
Farhan berjalan menuju kamarnya. Meraih baju kaos memakainya. Setelah memakai baju merapikan rambutnya yang tadi acak acakan. Memperhatikan celana ponggolnya setelah di rasa cukup sopan. Farhan turun dari kamarnya yang berada di lantai 2.
Mamih dan Widi menunggu di teras depan. Farhan berjalan ke depan. Mobil dan supir sudah siap. Setelah melihat Farhan mamih dan Widi bangkit dari duduknya. Semuanya menuju rumah sakit mamih sudah mengatur jadwal temu. Widi kadang bingung melihat mamih semua urusan sama mamih jadi gampang. Widi hanya menggeleng. Uang yang bicara.
Di mobil mamih duduk di sebelah supir. Farhan dan Widi di belakang. Farhan menggenggam tangan Widi
Widi pun menyandarkan kepalanya di bahu Farhan.
__ADS_1
Mamih yang melihat hanya tersenyum bahagia. Keputusannya untuk menjodohkan anaknya dengan Widi tidak salah. Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah anak dan menantunya.
Tiba di rumah sakit. Mereka di sambut dengan Direktur rumah sakit. Direktur sudah menunggu di lobby beserta dengan asisten dan sekretarisnya.
"Selamat siang ibu...."sang direktur menyapa dengan senyum mengembang. Ia pun mengulurkan tangan menyalami mamih. Farhan dan Widi hanya diam.
Mamih menyambut uluran tangan dokter tersebut dengan senyumnya.
__ADS_1
"Sudah ibu....dokternya sudah menunggu mari ibu ikuti saya.."
Mamih, Farhan dan Widi mengikuti arah bapak tersebut. Sampailah mereka di sebuah ruangan yang
menurut Widi bersih dan apik. Mereka pun duduk di sofa tak lama keluarlah dari kamar mandi seorang dokter wanita. Ketika dokter itu keluar direktur rumah sakit kembali ke ruangan. Dengan ramah ia menyalami semuanya. Setelah mengobrol dokter tersebut meminta Widi berbaring di dangkar. Dokter menuangkan gel ke perut Widi. Farhan dan mamih mendekat dan melihat apa yang di lakukan oleh dokter tersebut. Di layar nampak seperti kacang yang berusia 1 bulan. Dokter menjelaskan kepada Widi dan Farhan bahwa kandungan Widi berusia 1 bulan.
Karena masih baru di minta agar banyak istirahat. Widi mengiyakan Farhan tak kuasa menahan kebahagiaannya. Mencium kening Widi yang sedang berbaring. Mamih menanyakan kepada dokter apakah bayinya kembar? dokter menjelaskan sebaiknya kandungan yang berusia 7 bulan kembali di USG agar lebih jelas. Mamih mengiyakan. Setelah mengobrol sebentar mamih pun pamit. Ketiganya berjalan ke ruangan direktur.
__ADS_1
Di depan pintu Widi dan Farhan enggan masuk karena mamih mengatakan hanya sebentar. Keduanya memilih untuk duduk di bangku yang tak jauh dari ruang direktur. Hanya 10 menit mamih sudah keluar. Mereka pulang ke rumah Widi. Tiba di rumah si kembar sudah di rumah mamak dan ayah sedang bermain dengan si kembar. Widi melihat ada mamaknya berjalan cepat kemudian memeluk mamaknya dan aura bahagia ia menceritakan kalau Widi sedang hamil sekarang usianya baru 1 bulan.
Mamak Widi langsung antusias ia membalas memeluk Widi. Melihat ada mamih mamak Widi mengobrol dengan mamih. Ayah Widi masih bermain dengan si kembar. Setelah mengobrol mamak dan ayah pamit, kembali menuju rumah. Mamih mengantar hingga ke pintu setelah mamak dan ayah pulang. Mamih mengajak si kembar menginap di rumah mamih si kembar dengan senangnya mengangguk setuju. Jadilah malam itu mamih memboyong si kembar Widi yang melihatnya hanya tertawa. Ketika si kembar pamit kepada Farhan dan Widi. Keduanya mengangguk. Farhan mendekati Widi memeluk pinggangnya. Kemudian mengantar mamih dan si kembar ke teras depan.