" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

Di gengnya Farhan hanya Winda dan dua orang lagi pacar dari temannya Farhan. Karena sudah akrab Winda mulai berani menggandeng Farhan. Farhan merasa risih kadang dia menepiskan dengan kasar. Tapi Winda tak peduli. Itu berlangsung hingga selesai kuliah. Setiap wanita yang menanyakan Farhan Winda selalu katakan kalau dia pacarnya Farhan.


Farhan sangat risih dengan keadaan tersebut. Farhan pernah mengatakan pada Winda sebaiknya dia tidak mengaku aku seperti itu. Winda seakan batu tidak mempedulikan hal tersebut. Pernah kawan 1 kelas dengan Farhan mereka di bagi tugas kebetulan Farhan satu kelas dengan mahasiswi tersebut karena tugas mereka sama membuat mereka dekat kadang ke perpus bareng. Winda yang melihat tersebut marah ia pun membully mahasiswa tersebut


hingga di rawat di rumah sakit umum dikotanya.


Farhan sangat marah kemudian menjauhi Winda. Disaat akan duduk bareng kalau melihat Winda ia balik arah. Sahabatnya karena tahu Farhan menjauh karena Winda. Akhirnya mereka mengambil keputusan ketika akan ngumpul mereka tidak mengabari Winda. Kemudian menghubungi Farhan.


Winda merasa kalau sahabat sahabatnya menjauh tidak pernah mengabari lagi. Ia marah. Berusaha menjumpai Farhan. Farhan selalu menghindar.


Hal itu berlangsung hingga mereka tamat kuliah.

__ADS_1


Setelah beberapa tahun berlalu. Winda pun bekerja di


Graha Kenanga milik pamannya. Hari itu paman meminta dirinya meeting ternyata dengan perusahaan milik Farhan. Alangkah senangnya Winda tapi ia kembali shock mendengar Farhan akan menikah. Jadi aku akan ditinggalkan untuk kedua kali? tidak aku tidak mau seharusnya aku yang duduk di pelaminan nanti batinnya. Ia pun tersenyum. Beberapa rencana melintas di kepalanya. Selamat datang musuhku aku akan memburumu ketika dapat tak akan aku lepaskan untuk kedua kalinya ia tersenyum.


Untuk pertama kali Winda akan mencari tahu siapa calon istri mas Farhan ia membayar mata mata swasta untuk mencari tahu. Satu hari kemudian data Widi sudah ada di tangan Winda. Oh dia orangnya batinnya sambil mengetuk ngetuk foto Widi yang akan turun dari mobilnya. Aku harus menyingkirkannya agar mas Farhan tahu bahwa aku selalu ada untuknya batinnya.


Drrrttt drttt drrtttt


"Baik, cari tahu siapa dalangnya..tangkap yang memotretnya ambil teleponnya kemudian sadap..."


Masih dengan wajah yang tegang. "Berani beraninya

__ADS_1


menyentuh keluarga Farid..."


Papih, Farhan dan Nanda memandang mamih dengan heran seakan meminta penjelasan. Mamih pun menceritakan informasi mata matanya. Yang menceritakan beberapa hari ini ada yang mengikuti Widi dan memotretnya.


"APAAAA?.."


Kali ini Farhan yang bangkit dari duduknya. Mamih, papih dan Nanda kembali mendongak menatap Farhan.


"Kirim tim keamanan perusahaanmu untuk melindungi Widi tanpa setahunya kalau dia tahu dia pasti tak akan setuju..."


"Ya mih..."malam itu juga Farhan menelepon tim keamanan perusahaannya. Tim keamanan di bagi dua ada yang melindungi rumahnya juga melindungi si kembar dan asisten rumah tangga dan ada yang mengikuti kemanapun Widi pergi. Tak boleh ada kegagalan.

__ADS_1


Malam itu mamih menelepon Widi. Mamih sengaja memberi tahu Widi agar dia lebih waspada. Mamih melarang si kembar keluar rumah asisten rumah tangga dan babysitter tidak boleh keluar pagar. Mamih juga cerita kalau ada tim keamanan yang melindunginya. Ketika mamih selesai menelepon Widi seakan menemukan jawaban mengapa belakangan ini dirinya gelisah.


__ADS_2