
Di mobil semua seperti tak ada yang terjadi. Di penuhi canda tawa dengan tingkah si kembar. Tiba di rumah kembali berkumpul di ruang tv. Mengobrol dan bercanda kembali.
Maghrib pun tiba. Semuanya berwudhu sholat maghrib berjamaah. Widi kembali mendoakan Fitrah.Setelah sholat maghrib Widi gantian menjaga anak babysitter sholat maghrib. Tak lama azan isya berkumandang Pak Farid dan Farhan sholat maghrib di masjid komplek. Setelah sholat isya semuanya kembali tidur demikian juga dengan Widi dan si kembar mungkin karena lelah sore tadi jalan jalan mereka terlihat sangat lelap.
Paginya Widi sibuk dengan si kembar. Sebelum kerja Farhan terlebih dahulu menggendong si kembar yang berebut minta gendong. Mamih hanya menggeleng begitu manjanya cucunya dengan Farhan. Pagi itu mereka sarapan pagi bersama. Selesai sarapan papih dan Farhan tinggallah mamih dan Widi.
" Widi mamih harap segera bicarakan dengan kedua orang tuamu, mamih akan minta jawabannya 2 minggu lagi mamih sudah tahu apa jawaban Widi..."
Widi mengangguk kemudian menyalami mamih kembali ke rumah, pagi tadi mereka menghubungi Widi katanya mau datang ke rumah. Kebetulan batin Widi.
Mobil perlahan meninggalkan rumah mamih menuju rumah Widi. 1 jam 30 menit Widi tiba di rumah setelah mengucapkan terima kasih Widi masuk ke dalam bersama si kembar dan babysitter. Ternyata mamak dan ayah sudah di rumah.
" Mamak...Ayah ..." Widi memeluk keduanya. Keduanya menyambut pelukan Widi.
" Mak...ayah ada yang mau Widi ceritakan..."
Widi pun menceritakan lamaran mamih. Mamak dan ayah mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
" Sebenarnya mamih beberapa hari yang lalu menjumpai ayah meminta kamu menjadi istrinya Farhan, ayah jawab apapun keputusan kamu itu juga keputusan orang tua ini...."
" Kalo menurut mamak gimana?..."
" Sejauh yang mak liat Farhan baik, sedikit pendiam sebenarnya dia baik. Mak lihat juga dia menyanyangi sikembar, menikahlah dengannya mak merestui....kalau pun kamu tidak memilih dia belum tentu orang itu menyayangi si kembar seperti Farhan menyayangi si kembar...sholatlah minta Allah agar memberikan yang terbaik..."
" Baiklah mak...widi ke rumah cantik dulu...nanti akan Widi pertimbangkan..."
" Mak...ayah ..kalau mau apapun minta sama si mba di belakang..."
Seminggu berlalu
Hari ini Widi dam mamih sudah janjian akan bertemu di tempat makan favorit mamih. Membicarakan masalah lamaran Farhan. Tiba di rumah makan ada mamih dan papih. Mereka makan sambil bercerita kadang tertawa. Setelah selesai makan mamih kembali menanyakan jawaban Widi.
"Jadi apa jawaban Widi...?..."tanya mamih.
"Widi menerima Farhan menjadi papa untuk sikembar mih..."
__ADS_1
Mamih dan papih tertawa bahagia. Terbayang bagaimana bahagianya Farhan.
Sementara itu di tempat Fitrah.
Farhan bulak balik melihat hand phonenya menunggu kabar dari mamih. Tak sabar rasanya antara di terima dan di tolak itu yang membuatnya gelisah.
Di tambah lagi ketua divisi memberikan laporan belanja pegawai ternyata berbeda yang di berikan asistennya.
Farhan melempar laporan tersebut ke atas meja. Berkacak pinggang.
" Tem...."
Drrttttt drrrtttt drtttt
Farhan mengangkat hand phonenya. Seketika wajahnya berubah cerah. Menutup teleponnya. Tertawa. Ketua divisi menatap herannya bos besarnya. Farhan berjalan keluar ruangan memerintahkan Toni melanjutkan rapatnya.
Farhan keluar menuju tempat mamih dan papih. Widi sudah pulang ada janji dengam client.
__ADS_1