu Widi memanggil pengantin wanita. Widi keluar dari kamar hotel di dampingi sepupunya


Ketika Widi keluar dari kamar Fitrah memandangnya penuh kekaguman tak ada menoleh ke lain arah sedikitpun. Ia begitu mengagumi istrinya. Widi hanya menunduk malu.


Ada seseorang yang menatap pasangan pengantin tersebut dengan wajah sendu. Dia lah Farhan. Dia tak berbohong ada satu tempat di hatinya yang begitu teriris melihat pasangan tersebut tersenyum dan tertawa. Setelah menenangkan hatinya dia beranjak dari tempat tersebut.

__ADS_1


Resepsi berakhir ketika pukul 10 malam. Widi merasa tubuhnya sangat letih. Bersalaman dengan tamu dan duduk dengan risih. Fitrah bulak balik memandangnya sambil berbisik " Kamu cantik istriku..." dan " I Love U". Ya ampun malunya batin Widi. Mereka berjalan beriringan ke kamar mereka. Fitrah meraih tangan istrinya dan menggandengnya.


Setelah scan dengan key card pintu kamar terbuka.


Widi berjalan masuk kemudian melepas heelnya. Memijat pergelangan kakinya. Fitrah yang melihat dan mendekat di raihnya kaki istrinya di letakkan di pahanya mulai memijat. Widi awalnya bingung dan malu tapi dia tak memungkiri pergelangan kakinya terasa lebih baik. Widi membiarkan suaminya memijat pergelangan kakinya. Setelah memijat. Di rasa Fitrah wajahnya tidak kesakitan lagi. Ia duduk di sebelah Widi.


" Widi sekarang kau adalah istriku. Terimalah aku menjadi suamimu, sholatku masih bolong bolong maukah mengajariku agar rumah tangga kita lebih bernilai pahala..? tanyanya sambil menatap wajah Widi. Widi menatap Fitrah kemudian tersenyum dan mengangguk. Fitrah perlahan membalik tubuh istrinya agar berhadapan dengannya kemudian menikmati bibir tipis istrinya untuk pertama kali sejak mereka enjadi suami istri.

__ADS_1


__ADS_2