" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

Mamih membawa si kembar ke rumahnya. Farhan dan Widi mengantar sampai ke teras depan. Setelah dadah dadahan dengan si kembar. Widi dan Farhan masuk ke dalam. Widi melirik jam di dinding waktu menunjukkan pukul 20.30. Widi ingat belum sholat


isya. Widi mengajak Farhan sholat isya berjamaah.


Keduanya sholat berjamaah setelah sholat Widi membaca Alquran. Farhan berpamitan ke ruang kerja karena ada yang harus di selesaikan. Widi mengangguk melanjutkan baca qurannya. Setelah melipat perlengkapan sholat Widi tiduran di bed yang berukuran king size. Bulak balik menendang nendang selimut tetap tidak bisa tidur. Tiba tiba ada rasa ingin manjaan dengan suami.


Perlahan Widi bangkit dan berjalan ke pintu ruang kerja Farhan. Jadi Farhan membuat ruang kerja set dengan kamar tidurnya. Sebuah ruangan yang lebar di sebelah kamar tidurnya. Ada pintu khusus hanya untuk Farhan dan Widi dengan pin. Jika ada tamu atau rekan kerja ada pintu lain. Farhan sengaja mendesign kamarnya demikian agar mudah baginya dan Widi. Jika lelah kamarnya tak jauh dari ruang kerja. Jika Widi ingin sesuatu tak jauh dari kamarnya.

__ADS_1


Widi berdiri di pintu tampak Farhan sedang menelepon seseorang dengan ramah. Widi memperkirakan kalau Farhan sedang bicara dengan rekan bisnisnya karena menggunakan bahasa inggris. Widi memandangi kemudian mengkode dengan tangannya kalau ia ingin tidur dan di temani Farhan. Farhan pun balas mengkode 5 menit lagi. Widi kembali ke tempat tidur. Tidur telentang balik kanan balik kiri. 5 menit berlalu Widi menunggu Farhan ternyata belum masuk ke kamar.


Mendadak Widi bangun dari tidurnya di kepalanya terbersit ide wajahnya cerah dengan senyum nakalnya ia berdiri melanjutkan idenya. Widi berjalan ke lemari pakaian. Ia memilih lingerie berwarna merah yang sangat kontras dengan kulit kuning langsatnya. Kulitnya terlihat lebih memukau. Membuka piyama tidurnya mengganti dengan lingerie. Kemudian Widi berjalan ke cermin besar di kamarnya. Dengan sedikit lip gloss di oleskan ke bibir tipisnya. Ia tersenyum. cantik batinnya. Lingerie yang seksi membuat "asset" dadanya seakan mencuat keluar. "Assetnya" terlihat lebih besar karena habis menyusui si kembar setelah memakai sedikit minyak wangi. Widi menjalankan aksinya. Sebelum mencapai pintu ruang kerja Farhan Widi terkikik membayangkan ekspresi suaminya. Kemudian Widi mencoba menghentikan tawanya dan tenang. Setelah menghirup nafas ia kembali mendekati pintu ruang kerja Farhan. Menekan pin. Pintu pun terbuka. Farhan sibuk mengetik di laptop nya dan hp yang lengket di telinganya. Sedikit mendesah Widi memanggil suaminya.


"Sayannngggggg...."Widi berdiri di pintu dengan gaya yang menggoda. Farhan mengangkat kepalanya. Ia terpaku melihat cinta halalnya. Farhan seakan tak sadar hpnya jatuh ke lantai. Seperkian detik ia baru sadar mengambil hpnya.


Kembali Farhan terpaku. Widi mendekati suaminya kemudian duduk mengangkang di pangkuannya "assetnya" sejajar dengan wajah Farhan. Farhan menatap "asset" jumbo milik istrinya dengan menelan ludah.

__ADS_1


"Sayaaaang...serius tak mau tidur dengan mamah..?"


sambil mengusap perlahan bibir Farhan dengan jempolnya. Widi turun dari duduknya dengan jalan yang di buat buat untuk menggoda suaminya ia berjalan menuju kamarnya. Farhan seakan sadar dengan tatapan seperti serigala lapar yang menemukan santapannya dengan nafas yang mulai naik turun. Farhan mengejar Widi memboyongnya ke tempat tidur. Widi tertawa lepas dalam gendongan Farhan umpannya berhasil. Dinding kamar menjadi saksi ungkapan cinta yang halal.


Readers cerita di atas boleh di lakuin hanya untuk pasangan halal, karena ada pahalanya sebaiknya tidak di lakuin ketika masih belum halal...terima kasih


😊😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2