
Karena Winda masih belum di temukan kedua orang tua Farhan dan Widi merasa khawatir. Mamih mendesak agar akad nikah lebih dahulu. Resepsi belakangan. Orang tua Widi menyetujui.
Widi hanya diam. Yang membuatnya khawatir hanya si kembar. Widi khawatir keduanya di culik khawatir kalau...kalau dan kalau.
"Gimana Widi kamu mau nikah duluan...?ini juga demi kebaikan kamu dan kakak adek..."
"Widi gimana baiknya mih..." sambil memandang keliling rumahnya yang berantakan.
"Farhan...perbaiki rumah Widi, sementara kamu tinggal di rumah mamih, Ibu....Bapak ayo ke rumah saya kita bicara di sana..."
"Toni....semua asisten di bawa, security tinggal.
Widi pulang ke rumah kalo si Winda itu uda ke tangkap, sekarang kita masih harus berjaga jaga...Farhan siapkan beberapa bodyguard, untuk Widi yang bener bener bodyguard..."
"Toniiiiii...."Farhan memanggil Toni. Toni mendekati Farhan. Ketika ia mendekat matanya terpaku pada Yoona yang sedang menggendong si kakak. Yoona masih tidak menyadari dia masih mengobrol dengan si kakak.
__ADS_1
"Ngeliatin siapa?..."tanya Farhan. Sambil mengikuti mata Toni. Farhan tersenyum.
"Itu temen Widi dari Korea...namanya ga tau...cari tau sendiri deh..."
Toni masih memandangi Yoona. Yoona masih tidak menyadari dia masih mengobrol dengan si kakak.
Toni harus menyelesaikan tugasnya. Toni berfikir harus menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.
Agar Farhan senang ketika ia senang Toni harus mendapat nomor hp temannya Widi.
Di rumah mamih semuanya di minta istirahat agar lebih tenang. Si kembar mamih dan papih yang jaga. Babysitter juga di minta istirahat. Semuanya beristirahat di kamar masing masing. Di saat semuanya istirahat mamih meminta asisten rumah tangga menyiapkan makan. Jadi siapa yang bangun tidur bisa langsung makan.
2 jam kemudian
Semuanya sudah bangun. Mamih mempersilakan semuanya makan. Setelah makan mamak dan ayah Wid mamih dan papih berkumpul di ruang tv. Widi bermain dengan si kembar di halaman belakang. Farhan ikut mengobrol dengan para orang tua.
__ADS_1
Jadi Farhan meminta kepada orang tua besok akad nikahnya. Alasannya lebih aman menjaga ketika sudah menikah. Resepsi bisa di laksanakan belakangan. Masalah buku nikah, kosumsi tamu, tempat semua Farhan yang akan menanggung.
Mamak dan ayah Widi setuju keduanya juga mengkhawatirkan anak satu satunya dan cucunya.
Mamak dan ayah menyetujui. Toni yang melotot mendengar tugas dari Farhan.
"Boss...boleh minta naik gaji...?.."ujar Toni memelas.
Farhan yang melotot "Mau ga di kenali dengan gadis Korea itu...?.."tanya Farhan sambil tersenyum penuh kemenangan.
Seketika Toni menjawab "Mau boss siap di jamin boss puas..."jawab Toni sambil menelepon WO kenalan Farhan. Sekali lagi Farhan senyum penuh kemenangan.
Farhan memandangi Toni yang sibuk dengan telepon dan catat mencatat entah apa yang di catat. Farhan mengenang kembali bagaimana Toni menjadi asistennya. Setelah Fitrah meninggal Farhan sedikit repot dengan perusahaan milik adiknya. Semua informasi perusahaan Fitrah Farhan dapat dari Toni 2 bulan Farhan kerepotan dan susah membagi waktu
akhirnya perusahaan Fitrah Toni yang pegang. Farhan memberikan 2 sekretaris laki laki untuk membantu Toni. 1 orang bertugas memberikan laporan kepada Farhan setiap hari secara detail. 1 orang lagi membantu Toni agar perusahaan tetap berjalan.
__ADS_1