
Readers sehat sehat semua ya...luv u all
Baca karya author yang baru " Kamu iya kamu..."
ketemu di sana ya semuanya......😊😉😊😉😊😉
Farhan mengangkat hand phonenya. Seketika wajahnya berubah cerah. Menutup teleponnya. Tertawa. Ketua divisi menatap herannya bos besarnya. Farhan berjalan keluar ruangan memerintahkan Toni melanjutkan rapatnya.
Farhan keluar menuju tempat mamih dan papih. Widi sudah pulang ada janji dengan client.
Perjalanan menuju tempat makan mamih dan papih memakan waktu 1 jam. Tiba di tempat makan ada mamih dan papih sedang santai menunggu Farhan.
"Makan dulu biar enak kita ngobrol...."perintah mamih. Farhan maka dengan lahap. Semangat itu yang dirasakan Farhan. Cintanya yang di tunggu bertahun tahun mulai mendekat. Rasanya tak sabar segera mengikatnya dengan ikatan pernikahan. Secepatnya agar segera halal. Selesai makan Farhan.
"Keyang...?.." tanya mamih sambil tertawa meihat gaya makan putra sulungnya. Farhan mengangguk.
"Kamu maunya gimana? Kapan kita lamaran ke rumah orang tuanya Widi?..."
__ADS_1
"Kalau mamih nanya ke aku, aku akan jawab secepatnya kalau bisa besok he he he..."
"Dasar ganjen...kamu kira enak nyiapinnya..."
"Mih yang penting duet...kalau ada duet semua bisa..."
"Iya ya...kamu banyak duet...yang bener kapan...?
Kita bisa siapin buah tangan untuk lamaran..."
" Mamih ga usah repot minta bantuan WO kawan aku aja serahin ke dia beres semuanya, pokoknya mami datang aja ke rumah pak Ujang masalah buah tangan biar aku yang urus..."
"Aku gimana mih?ikut?..."
"Dasar ganjen....kamu ga ikut Widi juga ga suka sering sering ketemu kamu, kamu kayak ga kenal dia aja..."
"Masalah mahar aku yang siapin mih...apapun untuk pernikahan aku yang siapin..."
__ADS_1
"Ya deh...ayo kita pulang mamih mau siap siap untuk nanti malam...."
Malamnya di kediaman Widi.
Widi sudah menyiapkan makanan ringan untuk di suguhkan untuk ke dua mertuanya. Mamak dan ayah sudah berpakaian rapi. Widi hanya make up ringan.
Kedatangan mamih malam ini untuk melamar sekaligus menentukan tanggal akad nikah dan resepsi.
Malam itu di rumah Widi semuanya berlangsung lancar dan harmonis. Acara malam itu juga di dokumentasikan oleh staff WO teman Farhan. Jam 10 malam acara lamaran usai, rumah sudah kembali rapi. Mamak dan ayah sudah istirahat di kamar. Si kembar juga sudah bobok. Widi masih berdiri di balkon kamar sambil menatap langit. Baju yang dikenakan di rapatkan betapa dinginnya malam ini. Ingatannya kembali ke almarhum suaminya. Suami yang sangat romantis, lembut, perhatian. Suami yang sangat perfect baginya. Air matanya kembali mengalir tanpa isak. Pipi dan hidung kembali berwarna kemerahan. Menahan tangis dan rasa rindu.
" Mas Fitrah bagaimana keadaanmu? aku sangat merindukanmu..hiks hiks hiks maafkan aku mas aku harus menikah kembali demi buah hati kita..hiks hiks
agar kebahagiaannya kembali lengkap..hiks hiks..."
Widi menutup wajahnya.
Tangisnya pecah. Tak terasa sudah setahun ia menyendiri. Karena khawatir fitnah, gangguan dan pelecehan ia memutuskan untuk menikah kembali di dalam hatinya masih ada cinta pertamanya almarhum mas Fitrah. Cinta pertama yang menjadi halal. Widi masih menangis. Merasa lemas Widi pun duduk di kursi memcari posisi nyaman.
__ADS_1
" Maaasss....maaaasss Fitrah..."Widi berlari memeluk Fitrah.