
Readers baca juga karya author yang lain " Indonesia dan Korea " cerita tentang single parent dan ketiga anaknya menemukan jodoh di Korea.
Semua kaget mendengar ucapan Ibu Farid. Pak Ujang angkat bicara.
" Kami serahkan semuanya pada Widi karena dia yang akan menjalani..."
Semua mata menatap Widi. Widi salah tingkah.
" Hmm....Widi....
" Widi minta waktu bu...karena menikah untuk seumur hidup. Widi minta waktu 2 minggu, mau sholat istikharah insyaallah dalam waktu 2 minggu kita ketemu lagi..."
" Tidak masalah Widi...oya apakah kamu punya pacar? ibu bertanya hanya untuk memastikan...."
__ADS_1
Widi malu menurutnya itu hal privasi yang tak perlu di tanyakan apalagi di depan kedua orang tuanya.
Menunduk dan menggeleng. Ibu Farid tersenyum senang ternyata anaknyalah yang pertama.
" Baiklah Pak Ujang dan Ibu terima kasih atas makan malamnya dan Widi 2 minggu lagi ibu akan kembali...."
" Mari bu, Widi antar ke depan..."
Widi berjalan ke depan, Ibu Farid menarik tangannya agar jalan beriringan. Sepanjang jalan menuju pintu keluar Bu Farid menceritakan tentang pekerjaan anaknya. Widi hanya mengangguk angguk seakan mengerti padahal ia masih shock perkataan Bu Farid.
" Widi....ibu harap widi mau menjadi menantu ibu..."
Setelah mengatakan demikian Ibu Farid tersenyum lalu masuk ke dalam mobil. Widi tersenyum kemudian menunduk sopan. Setelah mobil tidak terlihat Widi masuk kedalam. Security menutup pintu pagar. Setelah merasa semua aman Widi masuk ke dalam. Orang tuanya menonton tv di ruang keluarga.
__ADS_1
" Widi duduklah...ada yang ingin ayah sampaikan..."
Widi berjalan mendekat duduk di depan ayahnya. Mamaknya duduk di sebelah ayah. Menyimak perbincangan ayah dan anak.
" Widi ayah tidak mau kamu menerima anak Bu Farid karena terpaksa kamu juga paham, akad nikah tidak sah karena paksaan, jangan fikirkan kami sudah saatnya kamu memikirkan kebahagianmu, dan kamu paham ketika kamu menerimanya sebagai suami kamu harus siap dengan segala kelebihan dan kekurangan suamimu...setelah menikah ujian juga ada, pintu rumah kami selalu terbuka untukmu...setelah kamu menikah, ayah dan mamak akan pulang kampung badan ayah dan mamak sakit selama di sini tidak ada kegiatan tidak ada yang harus kami kelola..."
" Kalau ayah dan mamak kembali ke kampung izinkan Widi merehab rumah ayah dan mamak, kalau ayah mau bertanam atau menanam padi izinkan Widi membeli lahannya..."
Widi memeluk kedua orang tuanya.
" Ayah Widi belum mengambil keputusan Widi akan sholat istikharah untuk mengambil keputusan dan meminta kepada Allah agar memberikan yang terbaik untuk Widi...Widi akan kabari ayah dan ibu apapun jawabannya...ayah, mamak Widi ke kamar dulu mau sholat isya dan istirahat..."
" Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Widi ayah, dialah anak kita satu satunya..." ujar mamak Widi.
__ADS_1
Sesampai di kamar Widi menuju balkon kamarnya memandang langit dalam hatinya berdoa agar Allah memberikan yang terbaik untuknya. Kemudian Widi masuk ke kamar menutup dan mengunci pintu. Membuka hijabnya, membersihkan wajahnya dari make up lalu ke kamar mandi sikat gigi, mencuci wajahnya dengan facial wash produksi Korea, berwudhu lalu keluar dari kamar mandi mengambil mukena dan sajadah.
Setelah sholat Widi berdoa panjang berzikir tanpa terasa air matanya menetes. Widi juga memohon agar Allah memberikan jodoh terbaik menurutNya. Jodoh yang membimbingnya, jodoh ketika dia menikah membuatnya semakin taat kepada Allah. Jodoh yang membuat sebuah pernikahan bernilai ibadah.