
Malam itu mamih menelepon Widi. Mamih sengaja memberi tahu Widi agar dia lebih waspada. Mamih melarang si kembar keluar rumah asisten rumah tangga dan babysitter tidak boleh keluar pagar. Mamih juga cerita kalau ada tim keamanan yang melindunginya. Ketika mamih selesai menelepon Widi seakan menemukan jawaban mengapa belakangan ini dirinya gelisah.
Setelah ditelepon mamih. Widi melipat tangan di dadanya. Kau mau main denganku?baiklah....batin Widi. Di rumah Widi memasang GPS kecil di anting kakak dan adek. Untuk asisten dan pengaman Widi memakaikan di gelang masing masing. Widi juga memeriksa CCTV apakah ada yang rusak?memeriksa kabel demi kabel. Setelah pengamanan di rumah di rasa aman. Widi menelepon mamih kembali .
"Mamih...assalamu'alaykum....Widi mau nanya kira kira ada yang mamih curigain ga? ada nomor handphonenya..?.."
"Ya mih...wa'alaykumsalam..."
drrrttt drrrtttt drrrtttt
__ADS_1
Mamih mengirim nomor handphonenya. Winda dirimu salah memilih lawan batin Widi. Keesokan pagi Widi menelepon teman kuliah yang di Korea Selatan. Yoona. Yoona seorang hacker ia menutupi identitasnya dengan bekerja di cafe. Tak ada yang mengetahui kalau dia hacker hanya Widi. Widi mengenal Yoona. Saat Yoona menghack sebuah perusahaan dan ketahuan ia di hajar mati matian.
Bayangin cewek di hajar dua cowok, si cewek ga ada kemampuan untuk melindungi diri. Di saat itu Widi baru pulang dari klinik kecantikan. Ia shock melihat keadaan Yoona yang sangat parah. Widi sangat marah. Di hajarnya dua cowok tersebut setelah puas di hajar Widi menelepon pihak kepolisian. Setelah di usut CEO perusahaan tersebut gulung tikar. Karena Yoona membuka dan membagikan alur dana investor yang di selewengkan. Kemudian Widi membawa Yoona ke rumah sakit dan menjaganya selama di rumah sakit. Yoona tersentuh sejak saat itu Yoona menganggap Widi adalah kakaknya. Setelah Widi menyelesaikan kuliah. Widi meminta Yoona ikut dengannya ke Indonesia tapi Yoona menolak alasannya ingin bekerja mendirikan perusahaan IT milik sendiri. Widi mengalah sering keduanya video call sekedar berbagi kabar. Sewaktu pernikahan Widi dan Fitrah sampai Fitrah meninggal Yoona datang. Widi tak sempat begitu memperhatikan karena kondisi. Ketika Yoona menghampiri Widi sudah menawarkan menginap di rumah mamih. Tapi Yoona menolak alasan ia merasa sungkan dengan mami padahal mami ramah tapi ga bisa ngomong bahasa Korea. Kali ini Widi akan meminta bantuan Yoona. Mendengar Widi membutuhkan bantuannya. Yoona tidak mengulur waktu.Besok Yoona datang.
Keesokan harinya. Yoona sudah menelepon kalau dia sudah di bandara. Widi keluar dari rumah sebelum keluar rumah sudah di pastikan semua pintu terkunci. Pagar juga aman. Setelah memastikan semua aman Widi memuju bandara. Widi tahu ada yang mengikuti ia masih cuek fokus mengemudi.
Tiba di mobil keduanya menuju ke rumah Widi.
Widi kaget di depan gerbang ternyata ada 5 orang yang berusaha menerobos rumah Widi tetapi di tahan dengan tim keamanan. Terlihat tim keamanan Farhan ada yang jatuh bergelimpangan.
__ADS_1
언니 들어와
eonni deul-eowa (eonni masuklah ke dalam...)
"Yoona yang baju seragam di pihak kita selebihnya habisi saja..."
Yoona mengacungkan jempolnya. Sejak Widi menyelamatkan dirinya mulai saat itu Yoona belajar
melindungi diri.
__ADS_1