" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Setelah Akad 2


__ADS_3

Widi pun bangun. Fitrah bangkit memakai celananya.


Widi tak berani memandang suaminya masih malu.


Fitrah pun mandi wajib. Berwudhu. Membasuh seluruh tubuhnya. Selesai. Keluar dari kamar mandi memakai baju yang rapi kemudian sholat berjamaah.


Setelah menunaikan sholat subuh. Widi berjalan ke tempat tidur tubuhnya terasa lelah dan mengantuk.


Tubuh terjatuh begitu saja ke tempat tidur. Fitrah yang melihatnya merasa iba. Berjalan menyusul istrinya. Mulai memijat. 5 menit kemudian terdengar dengkuran halus Fitrah mengambil selimut kemudian menyelimuti istrinya. Setelah di rasa istrinya nyaman Fitrah meraih telepon memesan sarapan pagi dan cemilan untuk istrinya serta beberapa jus. Fitrah melihat jam di hand phonenya. Masih pukul 05.45 ia pun masuk ke selimut memeluk istrinya dan ikut terlelap.


Jam 7 pagi pintu di ketuk pegawai hotel, ia mengantar pesanan sarapan pagi. Seperti biasa Fitrah yang membawa sarapan masuk ke kamarnya. Kemudian membangunkan Widi. Fitrah memaksa Widi bangun agar sarapan bersama mengisi energi. Widi pun bangun. Saat sarapan Fitrah membuka percakapan.


" Sayang....kita sudah menikah aku ingin memiliki rumah sendiri hanya ada kita berdua..bagaimana menurutmu?..."


" Kalau tinggal di rumah ku bagaimana? Karena Ayah dan mamak akan pulang kampung menghabiskan masa tua di sana...."

__ADS_1


" Aku ingin...kita berdua yang design dan kita tinggal berdua, rumah yang sekarang di tempati jadikan mess pegawai di lantai 2 dan rumah yang akan kita tempati kita buat rumah cantik pusat....Bagaimana?.."


" Baiklah...aku setuju sementara tinggallah di rumahku sambil kita mencari lokasi dan design..."


Pasangan tersebut melanjutkan sarapan paginya.


Widi makan dengan lahap.


" Apakah kau masih letih? Apa perlu kita menambah hari di hotel..?.." tanya Fitrah.


" Baiklah,... selesai sarapan kita bersiap pulang ke rumah..."


Setelah sarapan keduanya bersiap keluar dari hotel.


Sepakat ke rumah Widi terlebih dahulu. Widi tampak anggun dengan gamis merah soft, jilbab lebar, kaca mata hitam dan sneakers. Fitrah tetap menggandengnya. Seperti biasa petugas valet mengeluarkan mobil dari parkiran. Fitrah mengemudi santai Fitrah menanyakan alamat Widi. Padahal mamih sudah memberitahukan alamatnya. Seakan dia tidak tahu. Tiba di rumah, Widi menoleh ke rumah cantik sudah banyak client batinnya melihat banyaknya kendaraan yang terparkir. Widi masuk ke dalam rumahnya di lihatnya ayah dan ibu sedang minum teh dan beberapa cemilan.

__ADS_1


" Assalamu'alaykum...." sapanya.


" Wa'alaykumsalam..." jawab keduanya.


" Kalian istirahatlah di kamar.....kalau sudah segar ayah dan mamak mau bicara..."


Widi berjalan ke lantai 2 di belakangnya Fitrah berjalan dengan membawa koper.


" Widi apa aku harus membeli baju untuk di sini..?.."


" Ga perlu mas, besok kita ke rumah mamih ngambil keperluan mas, jadi ga bulak balik..." jawab Widi tanpa melihat suaminya dia masih membereskan baju Fitrah yang di koper. Fitrah tidur tengkurap di tempat tidur. Setelah membereskan pakaian Fitrah.


Ia mengikuti suaminya istirahat di tempat tidur. Fitrah


merasa istrinya sudah di tempat tidur ia mendekat dari arah samping memeluk istrinya. Mulai memberikan ciuman kecil di tengkuk istrinya. Widi mulai kegelian dan merinding. Tak tahan lagi ia berbalik menatap Fitrah dengan wajah serius semenit kemudian Fitrah menggelitikinya tawa keduanya pecah. Kesempatan itu tak di sia siakan Fitrah. Dengan cepat ia membuka baju dan celana panjangnya serta underwarenya. Kembali terjadi penyatuan cinta yang telah halal. Fitrah sengaja melakukannya sesering mungkin ia ingin secepatnya memiliki anak dengan Widi.

__ADS_1


__ADS_2