" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

Akhirnya mamak dan ayah Widi datang. Widi memeluk ayahnya. Tangisnya pecah di sana. 15 menit kemudian jenazah di keluarkan dari UGD. Asisten papih meminta jenazahnya di bawa ke rumah mamih. Pandanganku tak lepas sedikitpun dari Widi.


Ketika di rumah hatiku terasa perih melihat dirinya menangis terisak.


Mobil mamih di isi dengan Widi dan kedua orang tuanya. Mamih juga meminta aku untuk menjemput babysitter dan si kembar. Seperti biasa si kembar berlomba merangkak mengejarku. Ku paksakan memasang wajah ceria. Babysitter sudah menangis.


Tak lupa perlengkapan seadanya untuk si kembar.


Setelah di rasa lengkap aku pun membawa ke rumahku yang mulai di padati orang yang takziah.


Si kembar sudah di pelukan 2 orang babysitter. Aku pun mengganti baju ikut memandikan adikku untuk terakhir kali. Saat di kafani mamak Widi meminta si kembar untuk memeluk papanya untuk terakhir kali. Dengan girangnya si kembar mendekati Fiyrah sambil memanggil papanya. Aku tak tahan memalingkan wajahku. Selesai di peluk si kembar mamak Widi memanggil babysitter agar mengangkat si kembar. Setelah ikut memandikan aku mandi untuk ikut mensholati kemudian menguburkan.

__ADS_1


Setelah di kuburkan aku melihat Widi masih dalam kondisi terguncang. Aku khawatir. Saat jalan pulang menuju rumah mami aku berjalan di belakangnya berjaga jaga. Aku terus mengikuti kemana pun Widi berjalan.


Sementara itu mamak Widi menanyakan kepada mamih apakah melihat Widi karena akan di ingatkan untuk makan. Mamih pun baru teringat dengan Widi karena banyaknya tamu dan client. Dengan rasa khawatir mamih dan papih serta kedua orang tua Widi mencari di rumah megah tersebut.


Tanpa sengaja tampaklah oleh mereka Farhan yang menangkap tubuh Widi yang akan pingsan. Semuanya menatap Farhan seakan meminta penjelasan. Farhan menjawab dengan ekspresi pasrah. Akhirnya aku menjelaskan ketika mereka sudah di kamarku semua.


Sebelumnya aku meminta mami untuk memanggil siasten rumah tangga agar menjaga Widi. Saat kedua orang tua berkumpul aku pun menceritakan semuanya. Dari awal hingga akhir. Mamih kelihatannya shock demikian juga kedua orang tua Widi. Aku juga mengatakan di hadapan dua orang tua bahwa aku sanggup menjadi orang tua bagi si kembar dan suami yang baik untuk Widi.


" Papih tau naaakk....papi kira semuanya selesai saat Fitrah menikahi Widi. Selama ini kamu enggan menikah karena di hatimu masih ada Widi..?" tanya papih.


Aku pun mengangguk. Mamih dan papih menantap orang tua Widi.

__ADS_1


" Saya serahkan semua pada Widi....kalau dia setuju saya juga akan merestui pernikahan mas Farhan..Sebaiknya bicarakan dengan Widi saat dia tenang beri dia waktu" jawab ayah Widi.


Semuanya mengangguk. Farhan merasa beban di dadanya terasa terangkat. Ia pun keluar dari kamarnya senua mengikuti di belakangnya. Semuanya menuju ke tempat Widi untuk melihat kondisinya.


4 bulan berlalu


Widi mulai menerima keadaan. Setiap rindu dengan Fitrah ia sholat dan mendoakan almarhum suaminya.


Kedua orang tuanya mamih dan papih selalu memberikan semangat. Karena keluarga selau mendampingi dan memberikan semangat membuat dia menjadi kuat.


Widi juga mulai aktif di rumah cantiknya. Clientnya mulai membuat janji bahkan ada yang menjodohkan anaknya dengan Widi selalu menolak dengan halus.

__ADS_1


Bahkan ada beberapa yang menghubungi mamih minta Widi untuk di jadikan calon mantunya. Lagi lagi mamih dan Widi hanya menanggapi dengan senyuman. Walau pun sudah memiliki anak Widi masih terlihat seperti gadis karena olah raga tubuhnya yang mungil.


__ADS_2