
Widi menghitung uang tabungannya. Untungnya mata uang korea lebih tinggi dari rupiah jadi uangnya bisa Widi olah untuk membangun gedung. Tahap pertama Widi akan menyewa ruko di design agar kelihatan mewah. Ruko itu akan Widi sewa hingga 5 tahun atau tujuh tahun. Setelah dananya terkumpul Widi akan membangun rumah di sebelah klinik kecantikannya.
Planning. Planning panjang yang harus di wujudkan. Selama Widi magang di klinik kecantikan elit tersebut dia menggali informasi sebanyak banyaknya untuk bekal impiannya. Alat kecantikan, promo, produk dan tenaga kerja. Bagaimana mengelolanya agar mencapai titik tertinggi. Sembari kuliah Widi terus mencari strateginya. Dengan pertimbangan dengan dana yang ada.
4 tahun berlalu.
Saat wisuda Widi menelepon kedua orang tuanya memohon maaf dengan tangis belum bisa mendatangkan kedua orang tuanya. Orang tua Widi menangis terharu. Mereka menghibur dan menenangkan Widi. Namun dalam hati paling dalam Widi berjanji akan membalas setiap air mata yang jatuh dengan kesuksessan.
Setelah wisuda magang pun selesai. Widi memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Widi sudah mengambil keputusan bulat untuk klinik kecantikannya. Uang tabungan yang dia kumpulkan dari hasil menabung dari magang dan kerja sambilan di sela sela penulisan tugas akhirnya. Yang paling di syukuri nilai tukar mata uang korea dan rupiah sangat jauh berbeda.
Hari ini kepulangannya ke Indonesia. Widi sekarang bukanlah Widi yang dulu. Pakaian tetap tertutup namun model lebih modern dan kekinian. Hijab masih syar'i dengan aksesoris kaca mata coklat model baru menambah gayanya lebih keren. Widi menelepon meminta ayahnya menjemputnya di bandara. Tiba di bandara Indonesia ia memandangi keliling bandara untuk mencari orang yang sangat di rindukan. Ayah.
__ADS_1
Tiba tiba ada suara yang memanggilnya.
" WIDI......"
Widi menoleh mencari asal suara.
" AYAAAAAAHHH...."
Widi memeluk ayahnya sambil terisak. Menghilangkan kerinduan selama 4 tahun. lama Widi melepaskan pelukannya. Ayah memandangi Widi.
" Nggak ayah Widi akan berkarier di sini, Indonesia. ..".
__ADS_1
Widi menoleh ke arah Pak Farid. Mendekat dan menyalaminya.
" Bapak apa kabar..?..." tanyanya.
" Alhamdulilah sehat Widi.... ayo kita makan malam di dekat dekat sini..."
Mereka berjalan beriringan. Seperti biasa ayahnya mengendarai. Pak Farid duduk di sebelah Pak Ujang. Widi duduk di kursi belakang. Mereka mengobrol apa saja sesekali terdengar suara tawa mereka. Di perjalanan Pak Farid menelepon istrinya agar membawa istri Pak Ujang sekalian makan malam di resto X. Pak Farid dan Pak Ujang menunggu di sana. Pak Farid tidak menceritakan bahwa ada Widi di rumah makan tersebut.
Ketika Ibu Farid dan istri Pak Ujang tiba. Ibu Farid keheranan melihat seorang wanita muda yang sangat cantik tapi kenapa mirip Widi batin Ibu Farid. Ibu Farid juga keheranan melihat mereka tertawa akrab. Apa suaminya selingkuh batinnya. Hatinya terus bertanya tanya. Ketika dia mendekat.
" Widi...." panggilnya. Widi menoleh di lihatnya ibunya. Widi bangun lalu memeluk ibunya tangisnya lagi lagi pecah. Tangis Ibu Widi juga terdengar terisak. 4 tahun tak melihat wajah putri yang dia rindukan.
__ADS_1
Widi melepas pelukannya. Ketika melihat ibu Farid dia mengangguk Widi memeluk ibu Farid.
" Terima kasih ibu....terima kasih untuk semuanya..." bisik Widi lirih. Ibu Farid mengangguk kembali memeluk Widi. Widi melepas pelukannya. Tersenyum. Lalu mereka makan malam.