" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Insting Seorang Ibu


__ADS_3

Setelah berdiskusi Widi memutuskan untuk memberi kesempatan terlebih dahulu. Keesokannya paginya Widi menjemput Ibu dan anak tersebut. Setelah memberikan kamar dan dapur di belakang Widi ke toko untuk membelikan baju untuk Ibu dan anak tersebut. Ketika Widi memberikan perlengkapan ibu tersebut memeluknya sambil menangis. Widi hanya meminta agar ibu tersebut menjaga kebersihan ruko dan menjaga agar tidak tercium bau yang tidak sedap. Ibu itu mengiyakan.


Jadi di ruko tersebut tinggal Widi serta Ibu Yatni dan anaknya Dion. Bocah kecil tersebut memiliki wajah ganteng dan menggemaskan karena keadaan ibu dan anak tersebut memakai baju lusuh. Setelah Widi membelikan baju yang layak. Dion terlihat lebih ganteng dan menggemaskan. Jika ada rezki lebih Widi membelikan Dion vitamin penambah berat badan. Dion yang berusia setahun kelihatan lebih berisi dan pintar. Dion memanggil Widi aunty Widi. Besok Widi berencana pamit kepada Ibu dan Bapak Farid Widi akan tinggal di rukonya. Widi juga bersyukur rumah cantiknya semakin lama semakin banyak pengunjung.


Widi menyulap lantai satu untuk tempat perawatan. Sedangkan lantai 2 Widi menyulap menjadi 2 kamar. Dengan kamar Bu Yatni di lantai satu. Lantai dua tempat privasi Widi. Di saat keletihan ia beristirahat di kamar tersebut.


Pagi hari di hari minggu Widi memutuskan mengunjungi kedua orang tuanya sekalian pamit dengan keluarga Pak Farid. Dengan menaiki taxi online Widi menuju rumah Pak Farid. Sampai di gerbang membayar ongkos taxi Widi berjalan masuk dari samping jalan yang biasa dulu lalui sambil memandang kiri dan kanan tak ada yang berubah.


" Assalamu'alaykum....." ucap Widi menyapa ibunya yang sedang memasak untuk keluarga Farid.


" Wa'alaykumaalam..." jawab mamak Widi.


Ibu Widi memeluk anaknya erat melepas rindu. Widi membalas pelukan Ibunya.

__ADS_1


" Widi mau pamit mak....mau tinggal di ruko mamak sabar di sini ya setahun lagi insyaallah Widi jemput kita bisa tinggal bersama dengan Ayah..." ucap Widi berbisik. Ibu Widi mengangguk penuh haru.


" Eeeehh menantu ibu datang..." sapa Bu Farid. Baru masuk ke dapur. Tadinya Ibu Farid mau minum melihat Widi dia pun menyapanya. Widi tersenyum malu. Bu Farid Memeluk Widi.


" Ada yang mau Ibu tanya.... yang buka " Rumah Cantik Widi " itu kamu..?"


" Iya Ibu...." jawab Widi sopan.


" Ibu mau lah...kapan Widi ada waktu? Ibu mau ke sana...?.."


" So sweeet memang Ibu ga salah pilih menantu..." jawab Bu Farid sambil tertawa.


Widi ikut tertawa. Ibu Widi tersenyum kemudian melanjutkan masaknya. Ibu Farid terus mengobrol dengan Widi.

__ADS_1


" Mah.....Fitrah ke......." Fitrah tak melanjutkan kata katanya ia tertegun menatap Widi. Widi menunduk.


Ibu Farid yang melihat keduanya tersenyum. Dia tahu anaknya sering menatap Widi.


" Fitrah...." panggil Ibu Farid.


Fitrah terkejut. Menoleh ke arah Mamanya.


" Mah Fitrah mau keluar...Mamah mau pesan apa..?"


tanya Fitrah.


" Nanti kalo ada yang kepingin Mamah telepon deh...Widi ga di tanyain mau pesan apa...?...tanya Bu Farid menggoda. Wajah Widi merona menahan malu.

__ADS_1


" Tidak bu terima kasih...." jawabnya cepat.


Widi tidak pernah dekat laki laki kecuali Ayahnya. Jika Widi menyukai seseorang Widi menahan perasaannya. Mana ada yang mau dengan anak supir dan asisten rumah tangga fikirnya. Kemudian Widi fokus dengan kuliahnya. Sebelum pergi Fitrah kembali menoleh ke arah Widi. Widi masih di posisi menunduk. Ibu Farid yang melihat adegan tersebut memiliki insting sebagai Ibu.


__ADS_2