
Readers semuanya.....baca karya author yang lain ya
" Indonesia dan Korea.." Menceritakan singel parent dan ketiga buah hatinya menemukan cinta di Korea. Di tunggu ya semua....Terima Kasih.
Pak Farid mengusulkan untuk mengambil pembantu dari yayasan penyaluran jasa. Mereka pun melanjutkan obrolannya. Hari menjelang maghrib. Widi pun permisi kepada kedua orang tuanya. Rumah baru miliknya ada dua orang asisten rumah tangga yang mengurus rumahnya. Widi memutuskan pulang ke rumahnya. Rasanya sangat penat. Ingin segera berendam di air hangat dengan wewangian bunga.
Tak sabar rasanya menunggu kepindahan kedua orang tuanya. Berkumpul kembali dengan kedua orang tua. Bercerita dan manja kepada kedua orang tuanya.
Pelan pelan Widi kembali menabung setelah membeli sebuah mobil mewah. Widi berencana membangun klinik kecantikannya di sebelah rumahnya jadi tak perlu keluar rumah. Widi juga sudah meminta bantuan arsitek agar kliniknya lebih elegan.
__ADS_1
Dua minggu kemudian ayahnya menelepon Widi keduanya minta di jemput di rumah Pak Farid. Widi mengiyakan setelah menyerahkan klinik kepada asistennya Widi mengambil kunci mobil. Menghidupkan mesin mobil menuju rumah Pak Farid.
Setelah satu jam perjalanan sampailah Widi di rumah Pak Farid. Di Pintu gerbang Widi keluar dari mobilnya mengucapkan salam kepada security meminta agar membuka pintu gerbang. Security sudah mengenal Widi. Setelah memarkir mobilnya di halaman rumah Pak Farid yang memiliki halaman yang luas setelah di rasa aman Widi turun dari mobilnya.
Dilihatnya ada kedua orang tuanya dan pasangan suami istri Pak Farid mereka sedang minum teh dan aneka cemilan.
" Asaalamu'alaykum....." sapanya kemudian menyalami semuanya. Widi ikut bergabung dengan mereka kedua anak laki laki Pak Farid tidak kelihatan mungkin belum pulang kerja batin Widi. Mereka saling bertukar cerita. Setelah satu jam bertukar cerita Pak Ujang dan istrinya meminta maaf dan pamit kepada pasangan tersebut. Mereka menaiki mobil mewah milik Widi. Setelah itu mereka menembus jalanan menuju rumah pribadinya. 1 jam perjalanan tiba mereka di rumah, mematikan mesin mobil. Ayah dan mamaknya turun dari mobil. Ketika turun orang tua Widi memandang rumah anaknya yang berlantai 2.
Widi membawa kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah. Di dalam Widi memanggil kedua asistennya
__ADS_1
" Ati...Munah, ini kedua orang tua saya, hormati keduanya seperti kalian menghormati saya..."
Kedua asisten menyalami orang tua Widi. Mereka pun pamit ke dapur menyelesaikan pekerjaan mereka. Koper baju kedua orang tua Widi di letakkan begitu saja di ruang tamu. Kemudian Widi membawa keduanya berkeliling. Tiba di tanah yang diberikan Widi kepada ayahnya. Ayah masih mempertimbangkan apa yang di rencanakan di tanah itu. Ayah akan bicara dengan mamak bagaimana baiknya. Widi tersenyum. Mereka kembali ke rumah Widi. Orang tua Widi meminta kamar di lantai 1. Ga kuat setiap hari harus naik turun tangga. Widi hanya tersenyum.
Jam menunjukkan pukul 12 siang. Widi merencanakan mereka akan makan bersama. Meminta asistennya untuk menyiapkan makan siang.
Widi meminta asistennya masak menu kesukaan ayah dan mamaknya.
Keluarga kecil itu berkumpul di ruang makan. Di sela sela makan ayah widi membuka percakapan.
__ADS_1
" Naak usiamu sudah 26 tahun, apa kau sudah memiliki calon suami?Menikahlah Widi...siapapun calonnya selama ia menyayangimu seperti kami menyayangimu itu sudah cukup harta bisa di cari jangan fikirkan kami, kami hanya ingin menghabiskan waktu dengan cucu kami....."