" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Memutuskan


__ADS_3

Setelah sholat Widi berdoa panjang berzikir tanpa terasa air matanya menetes. Widi juga memohon agar Allah memberikan jodoh terbaik menurutNya. Jodoh yang membimbingnya, jodoh ketika dia menikah membuatnya semakin taat kepada Allah. Jodoh yang membuat sebuah pernikahan bernilai ibadah.


Hari hari berlalu. Sekarang waktunya Widi memberikan jawabannya kepada Bu Farid. Sebelum bicara dengan Bu Farid sebelumnya Widi sudah mengobrol panjang dengan kedua orang tuanya.


Ketika jam menunjukkan waktu pukul 10 Wib.


Hand phonenya berdering ia melirik setelah meminta izin dari client dengan alasan telepon penting. Widi berjalan sedikit menjauh. Bu Farid meneleponnya Bu Farid membuat janji temu di sebuah rumah makan jepang di sebuah mall mewah. Widi mensetujui. Mereka akan bertemu pukul 12 siang.


Setelah bicara dengan asistennya. Widi keluar menuju tempat janji. Dengan mobil mewahnya dan supir yang mengantarnya. Tiba di tempat janji Widi meminta supirnya makan sampe kenyang. Tentu berbeda dengan tempat temu Widi. Dia berjalan menuju tempat privat yang di pesan Ibu Farid. Widi berjalan dengan jantung berdebar. Masih teringat mimpi demi mimpi setelah sholat istikharahnya.


" Bismillah..." ucapnya sambil mendorong pintu, seperti pintu di negara Jepang. Ia tersenyum melihat Bu Farid sedang tersenyum menatapnya dengan daftar menu di tangannya.


" Mau pesan apa Widi...?.."


" Samain aja dengan Ibu..." jawabnya.


Widi berjalan masuk dan duduk di tempat duduk ala Jepang. Setelah memesan dan memberikan kepada pelayan rumah makan. Mereka duduk berhadapan.

__ADS_1


Ibu Farid membuka percakapan.


" Widi Ibu sengaja mengajak ketemuan di sini kalo Widi tidak berkenan dengan lamaran Ibu, ga malu dengan Pak Ujang dan mamak kamu. Tapi kalau kamu menerima nanti malam kami akan datang ketemu Pak Ujang untuk membahas hari akad dan pernak perniknya...Gimana jawaban Widi...?...


tanya Bu Farid dengan harap harap cemas.


Widi tersenyum. Malu.


" Bu Wi....."


" Permisi....pesanan datang...."


" Bu kita makan dulu nanti kita ngobrol lagi..."


Widi bersiap mencicipi aneka hidangan ala jepang tersebut. Setelah makan. Widi melihat Bu Farid masih makan. Dia mengecek hand phoennya. Ada pesan WA dari client. Widi mendiamkan. Widi hanya memberikan nomor hand phonenya pada orang orang tertentu.


" Jadi gimana Widi..? Ibu yakin Fitrah pun ga tenang di kantornya nunggu jawaban kamu...."

__ADS_1


" Gini bu saya sudah sholat istikharah setiap habis sholat saya selalu bermimpi kalau Fitrah berjalan ke arah saya, saya juga sudah bicara dengan kedua orang tua saya jadi keputusannya saya menerima lamaran Fitrah..."


Setelah mengucapkan demikian Widi menunduk dengan wajah memerah, malunya ampun ampun deh


batin Widi. Beda dengan Bu Farid dia menggenggam tangan Widi dengan wajah sumringah.


" Bu saya minta apapun persiapan dengan pernikahan kami, saya hanya ingin bertemu Fitrah saat akad nikah..."


" Baiklah baiklah palingan kita nanti teleponan jika Ibu akan mengurus sesuatu untuk pernikahan kalian...sampaikan Ibu akan bertemu orang tua Widi nanti malam...."


Widi mengangguk. Setelah mengobrol sebentar Widi pamit ada janji dengan seorang client. Bu Farid akan ke kantor Fitrah.


sementara itu di kantor Fitrah. Ia sedang meeting dengan pimpinan divisi perusahannya. Perusahaannya semakin berkembang. Perusahaan yang memiliki 10 lantai. Tiap divisi memiliki 1 lantai.


Ketika meeting fokusnya hanya pada mamih dan apa jawaban Widi. Fitrah meeting dengan asistennya. Ketika terasa getar hand phone. Secepatnya Fitrah angkat.


" Ya mih, gimana?..."

__ADS_1


"APAAAAA....?


__ADS_2