" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

Farhan menyaksikan dari kejauhan, kemudian si kakak menarik rambutnya Farhan pun menggelitiki kakak. Kakak tertawa terbahak. Adik pun tak mau kalah merangkak ke arah Farhan mengulurkan tangan minta gendong.


Farhan pun kembali fokus dengan si kembar bermain dan bercanda. Widi berwudhu sholat dhuha kemudian mendoakan Fitrah. Sorenya mereka jalan sore ke mall. Babysitter bebas.


Setelah membawa si kembar jalan berkeliling mereka singgah untuk ngemil di food court. Memesan cemilan untuk si kembar. Si kakak Farhan yang gendong dan si adek Widi yang gendong. Ketika semua sedang fokus makan. Tiba tiba ada seorang wanita menyapa Farhan.


" Mas Farhan...." sapanya.


Farhan mendongak kemudian keningnya mengernyit. Mengingat. Zonk. Farhan sama sekali tak ingat. Wajar banyak wanita yang menyapa atau mendekat secara materi Farhan mapan. Kedua orang tuanya juga milyuner. Hartanya tak akan habis tujuh turunan.


" Pak...Ibu...kenalin saya pacarnya Farhan..." sambil menyalami mamih dan papih. Mamih dan papih melongo. Keduanya memahami Farhan tidak pernah dekat dengan siapapun. Waktunya dia habiskan untuk mengurus dua perusahaan ketika Fitrah meninggal ia juga mengurus perusahaan Fitrah yang sekarang di tangani asistennya.


Semuanya menatap Farhan kecuali Widi. Dalam hatinya ia merasa bingung pagi tadi mamih baru melamarnya sore sudah ada wanita yang mengaku ngaku pacar Farhan. Suasana yang hangat menegang. Si kakak di pangkuan Farhan menangis Widi menyerahkan adek kepada Nanda. Widi mengambil si kakak dari Farhan. Menggendong dan menjauh dari keluarga mamih. Entah apa yang mereka bicarakan Widi tak peduli. Mencoba menenangkan si kakak yang rewel.


Sementara itu di meja mamih. Mamih menatap tajam Farhan.

__ADS_1


" Mih...aku ga kenal sama dia....mamih yang bereskan aku mau menyusul si kakak...."


Farhan bangun berjalan menyusul Widi dan si kakak.


Farhan terus mencari Widi hingga matanya tertuju pada wanita dengan hijab hitam yang sedang mengobrol dengan seorang laki laki. Farhan terus berjalan mendekat.


" Widi..." panggilnya.


Widi menoleh " Eeeh mas Farhan, mamih dan papih mana?..." tanya Widi.


Widi mengangguk.


" Kakak mau sama papa?..." tanya Farhan. Si kakak langsung mengulurkan tangannya. Farhan mengambil kakak dari gendongan Widi. Widi pun pamit dengan temannya dan kembali ke tempat mamih.


Sampai di meja mamih Widi bersikap biasa saja. Farhan duduk di sebelah Widi. Nanda dan papih masih sibuk bercanda dengan si adek.

__ADS_1


" Widi saya minta maaf saya tidak bermaksud mengganggu hubunganmu dengan Farhan, dari dulu aku menyukainya tapi dia tak pernah menyadari


keberadaanku, 3 tahun kemudian aku tak pernah melihatnya lagi hingga hari ini...aku minta maaf..."wajahnya pias menatap Widi.


Widi hanya tersenyum. " Tak apa...."


" Mamih.....sudah selesai ayo kita pulang..." ajaknya.


Semuanya bangun dari duduknya. Berjalan menuju pintu keluar. Ketika mamih berjalan paling akhir wanita tersebut memeluk kaki mamih.


" Bu saya sudah minta maaf....tolong lepaskan keluarga saya, saya berjanji tidak menjumpai mas Farhan lagi saya juga berjanji tidak mengganggu hubungan mas Farhan dan Istrinya..."


Mamih menghentakkan kakinya. " Pergilah....jangan tampak lagi wajahmu di hadapan keluargaku..."


Mamih meninggalkan wanita tersebut yang sedang terisak. Ketika Widi akan membalikkan badannya Nanda langsung memeluk bahu Widi mengajaknya berjalan ke arah parkiran mobil. Widi tidak mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2