" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Setelah Akad


__ADS_3

Setelah kepergian pegawai hotel tersebut Fitrah menarik Widi agar duduk di pangkuannya. Fitrah menanyakan apa mereka di kamar terus atau pergi ke suatu tempat atau honeymoon ke bali. Widi diam akhirnya ia memutuskan untuk jalan jalan bersama suaminya.


Widi mengajak Fitrah ke sebuah mall besar. Selama perjalanan Fitrah tak melepaskan pegangan tangannya. Sesekali mereka berbincang atau bersenda gurau. Fitrah mengajak Widi makan di foodcourt. Sambil menunggu pesanan Fitrah meminta nomor handphone istrinya. Dengan malu malu Widi memberikan nomornya. Sikap Fitrah seperti orang yang baru pendekatan. Ketemu setelah nikah. Tukaran nomor hand phone. Sesekali wajahnya memerah ketika Fitrah memujinya. Mereka duduk menempel sebenarnya Widi sangat malu. Tapi Fitrah selalu menarik lengannya.


Makanan yang di pesan tiba. Mereka menikmati makanan sesekali Fitrah menyuapi istrinya. Setelah makan mereka melanjutkan jalan jalannya. Tanpa sengaja Fitrah melihat poster film yang akan di putar di bioskop mall. Ia menanyakan Widi apakah Widi mau anggap saja mereka kencan untuk pertama kali. Widi mengangguk Fitrah membeli cemilan. Keduanya mengantri membeli tiket. Menonton film seperti orang yang berpacaran. Akhirnya Widi merasakan bagaimana rasanya pacaran tanpa takut di tinggalkan. Pacaran dengan bebas.


Film di putar dengan happy ending. Penonton mulai keluar dari gedung bioskop dengan tenang dan teratur. Fitrah tetap menggandeng Widi. Keduanya keluar dari bioskop kembali ke hotel. Tiba di hotel Fitrah memberikan kunci mobil pada petugas valet.


Sampai di kamar Fitrah mencium bibir istrinya. Setelah agak lama. Widi mendorong pelan tubuh suaminya dengan tersenyum.


" Mas kita sholat isya dulu ya...."


Mencium pipi suaminya berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Fitrah tersenyum tangannya menyentuh pipi yang di cium istrinya sambil tersenyum. Seperti inilah rasanya ketika cinta di balas seperti inilah rasanya pacaran setelah menikah batin Fitrah.


Widi keluar dari kamar mandi seakan tak terjadi apapun dia langsung memakai mukena dan menyiapkan sajadah miliknya dan suami. Fitrah masih memandangi istrinya.


" Maaaasss...." panggil Widi dengan ekspresi serius.


Fitrah sadar dari lamunannya. Dia langsung ke kamar mandi sikat gigi dan wudhu. Setelah selesai Fitrah keluar dan mengimami sholat walaupun masih surah pendek.


Saat melipat sajadah terakhir ada tangan yang memeluk pinggangnya. Fitrah mulai melancarkan serangan di area telinga Widi. Darah Widi berdesir. Setelah meletakkan sajadah ia membalikkan badannya. Fitrah semakin leluasa menikmati seluruh wajah istrinya. Serangan demi serangan berlanjut di tempat tidur.


Widi terbangun mengambil hand phonenya melihat jam. Widi kaget jam menunjukkan pukul 05.30 dengan perlahan bangun ke kamar mandi. Dari lutut ke atas semuanya terasa nyeri. Melangkah pelan menuju kamar mandi. Berwudhu kemudian mengguyur seluruh tubuhnya. Selesai memakai kimono mandi dan handuk kecil menggulung rambutnya. Kemudian membangunkan Fitrah.


" Maaasss maaasss bangun...mas iihhh..."

__ADS_1


Fitrah sebenarnya sudah bangun namun ia masih ingin bercanda dengan istrinya. Fitrah menarik tangan istrinya hingga jatuh di atas dada bidangnya. Mencium bibir Widi. Sesaat Widi sadar.


" Maasss sholat subuh dulu..."


" Setelah sholat lagi ya..." Blussshhh


Wajah Widi memerah. " Ayo sholat..."


Widi pun bangun. Fitrah bangkit memakai celananya.


Widi tak berani memandang suaminya masih malu.


Fitrah pun mandi wajib. Berwudhu. Membasuh seluruh tubuhnya. Selesai. Keluar dari kamar mandi memakai baju yang rapi kemudian sholat berjamaah.

__ADS_1


__ADS_2