" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Kedatangan Sania


__ADS_3

1 bulan kemudian.


" Sayang bangun...sholat subuh yok..."


Fitrah membangunkan Widi. Widi membalikkan badannya menghadap suaminya. Fitrah kaget wajah Widi pucat. Lesu.


" Sayaaangg...kamu sakit?..."


" Nggak mas...cuma lemas pinginnya tiduran saja..."


" Sholat subuh dulu, setelah itu tidur lagi..."


Fitrah menggendong istrinya ke kamar mandi. Widi segera berwudhu kemudian sholat subuh. Biasanya setelah sholat subuh di sambung dengan baca quran

__ADS_1


pagi ini Widi tak sanggup setelah sholat masih dengan mukena ia langsung tidur. Fitrah mengankat tubuh istrinya ke tempat tidur membuat posisi Widi agar lebih nyaman. Widi pun kembali terlelap. Jam 07.00 Fitrah bangun sarapan yang di siapkan asisten rumah tangganya. Fitrah juga berpesan kalau Widi bangun katakan Fitrah sudah ke kantor dan sudah sarapan. Asistennya mengangguk. Fitrah pun mengambil kunci mobil berangkat ke kantor. Mamak dan ayah Widi masih jalan pagi.


Tiba di kantor Fitrah memanggil sekretaris dan asistennya. Fitrah menceritakan kalau dia ingin membangun rumah dan lahan yang luas. Rumah tak perlu mewah dan besar yang penting nyaman untuk kedua mertuanya. Fitrah juga meminta asistennya dan konsultannya menjumpai kedua mertuanya agar jelas bagaimana nyamannya untuk keduanya. Setelah jelas sekretaris dan aistennya keluar dari ruangan Fitrah.


Fitrah pun mulai mengecek perjanjian kerja sama dengan perusahaan dan beberapa laporan. Suara pintu di ketuk.


" Masuk..." ujar Fitrah tanpa menoleh dari kerjaannya.


" Boleh...kamu siapkan minuman dan cemilan.."


" Baik pak..."


" Pagi mas Fitrah..."

__ADS_1


Fitrah berhenti dari memeriksa beberapa laporan dan perjanjian kerja sama. Ia mendongak tak percaya Sania mantan pacarnya. Tak ada sedikit pun sisa cinta di hatinya. Fitrah sudah mengiklhlaskannya.


" Ada apa..? to the point...saya masih banyak pekerjaan.." jelas Fitrah. Acuh tak acuh sambil terus memeriksa laporan laporan.


" Mas sebelumnya aku mohon maaf atas tindakanku yang lalu, aku benar benar menyesal, mas...aku sengaja menjadikan alasan sekretaris untuk menemuimu aku tidak bekerja di perusahaan tersebut aku hanya ingin meminta maaf dan memulai dari awal denganmu..."


Fitrah tertawa mengejek.


" Apa kau tidak menonton tv? atau baca berita di media online atau offline aku sudah menikah, aku mencintai istriku di saat kita pacaran, ketika kau selingkuh dengan rekan kerjaku aku bekerja keras agar mertuaku menerimaku dan melepas anaknya untukku...di saat aku sukses kau datang kembali untuk memulai dari awal? kau tak punya malu? apa kau sanggup dengan gelar pelakor...."


Fitrah berjalan keluar dari meja kerjanya melewati Sania Fitrah berencana membuka pintu mengusir Sania. Tapi Sania berjalan ke hadapan Fitrah dan memeluknya erat sambil menangis.


Si saat yang sama Widi datang ke kantor Fitrah mengabarkan kalau dia hamil ingin mengecek kandungan bersama. Ketika dia membuka pintu. Tampak jelas olehnya seorang wanita tengah memeluk suaminya. Fitrah tak kalah terkejut. Ia menolak Sania. Widi terkejut air matanya mengalir deras. Ia memandang wanita yang memeluk suaminya kemudian memandang Fitrah. Widi berjalan mundur sambil menggeleng air matanya mengalir deras. Hatinya sangat perih seperti di sayat sayat. Akhirnya Widi berlari keluar kantor Fitrah dengan menaiki taxi yang lewat. Sebelum naik dia melihat Fitrah mengejarnya. Segera ia naik taxi dan meminta taxi sedikit mengebut. Fitrah mengetok ngetok jendela taxi tapi Widi tak peduli. Air matanya terus mengalir.

__ADS_1


__ADS_2