" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Ending


__ADS_3

Tiba di rumah, dengan terburu Farhan mandi dan mengganti baju. Setelah itu ia kembali ke rumah sakit


rasanya tidak nyaman meninggalkan istri dan anaknya terlalu lama di rumah sakit. Setelah di anggapnya selesai dengan terburu ia berjalan menuju mobilnya. Farhan membawa mobil dengan kecepatan sedang. Setelah 1 jam perjalanan tiba di rumah sakit.


Ketika ia berjalan ke ruangan istrinya Farhan mendengar lengkingan tangis bayi. Farhan mempercepat langkahnya.


"Assalamu'alaykum...."sapanya.


"Wa'alaykumsalam....."semua yang di ruangan menjawab. Bayi lelakinya masih menangis.


"Coba papah yang gendong mungkin anaknya diam..."ujar Widi Farhan pun mendekat menggendong bayi. Dengan bimbingan mamih dan mamak Widi. Farhan berhasil menggendong anak bungsunya. Bayi lelaki itu pun terdiam kemudian tertidur. Mamih dan mamak Widi tertawa melihat cucunya. Farhan sangat bahagia. Tetapi tidak dengan si kembar.


hiks...hiks hiks

__ADS_1


"Eh kenapa?kok nangis.."tanya mamak Widi sambil berjongkok di hadapan si kembar.


"Papah dah ada adik bayi nanti ga sayang kakak sama adik huaaa..."tangisnya meledak dengan suara yang melengking. Semua yang di ruangan Widi tertawa. Farhan tertawa ia mendekat dan menggendong keduanya. Mencium pipi gembul keduanya.


"Papah janji tetap sayang kakak dan adik..."


Kemudian mencium perut gendut keduanya bergantian. Si kembar tertawa. Semua yang di ruangan tertawa.


Tok tok tok


"Selamat pagi semua....Saya dokter Naila..Ibu Widi bagaimana hari ini? merasa lebih baik..?" tanya dokter Naila ramah.


Widi mengangguk. "Alhamdulilah..."jawabnya.

__ADS_1


"Baiklah...saya akan melakukan prosedur kesehatan sebelum ibu pulang.."Dokter Naila mengecek tekanan darah dan beberapa prosedur kesehatan.


Semua yang di ruangan memperhatikan apa yang di lakukan dokter Naila dan asistennya. Setelah melakukan semua prosedur asistennya mengangguk dan tersenyum.


"Ibu Widi semua berjalan lancar, bersyukur ya bu...Ibu dan anak sehat, Pak Farhan selamat atas kelahiran putranya....Istri bapak sudah bisa pulang tugas saya sudah selesai saya pamit ya bapak ibu...."ujar dokter Naila ramah. Setelah pamit ia pun keluar dari ruangan Widi.


Mamak Widi dan mamih bersiap membereskan perlengkapan Widi dan perlengkapan bayi. 2 mobil sudah menunggu di pintu masuk rumah sakit supir sudah menunggu di lobby. Widi pun sudah memakai gamis, hijab dan kaus kaki. Wajahnya di biarkan polos tanpa sentuham make up dan lipp gloss. Di mata Farhan Widi masih tetap cantik. Farhan lebih menyukai Widi seperti itu. Mereka pun keluar ruangan ternyata di luar ruangan Direktur sudah menunggu. Ia menyapa mamih dan semuanya. Mamih menjawab sapaan Direktur dengan ramah. Widi sebenarnya sudah bisa berjalan seperti biasa tapi Farhan tidak mengizinkan ia lebih memilih menggendong istrinya seperti pengantin baru. Widi malu Farhan cuek sesekali ia memberikan senyuman tampannya untuk istrinya. Widi membalas senyuman suaminya dengan wajah memerah menahan malu.


Mamih dan mamak Widi menanggapi dengan senyum. Farhan berjalan di depan dengan menggendong Widi. Di lobby Farhan memanggil supir agar membawa perlengkapan Widi dan anaknya. Supir mengangguk berjalan menuju ruangan Widi untuk mengambil perlengkapan.Si kembar dengan mamak dan ayah. Mamih dan papih bergantian menggendong cucu laki lakinya. Semua memancarkan rona bahagia.


**TAMAT


Alhamdulillah akhirnya selesai...Terima kasih readers semua yang telah membaca dari awal hingga akhir. Terima kasih telah memberikan vote, like dan komennya. Author mohon maaf bila penulisannya banyak kesalahan mohon maaf juga bila ada part yang kurang menyenangkan. Sekarang author fokus

__ADS_1


novel "Kamu...iya kamu" ketemu semua di sana ya...


Terima Kasih**.


__ADS_2