
Baca juga karya author yang lain
* Indonesia dan Korea
*Kamu...iya Kamu
Di tunggu ya reader...😊😊😊😊
1 bulan berlalu
Widi hanya tinggal di rumah mamih 2 minggu. Setelah 2 minggu kembali ke rumah Widi, karena harus memberikan motivasi kepada staff dan pegawai rumah cantik pasca kerusuhan yang di sebabkan Winda. Setiap pagi sebelum beraktivitas Widi membagikan semangat kepada para staff dan pegawai rumah cantik. Melupakan ingatan ingatan buruk saat pengikatan oleh orang orang suruhan Winda terhadap staff dan karyawan rumah cantik.
Sore ini setelah beraktivitas di rumah cantik Widi masuk ke dalam rumah. Si kembar di bawa ke rumah mamak dan ayah Widi janjinya malam di antar. Widi menyetujui. Dari siang si kembar di jemput.
"Assalamu'alaikum..."ucap Farhan.
"Wa'alaykumsalam...."jawab Widi sambil menoleh dan tersenyum melihat siapa yang datang. Widi berjalan mendekat memeluk pinggang suaminya dan merebahkan kepalanya di dada suaminya. Farhan membalas pelukan istrinya.
"Kenapa?rindu hmmm..."sambil membelai kepala istrinya. Widi mengangguk belakangan ini rasanya manja banget dengan suaminya. Beginilah drama Widi setiap Farhan pulang kerja. Memeluk dan merebahkan kepalanya di dada Farhan.
"Mas...Widi belum haidh haidh loh..?"
__ADS_1
"Ke dokter yuukk..supaya jelas kenapa ga haidh haidh.."sambil mencium kepala Widi.
"Mass.....kalo hamil gimana?.."
"Papah senang...papah janji kalo mamah hamil apapun keinginan mamah akan papah kabulkan janji..."
"Kalo hamil gimana kakak sama adek?kan masih kecil..."tetap memeluk Farhan.
"Kalo mamah ada 10 anak papah sanggup menggaji 10 atau 20 babysitter.."
"Mah..kan uda janji kalo kita akan memanggil papah mamah kok masih manggil mas..."
Widi tertawa.
"Pah..Mamah buat jus di dapur ya..." Farhan menoleh mengacungkan jempol. Widi mulai mengeluarkan buah dari kulkas setelah melihat aneka buah pilihannya jatuh pada buah mangga. Widi mulai mengupas beberapa buah mangga, memotong kemudian memasukkan ke dalam blender menambahkan beberapa sendok gula mulai memblender. Ketika menuangkan ke dalam gelas ada tangan yang memeluk pinggang rampingnya. Dari aroma shamponya Widi tahu siapa. Ia pun tersenyum. Setelah menuang jus ia membalikkan badannya.
Suaminya selesai mandi memakai celana ponggol tanpa memakai baju. Tampak tubuh sixpacknya dengan rambut yang menetes netes air. Widi mengagumi ketampanan suaminya. Mereka saling membalas senyum.
Kemudian Farhan mengangkat Widi mendudukan di kitchen set pantry. Kemudian menikmati bibir tipis istrinya mereka pun bermesraan di dapur.
"Kalian ga punya kamar...?.."tanya mamih sambil melipat tangan di dada.
__ADS_1
Menatap sinis Widi dan Farhan. Suami istri itu terkejut menoleh ke asal suara. Widi ketika tahu mamih yang datang wajahnya memerah. Farhan menurunkan Widi. Widi berjalan cepat ke arah mamih kemudian memeluk mamih erat. Kemudian berbisik.
"Mamih terima kasih telah memberikan dua pangeran hebat untukku love you mamih..."
Mamih membalas pelukan mamih kemudianmembelai kepala Widi. Sambil tersenyum.
Insting mamih tidak salah batin mamih.
"Mih...Widi bulan ini belum haidh ke dokter yuk periksa mudah mudahan ada adek si kembar...."
ujar Widi sambil mengelus perutnya.
"Ayo...sekarang..."jawab mamih bahagia.
"Mih di dapur masih ada orang loh...."ujar Farhan sambil melipat tangannya ke dada.
Widi dan mamih tertawa bersama.
"An kamu ikut ga..?mamih mau ke dokter kandungan periksa Widi..?..tanya mamih.
"Ikut dong mih...Widi kan istri aku..."sambil memeluk bahu Widi.
__ADS_1
"Kami ga usah pegang pegang Widi cepetan siap siap pake baju..."
Farhan mengacungkan jempol sambil berjalan ke arah kamarnya dan Widi.