" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 05.30 pagi. Widi terbangun karena alarm yang di stelnya tadi malam. Widi menjulurkan tangannya meraih hp dan mematikan alarm nya. Matanya berkedip kedip. Kesadarannya belum pulih sempurna. Perlahan Widi duduk menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur. Widi Melihat Farhan yang masih memeluk kakinya. Karena pelan pelan Widi bangun Farhan tidak menyadari kalau Widi sudah duduk bersandar di kepala tempat tidur. Widi pun meraih jubah mandi yang terlipat rapi di nakas sebelah tempat tidurnya.


Widi mengingat kejadian semalam. Tersenyum. Dengan pelan agar tak membangunkan suaminya Widi turun dari tempat tidurnya. Ketika akan berdiri tangannya di pegang Farhan. Dengan mata terpejam Farhan bertanya pada Widi.


"Mah kemana..?"mata Farhan mulai terbuka dan duduk bersandar di kepala tempat tidur. Widi yang sudah memakai jubah mandi kembali duduk bersandar di kepala tempat tidur.


"Mah..ga perlu repot repot menyiapkan sarapan, tak perlu membereskan rumah, atau pekerjaan lainnya papah menikahi mamah untuk hidup bersama, senang bersama, susah bersama dan membuat hidup papah berwarna dengan anak anak kita biarkan asisten rumah tangga yang bekerja...ayo kita mandi, sholat subuh dan tiduran kembali..."menggendong tubuh Widi membawanya ke kamar mandi. Setelah bermesraan di kamar mandi keduanya keluar dari kamar mandi memakai baju sholat subuh berjamaah. Setelah sholat subuh keduanya tiduran sambil bercengkrama. Ketika waktu menunjukkan pukul 07.30. Suami istri tersebut keluar dari kamar. Widi terlihat cantik dengan gamis biru dan hijab biru muda. Keduanya turun tangga dengan Farhan memeluk bahu Widi. Dari tangga tampak mamih sedang sarapan.


"Mamih kapan datang...?"tanya Widi sambil mengambil piring untuk Farhan mengambil nasi dan meletakkan di piring Farhan. Mengambil gelas menuangkan teh panas ke gelas dan meletakkan di sebelah piring Farhan. Widi juga mengambil piring mamih mengambil nasi dan beberapa lauk lainnya.

__ADS_1


Mamih menerima piring dari Widi dan menyuapkan ke mulutnya.


"Uda 30 menit mamih di sini...kalian kenapa lama sekali turunnya..?"protes mamih. Sambil terus makan. Farhan dan Widi hanya tersenyum. Tak membalas ucapan mamih.


"Mamih datang mau menanyakan kapan resepsinya?Mamih harap secepatnya. Widi juga sudah hamil ntar di kira orang Widi hamil duluan lagi nanti di undangannya mamih cantumkan tanggal akad nikah kalian..."


Farhan dan Widi saling berpandangan.


"Gini aja deh....kalau Widi ga sanggup, istirahat di kamar hotel.."

__ADS_1


Widi hanya diam. Tapi dalam hatinya sangat bahagia mamih dan suaminya sangat menyayanginya. Semua makan dengan lahap. Sesekali mengobrol dan bercanda. Farhan sesekali menyuapi Widi.


Setelah sarapan Farhan bersiap ke kantor. Mamih di rumah Widi menunggu kedatangan Wedding Organizer. Sesudah sarapan Farhan menelepon WO.


Untuk resepsi semua ia serahkan kepada Widi dan mamih. Farhan hanya menyiapkan dana.


WO yang di tunggu tiba. Mamih dan Widi berdiskusi


untuk menyiapkan resepsi yang akan di adakan 2 minggu lagi. Mamih juga mengingatkan Widi agar sebelum resepsi mengkonsumsi vitamin dan penguat janin. Agar lebih nyaman ketika resepsi.

__ADS_1


Widi mengangguk setuju. Mamih juga akan bicara dengan Farhan agar ia yang mengantar Widi ke dokter kandungan. Mamih akan menelepon mamak dan ayah Widi untuk memberi tahu kapan resepsi anaknya. Setelah diskusi selesai tim WO pamit kembali ke kantornya. Mamih langsung menelpon mamak dan ayah agar ke rumah Widi mamih akan menunggu. Agar mamak dan ayah tak kaget mamih memberi tahu lebih dahulu mereka akan membicarakan resepsi Widi dan farhan.


__ADS_2