" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Pengantin Baru


__ADS_3

Sayang kamu lagi masa subur waktu yang baik untuk menanamkan benih fitrah junior...." bisik Fitrah di telinga Widi kemudian menjilat telinganya. Wajah Widi merona. Spontan Widi menjauhkan tubuhnya. Fitrah tertawa. Widi mengambil baju dan underware memakainya di kamar mandi.


Di kamar mandi sambil memakai baju Widi mengomel. " Bisa bisanya dia bicara seperti itu....memalukan " batin Widi.


Setelah selesai Widi keluar dari kamar mandi mereka melaksanakan sholat berjamaah. Setelah sholat berjamaah. Fitrah mengajaknya tidur lelah seharian menjadi pajangan para tamu. Di tempat tidur Fitrah memeluk istrinya.


" Kau harus terbiasa seperti ini, mulai malam ini dan seterusnya, aku akan tidur dengan memelukmu dan aku akan membuatmu terbiasa hingga kau tidak akan bisa tidur tanpa pelukanku..." bisik Fitrah.

__ADS_1


Fitrah tahu tubuh Widi sudah menegang. Ia memeluknya dan mencium kening Widi karena letih pasangan tersebut tertidur sambil berpelukan.


Pagi menjelang Widi terbangun samar ia menatap sekeliling. Hingga pandangannya tertuju pada suaminya. Malu itu yang dirasakan Widi. Akhirnya dia bangun berwudhu membangunkan suaminya. Mengguncang bahu suaminya.


" Mas...mas...bangun sholat subuh.." bisiknya.


" Sayang...bangun kalau tidak bangun aku akan menyelesaikan malam pertamaku pagi ini dan kita tak butuh sarapan..."

__ADS_1


Mata Widi melotot. Kaget. Ia langsung bangun dan terduduk. Ketika duduk mencium nikmat aroma sarapan. Widi bangun mengarah ke sarapan. Sejenak ia melupakan suaminya. Fitrah masih memperhatikan tingkah istrinya yang kelaparan. Widi mengambil piring mengambil nasi dan meletakkan di piring. Setelah mengambil nasi ia menatap suaminya.


" Mas sini kita sarapan...." Widi tersenyum. Fitrah masih mengagumi istrinya tanpa mengenakan hijab


istrinya terlihat lebih cantik dengan rambut lurus hitam lebat sepingganggnya. Kulit kuning langsat khas Korea. Fitrah berjalan mendekat ke arah Widi. ******* bibir istrinya. Widi terlena. Mereka berhenti saling menikmati terdengar suara protes dari perut Fitrah. Keduanya tertawa Widi menyerahkan piring yang berisi nasi ke arah Fitrah. Fitrah mengambil piringnya dan menyebutkan beberapa menu yang di inginkannya dan Widi yang mengambilkan. Widi mengingatkan Fitrah agar membaca doa sebelum makan. Setelah berdoa keduanya makan dengan lahap. Selesai makan Fitrah menelepon pihak hotel agar mengambil peralatan makan dan sisa makanan.


Fitrah juga memerintahkan Widi agar memakai hijabnya karena pihak hotel akan mengambil peralatan makan dan sisa makanan. Tak lama pegawai hotel datang membersihkan peralatan makanan dan sisa makanan setelah di lihatnya bersih pegawai tersebut pamit kembali ke dapur.

__ADS_1


Setelah kepergian pegawai hotel tersebut Fitrah menarik Widi agar duduk di pangkuannya. Fitrah menanyakan apa mereka di kamar terus atau pergi ke suatu tempat atau honeymoon ke bali. Widi diam akhirnya ia memutuskan untuk jalan jalan bersama suaminya.


__ADS_2