
Fitrah yang mendengar tersenyum bahagia sesaat kemudian wajahnya berganti pias bagaimana keadaan Widi. Sembari menunggu anak anaknya dan Widi keluar dari ruang bersalin Fitrah menelepon mamih dan mamak Widi agar segera ke rumah sakit Ibu dan Anak Medistra. Untuk mamak dan ayah Widi Fitrah meminta supirnya menjemput karena keduanya sudah pindah ke rumah yang di berikan Fitrah.
Mamih, Papih, Farhan dan Nanda sudah berkumpul di bangku tunggu rumah sakit. Mamak dan Ayah Widi juga sudah tiba 1 jam kemudian. Rasa cemas dan khawatir tampak dari wajah wajah mereka.
Cekleeekkk
Pintu terbuka tampak perawat mendorong dangkar Widi dan seorang perawat menggendong dua bayi. Semuanya mendekat ada yang mendekati bayinya. Mamak dan Ayah Widi bicara dengan dokter untuk mengetahui kondisi anaknya. Mamih dan papi mendekati anak kembar Fitrah. Wajah khawatir berganti dengan wajah ceria. Fitrah megikuti dangkar Widi ke arah kamar VVIP. Semuanya mengikuti dari belakang.
Akhirnya sampai keduanya di kamar VVIP. Fitrah mengendong Widi dan meletakkan pelan di tempat tidur. Bayinya di letakkan di box bayi.
" Suami ibu Widi yang mana..?" tanya dokter.
" Saya suaminya dok...."
" Pak..biarkan Ibu Widi beristirahat saya sudah memberikan suntik vitamin agar kondisinya kembali normal dan untuk bayinya saya sudah imunisasi.
Saya akan kembali ke ruangan kalau ada masalah panggil saya...saya permisi pak..."
__ADS_1
" Terima Kasih dok...."
Kemudian Fitrah mengantar dokter sampai ke depan pintu. Setelah dokter berjalan menjauh Fitrah menyelimuti istrinya di oandangi wajah istrinya yang masih pucat. Sebuah ciuman mendarat di kening Widi dan Widi pun terlelap.
Mamih dan Papih masih sibuk dengan cucunya. Mamak dan Ayah Widi juga sibuk dengan cucu satu lagi. Akhirnya Fitrah meminta semuanya kembali pulang malam ini ia ingin merawat Widi.
Setelah semuanya kembali Fitrah berbaring di sofa rasa letih baru terasa. Ia pun memejamkan mata menyusul Widi ke alam mimpi.
Azan ashar berkumandang. Widi dan Fitrah terbangun dari tidur karenan pekikan suara tangis bayi yang bersahut sahutan. Widi mengambil si kakak dari boxnya kemudian di susui seperti yang dia baca online. Sedang adik masih menjerit menangis.
Perawat pun tiba. Perawat tersebut membantu Widi memberikan ASI. Setelah kenyang keduanya pun tertidur. Kakak pun ngompol. Dengan sabar perawat membantu dan mengajarkan Fitrah dan Widi sampai keduanya paham.
Widi memilih pulang ke rumahnya sendiri. Ada perawat dan kedua orang tuanya yang datang sikih berganti.
5 bulan kemudian
Dikembar semakin menggemaskan. Kulit putih dengan pipi yang gembul. Fitrah semakin posesif rumah harus lebih bersih. Untuk rumah cantik Widi menyerahkan secara total kepada asistennya.
__ADS_1
Jika ada kendala atau masalah mereka akan menjumpai Widi.
Fitrah juga demikian sebagian besar waktunya di habiskan bersama si kembar. Widi sangat bahagia karena Fitrah sangat perhatian dengan anak dan istrinya.
Malam itu setelah berbagi kehangatan. Fitrah memeluk istrinya. Antara sadar dan tidak Widi masih mendengar ucapan Fitrah kalau ia sangat mencintai dirinya dan kedua anaknya. Fitrah pun tidur sambil memeluk istrinya.
Pagi sebelum berangkat kerja Fitrah masih mencium kedua anaknya yang masih bobok. Kemudian mencium kening Widi kali ini agak berbeda setelah mencium kening istrinya ia memandang lama wajah Widi. Widi hanya tersenyum. Fitrah pun berangkat kerja.
1 jam kemudian
Suara getar hand phone mengganggu konsentrasi Widi yang sedang meninton berita sambil memakan buah. Mengangkat telepon.
" Asaalamu'alaykum..."
Wajahnya tegang, air matanya mengalir deras. Ia berdiri dari duduknya
" Ga...ga mungkin..." sambil menggeleng dengan airmata yang terus mengalir. Mamih dan papih pun datang.
__ADS_1
" Widi...." mamih memeluk Widi.Menagis kencang.