" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

Sementara itu Farhan menunggu Widi dengan gelisah


dia takut Widi salah paham.


Widi tak tahu kalau Farhan menunggunya. Widi masih memeriksa kerutan dan kualitas kulit wajah di client. Memberikan beberapa vitamin dan pelembab kulit. 2 jam konsultasi sekaligus menjadi rekan curhat si ibu. Widi hanya mendengar keluh kesah ibu sosialita tersebut kesan angkuhnya di awal awal tadi sirna entah kemana.


Farhan tetap setia menunggu di depan pintu masuk ruangan janji temu clientnya Widi. 2 jam kemudian Widi pun keluar bersama clientnya.


"Mas masih di sini..?.."tanya Widi. Farhan berdiri dari duduknya.


"Ya mas nunggu Widi.."


"Dia siapa Widi?..."tanya client Widi.


Widi tersenyum malu. "Calon Widi ibu..."

__ADS_1


Ibu tersebut memandang Farhan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kemudian mengangguk.


"Ibu duluan ya..."kemudian mengangguk ke arah Farhan. Farhan pun balas mengangguk.


"Hati hati ibu..." sambil mengangguk. Setelah melihat kliennya sudah menjauh. Widi menatap Farhan.


"Ada apa mas nungguin Widi..?..."


"Mas takut Widi salah paham jadi mau ngomong kalo mas ga ada hubungan apa pun dengan wanita tadi, mas khawatir Widi berubah fikiran dan membatalkan pernikahan kita...."


"Maaf bapak ibu kalau mau ngobrol sebaiknya pesan tempat tidak baik di jalan mengobrol pelayan dan tamu sedikit sulit ketika lewat di jalan ini..." jelas pihak triple X.


"Mas gimana?Widi mau pulang mau liat kakak sama adek di rumah..."kata Widi sambil berjalan keluar.


"Mas di sini dulu masih ada kerja...Widi jangan berubah fikiran, mas ga akan macam macam..."ujar Farhan ketika Widi membuka pintu mobil. Widi tersenyum.

__ADS_1


"Buktikan..."jawabnya tetap tersenyum. Widi masuk ke mobil menghidupkan mesin mobil. Sebelum meninggalkan triple X ia meklakson Farhan yang sedang berdiri memandangnya kemudian meninggalkan triple X.


Setelah Widi tak tampak lagi Farhan memasuki ruang meeting. Toni sedang berbicang dengan Winda. Melihat Farhan datang Winda langsung berdiri berjalan ke arahnya. Farhan cuek.


"Toni sudah selesai?ayo kembali ke kantor mamih sudah menunggu katanya mau membicarakan pernikahanku...."


"Mas Farhan mau nikah..?"tanya Winda kaget.


"Ya...sebaiknya kau menjauh dari boss Farhan karena di hatinya hanya ada calon istrinya..."


"Benarkah mas?.."


"Aku minta maaf tapi aku hanya mencintainya, Winda kamu cantik kamu bisa mendapatkan lebih dari aku...terima kasih untuk kerja samanya, permisi....Toni ayo ke kantor..."


Toni bangun dari duduknya membereskan dokumen

__ADS_1


memasukkan ke tas berjalan ke pintu keluar.


Farhan dan Toni meninggalkan triple X tanpa sedikit pun menoleh ke arah Winda. Winda masih shock dengan kabar pernikahan Farhan. Teringat kembali saat ia mendekati Farhan. Saat itu di bangku kuliah Winda sengaja mengambil jurusan yang sama dengan Farhan. Sengaja memilih satu ruangan dengan Farhan. Winda bingung bagaimana menyapa Farhan. Farhan dingin dengan wanita mana pun Winda sering memperhatikan dan mengikuti kemana pun Farhan pergi. Sampai kesempatan itu datang. Farhan sendirian di kantin. Winda mencoba menyapa. Farhan cuek Winda gigih terus bertanya dan mendekati. Winda pun sering ngumpul dengan teman temannya Farhan. Di gengnya Farhan hanya Winda dan dua orang lagi pacar dari temannya Farhan. Karena sudah akrab Winda mulai berani menggandeng Farhan. Farhan merasa risih kadang dia menepiskan dengan kasar. Tapi Winda tak peduli. Itu berlangsung hingga selesai kuliah. Setiap wanita yang menanyakan Farhan Winda selalu katakan kalau dia pacarnya Farhan.


__ADS_2