" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Lahiran


__ADS_3

"Sayang...sudah lama aku menunggu kata kata itu dari bibirmu...aku juga sangat sangat mencintaimu"


Widi tersenyum bahagia. Bersyukur atas semua kebahagiaan yang Allah berikan padanya.


Fitrah membuka pintu mobil untuk istrinya. Widi masuk ke mobil sebelum pulang mereka singgah di supermarket membeli buah dan ke toko roti untuk cemilan Widi.


5 bulan kemudian


Setelah sholat isya Fitrah ketiduran karena kelelahan.


Setelah sholat isya Widi pun tiduran sambil mengutak atik handphonenya akhirnya tertidur juga. Tengah malam Widi terbangun meraih hand phonenya melihat jam. Pukul 02.00 malam Widi bangun perlahan membuka pintu khawatir suaminya terbangun. Berjingkat dan pelan ia ke dapur berjalan ke kulkas mencari buah. Di raihnya pisau di kupasnya kulit mangga. Setelah dua buah di kuliti ia pun memakan buahnya. Setelah membaca bismillah ia mulai memakan mangga tersebut. Sangat nikmat batinnya.


" Sayaanggg...." Terlihat Fitrah berjalan mendekatinya

__ADS_1


memeluk pinggangnya dari belakang.


" Kenapa ga bangunin mas.." sambil menyandarkan kepalanya dibahu Widi.


" Mas tidurnya nyenyak ga tega bangunin.." sambil memasukkan buah mangga ke mulutnya.


" Mas mauuu..aaaaak" sambil membuka mulutnya


7 bulan berlalu


Mamih berencana mengadakan syukuran 7 bulanan karena cucu pertama keluarga Fitrah menyambut dengan antusias. Widi kemana mana tidak di izinkan setiap keluar harus bersama Fitrah. Fitrah pun lebih perhatian dan menyayangi Widi.


Acara syukuran di rencanakan di adakan di rumah papih. Acara berlangsung mewah dan banyak sekali tamu undangan yang hadir. Yang paling tampak bahagia adalah Fitrah dan Widi. Genggaman tangan Fitrah tak lepas dari tangan Widi. Kado yang melimpah amplop semuanya di tangani oleh para asisten rumah tangga di rumah mamih.

__ADS_1


9 bulan berlalu


Detik detik menunggu hari lahir buah hati Fitrah dan Widi. Fitrah pun menyerahkan urusan perusahaannya ke Toni. Jika ada hal yang sangat urgent baru Toni menjumpai Fitrah di rumah.


Setiap pagi keduanya jalan pagi keliling komplek Fitrah menemani Widi kemanapun Widi mau. Pagi ini setelah sholat subuh perutnya terasa sakit semakin lama semakin sakit tak tertahan. Menjerit memanggil Fitrah. Fitrah yang sedang di kamar mandi terkejut mendengar teriakan istrinya segera ia menyudahi keluar melihat istrinya. Wajah Widi memucat Fitrah memanggil asisten rumah tangga agar membawakan tas yang di siapkan jika tiba tiba lahiran.


Meminta asistennya agar memanggil supir.


Fitrah mengambil hijab istrinya memakaikan kemudian menuju rumah sakit yang di pesan jauh jauh hari.


Tiba di rumah sakit ketuban sudah pecah. Saat berjalan menuju ruang bersalin salah satu petawat melihat kepala bayi mulai keluar. Segera perawat dan dokter bersiap menangani Widi. Bayi pertama keluar perempuan suara tangisnya melengking tiba tiba Widi merasa kesakitan kembali lahir lagi perempuan di ruangan bersalin terdengar suara bayi yang bersahut sahutan.


Fitrah yang mendengar tersenyum bahagia sesaat kemudian wajahnya berganti pias bagaimana keadaan Widi. Sembari menunggu anak anaknya dan Widi keluar dari ruang bersalin Fitrah menelepon mamih dan mamak Widi agar segera ke rumah sakit Ibu dan Anak Medistra. Untuk mamak dan ayah Widi Fitrah meminta supirnya menjemput karena keduanya sudah pindah ke rumah yang di berikan Fitrah.

__ADS_1


__ADS_2