
Yoona mengacungkan jempolnya. Sejak Widi menyelamatkan dirinya mulai saat itu Yoona belajar
melindungi diri.
Widi berlari ke dalam rumah. Yang Widi khawatirkan si kembar. Tiba di dalam terlihat 2 orang lelaki tegap sedang berusaha membuka pintu kamarnya. Widi memang sudah berpesan pada semua asisten ketika ada bahaya masuk ke kamar Widi bawa handphone kunci pintunya. Semua asisten masuk ke kamar Widi. Karena kualitas pintu kamar lebih kokoh.
"Hei...kalian mencari aku..?.."teriak Widi.
Kedua lelaki tegap memandang Widi. Setelah mereka berpandangan keduanya berjalan ke arah Widi. Widi berlari ke arah dinding. Menoleh ke belakang keduanya mengejarnya. Terus berlari kakinya sebelah memanjat dinding sebelah memberikan tendangan berputar kepada keduanya. Keduanya rubuh. Widi mendekati salah seorang dari keduanya memberikan tendangan kuat di rusuknya. Orang itu menjerit kesakitan.
"Siapa yang menyuruhmu...?"
Widi mendatangi yang satu lagi lututnya menekan leher orang itu. Karena lehernya di tekan wajahnya menoleh ke kanan.
"Siapa yang menyuruhmu?..mengangguk jika ya..'
__ADS_1
Aaarrrgggg
Orang itu menjerit sambil memukul mukul lutut Widi. Widu menekan dengan kuat.
"Apakah Winda yang memintamu untuk membunuhku?..."
Orang itu masih diam. Widi kembali menekan lehernya.
Aaarrggghhhh....dia menjerit kemudian mengangguk.
Orang itu menatap Widi tajam di tangannya ada pisau tajam yang biasa di gunakan polisi dan TNI.
Widi menatap tangannya yang memegang pisau. Perlahan ia berdiri. Setelah memakai gamis Widi memakai celana panjang di dalam gamis. Untuk antisipasi ada jal hal tak diinginkan terjadi.
Orang itu berjalan ke arah Widi untuk menikam dadanya. Widi berkelit ke kanan kemudian memukul pergelangan tangan. Pisau pun terjatuh. Tinjunya melayang ke hidung dan dagunya. Orang itu pingsan.
__ADS_1
Tinggal satu orang lagi dengan tertatih dia berdiri. Tiba tiba pot bunga Widi melayang mengenai wajahnya. Ia pun rubuh. Widi menoleh melihat siapa yang melakukan. Yoona tersenyum.
Di saat yang sama Farhan dan Toni datang wajah keduanya menegang. Tak lama kemudian datang mamih dan papih. Rumah Widi berantakan. Dimana mana terdapat bahan pecah belah yang hancur berantakan.
Mamih, papih, Farhan dan Toni shock melihat keadaan rumah Widi. Widi kemudian menelepon asistennya di kamar agar membuka pintu kamar. Begitu pintu itu terbuka Widi memeluk si kakak. Farhan memeluk si adek. Tangis Widi pecah. Mamak dan ayah Widi pun sampai di rumah. Dengan rasa cemas mereka masuk ke rumah Widi. Keadaannya sangat mengkhawatirkan.
Rumah cantik juga terkena imbasnya. Mereka semua
diikat syukurnya tidak ada pelecehan atau kekerasan.
Widi dan kakak mamih dan mamak Widi peluk sambil menangis.
Farhan dan papih memeluk erat adek. Ayah Widi dan Toni mengurus tim keamanan yang pingsan. Semuanya di bawa ke rumah sakit. Dengan biaya Farhan yang menanggung. Selama sakit keluarganya akan di biayai hingga sembuh.
Kelima orang tersebut Toni laporkan ke polisi. Kelima orang tersebut dijebloskan ke tahanan. Sedangkan Winda hilang dan masih dalam pencarian.
__ADS_1
Karena Winda masih belum di temukan kedua orang tua Farhan dan Widi merasa khawatir. Mamih mendesak agar akad nikah lebih dahulu. Resepsi belakangan. Orang tua Widi menyetujui.