
Sehari setelah akad
Widi dan Farhan tidak tahu kalau mamih sudah menjumpai Winda. Keduanya masih tinggal di rumah mamih. Rumah cantik masih tutup. Widi duduk di balkon kamar mengingat ingat setelah akad. Setelah akad statusnya menjadi istri. Mengabdi kembali kepada suaminya. Menggantungkan hidup dan patuh pada suami. Berdoa di hati agar pernikahannya lebih baik dari sebelumnya. Dan ibadah menjadi lebih baik lagi.
Lamunan Widi buyar ketika kakak dan adek menggandeng mas Farhan. Melihat Widi si kembar berhamburan minta di peluk. Widi menyambut hangat pelukan dua bidadarinya. Farhan yang melihat ketiganya berpelukan ia ikut memeluk Widi dan anak anaknya. Damai dan tenang itu yang Widi rasakan. Karena Farhan menggandeng kakak dan adek kanan kiri pintu tidak tertutup.
Pintu di ketuk. Mamih dengan pakaian yang rapi memandang keluarga anaknya. Tenang dan bahagia itu yang mamih rasakan saat melihat Farhan dan Widi berpelukan. Memang mamih tak salah memilih Widi menjadi menantunya.
"Kakak...adek ikut oma yuk jalan jalan ke mall...ayok sini..."memanggil dengan tangannya.
Dengan tertawa kesenangan si kembar mengikuti mamih.
"Pa ma...kakak pelgi dengan oma ya...dadah" melambaikan tangan.
__ADS_1
Farhan dan Widi membalas melambaikan tangan. Widi ingat jilbabnya belum di pake. Dengan cepat Widi mengambil jilbab anaknya dan berlari menyusul si kembar. Farhan mengikuti di belakang Widi.
"Kakak jilbabnya..?.."
Kakak dan adek tertawa. Mamih dengan ekspresi terkejut.
"Oya jilbabnya.." kakak dan adek tertawa melihat ekspresi mamih. Widi memakaikan jilbab kedua anaknya. Farhan dan Widi Mengantar kepergian mamih dan anak anaknya sampai ke teras depan. Tangan Farhan memeluk bahu istrinya. Setelah mobil mamih menjauh Widi masuk ke dalam.
Widi masuk ke kamar kembali. Melepas hijab dan tiduran di tempat tidur. Lelah rasanya setelah insiden kemudian menikah. Widi terkesiap ketika ada tangan yang memeluk perutnya. Matanya melotot. Walaupun sudah menikah yang kedua kali rasa malu itu masih ada.
"Mas mencintaimu...."
Setelah mengucap kata kata itu Farhan menikmati perannya menjadi suami untuk pertama kali. 2 jam kemudian ia menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya. Meraih selimut menutupi tubuh polos mereka berdua. Meraih tubuh Widi kembali kemudian memeluknya menuju alam mimpi.
__ADS_1
Sore jelang maghrib mamih kembali dengan si kembar. Kakak yang kesenangan dengan baju barunya dan adik yang heboh dengan baju LOL. Tiba di rumah ada papih yang sedang bersantai di tetas depan. Keduanya berlomba cerita dengan papih apa saja yang mereka rasakan ketika ke mall siang tadi.
Papih sesekali tertawa mendengar cerita cucunya.
Mamih kemudian duduk di sebelah papih. Bercengkerama dengan kedua cucunya.
Di kamar
Farhan terbangun melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 17.30 sore. Sudah azan ashar fikirnya Farhan berdiri meraih kemeja di lantai kemudian masuk ke kamar mandi. Mandi kemudian sholat ashar setelah selesai Farhan membangunkan Widi yang masih tertidur pulas.
"Mamah bangun...."menggoyang lengan Widi.
Widi malah menarik selimutnya melanjutkan tidurnya. Fitrah tersenyum gemas melihat istri mungilnya. Ia berbisik di telinga Widi.
__ADS_1
"Sayaanggg...bangun, atau satu ronde lagi...."
Widi terkesiap. Langsung bangun berselimutkan selimut berlari ke kamar mandi. Fitrah tertawa melihatnya. Ketika masuk ke kamar mandi Widi mengeluarkan selimut setelah memakai jubah mandinya.