
Fitrah pun mendatangi mamih meminta maaf sambil menangis sejak saat itu Fitrah tak pernah pacaran lagi. Fitrah akan menikah jika mamih yang memilihkan istri untuknya.
Seakan menjadi obat bagi Fitrah sejak di khianati mantan kekasihnya dia tidak pernah lagi pacaran, Fitrah semakin patuh dengan kedua orang tuanya.
Saat mereka berkumpul di ruang tv.
" Fitrah...Fitrah kamu mau kan jadi suami Widi? kalau mau mamih comblangi deh ..."
Fitrah menanggapi dengan tertawa.
" Mamih tahu loh...setiap dia datang kamu pandangi dia melalui jendela, makanya mamih mau jodohin kamu dengan Widi soalnya kalo dia datang kamu yang heboh hihihi....mamih jadi ingat ekapresi kamu kalo Widi datang..."
Tebakanku benar kami mencintai satu wanita batin
Farhan. Selanjutnya dia diam hanya menjadi pendengar. Dengan hati ya g sedikit perih.
Mamih dan papih menertawakan Fitrah, yang di ketawain hanya ikut tertawa malu dengan wajah memerah. Farhan hanya tersenyum baginya kumpul keluarga seperti ini membuatnya bahagia.
" Papih Fitrahnya sudah mau kita ngobrol dulu sama orang tuanya Widi kita buat janji ya...."
Ibu Farid meraih ponselnya. Speaker hand phonenya.
Tuut....Tuut....Tut...
" Assalamu'alaykum...." suara Widi lembut.
" Wa'alaykumsalam....Widi lagi ngapain nak?..."
__ADS_1
" Di ruang tv nonton dengan mamak dan ayah...ibu lagi ngapain?..."
" Sama...lagi ngobrol juga...oya sampaikan dengan ayah dan mamak ibu besok silaturahmi ke rumah Widi..."
" Ibu dan bapak makan di rumah Widi ya, Widi masakin loh..."
" iihh gemesh ibu dengan calon mantu uda cantik pinter masak...mau ya jadi mantu ibu...."
suara tawa terdengar.
" He he he ibu bisa aja, besok jam berapa bu? Jadi Widi bisa cepat di rumah..."
" Kayaknya jam 20.30 deh...."
" Widi tunggu ya bu jangan sampe batal..."
" Iya Wid sampe ketemu mesok malam...assalamu'alaykum..."
Suara hand phone di tutup. Ibu Farid tersenyum kebar sejenak kemudian berubah serius.
" Fitrah kalo Widi sudah punya calon gimana Fitrah..?"
" Ya ga jodoh mih, mamih cari aja yang menurut mamih baik...aku ga mau pacar pacaran mih capek...maunya langsung nikah..."
" Mamih usahain deh..."
Ibu Farid mengangkat dagunya tersenyum penuh strategi. Suaminya yang memandangnya paham apa yang akan di lakukan istrinya. Mengangkat dagu fokus kembali dengan acara tv. Farhan cuek dia fokus dengan harga saham melalui hand phonenya.
__ADS_1
Malam ini keluarga Fitrah akan berkunjung. Setelah azan ashar Widi pulang, belanja ke super market.
Ia akan memasak untuk kedua orang tuanya dan untuk Ibu Farid.
Widi memasak di bantu dengan asisstennya.
Mamak dan ayah sudah Widi kabari. Mereka mengenakan baju yang bagus dan rapi.
Setelah azan isya Widi bersiap memoles tipis wajahnya.
Tak lama pasangan suami istri itu tiba. Widi yang membuka pintu.
" Ibu..." Widi menyalami Ibu Farid. Sedangkan suaminya Widi hanya menyedekapkan kedua tangannya.
" Mari masuk...." Widi mempersilakan suami istri itu masuk ke dalam rumahnya. Ayah dan mamak Widi menyambut tamunya.
Orang tua Widi mempersilakan keduanya makan malam. Mereka makan dengan lahap sesekali bercanda setelah makan. Asisten Widi membereskan
meja makan. Mereka beranjak ke balkon di lantai 2. balkon tersebut dapat melihat pemandangan Kota jakarta. Kerlap kerlip lampu dan bintang. Sangat Indah.
Mereka berkumpul Bu Farid pun membuka percakapan.
" Begini Pak Ujang kedatangan kami kemari selain silaturahmi kedatangan kami ingin meminang Widi untuk Fitrah, dia menyukai Widi. Katanya dia ingin memperistri Widi...Bagaimana Pak Ujang? Widi?..."
Semua kaget mendengar ucapan Ibu Farid. Pak Ujang angkat bicara.
" Kami serahkan semuanya pada Widi karena dia yang akan menjalani..."
__ADS_1
Semua mata menatap Widi. Widi salah tingkah.
" Hmm....Widi....