" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Mami


__ADS_3

Readers yang baik beberapa part lagi novel ini END


....tetap ikuti tiap episodenya...jangan ketinggalan...


Dengan setengah berlari Fitrah berjalan menuju mobilnya. Di kepalanya ada rasa khawatir bagaimana dengan istrinya. Biasanya Widi sebelum ke kantornya


menghubunginya hari ini tanpa memberi kabar ia langsung ke kantor pasti ada sesuatu yang penting.


Fitrah pun berjalan cepat menuju tempat parkir.


Menghidupkan mesin mobil. Menuju rumah sakit yang di sebut mamih. Perasaan Fitrah tak menentu apa yang terjadi dengan istrinya hingga harus di rawat di rumah sakit.


1 jam perjalanan Fitrah tiba di rumah sakit. Memarkirkan mobilnya. Dengan tergesa menelepon mamih menanyakan Widi di kamar berapa. Mamih mengankat telepon di kamar VVIP 5.


Setelah menanyakan dimana ruangan tersebut. Sekarang Fitrah berada di depan kamar istrinya tanpa mengetuk Fitrah membuka pintu.


Cekleeeeekkkk


" Sayaanggg...."


Mamih dan Widi sedang mengobrol serius keduanya menoleh. Widi melihat Fitrah datang memalingkan wajahnya. Tak mau menatap Fitrah.

__ADS_1


" Mamih keluar dulu....selesaikan semuanya dengan baik..." kemudian mamih berjalan ke luar ruangan.


" Sayaanggg dengarkan aku...izinkan aku menjelaskan semuanya..." Fitrah berjalan mendekat ke arah Widi duduk di pinggir tempat tidur. Fitrah pun menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Perlahan meraih tangan istrinya. Menggenggamnya penuh kasih.


" Tak ada wanita lain yang lebih aku cintai selain istriku, kau mungkin tidak percaya saat kita masih SMA aku sering curi curi menatapmu kadang aku mengintipmu dari jendela sampai pada suatu hari keluargaku melihat aku sering curi curi pandang akhirnya mamih memutuskan untuk menjodohkan kita aku kembali gelisah aku takut kau menolakku..."


jelas Fitrah panjang lebar.


Widi menatap suaminya. Mencari kebenaran dari kata kata suaminya.


" Percayalah pada suamimu aku tak ada niat berselingkuh bahkan aku ingin kita berdua pergi kepengajian yang kau katakan agar kita bisa menjadi orang tua terbaik untuk anak anak kita..."


Hati Widi tersentuh tangan mengarah ke arah suaminya. Minta peluk. Fitrah menyambut pelukan istrinya.


" Apanya yang sakit..." Fitrah melepas pelukannya memeriksa seluruh tubuh istrinya.


" Ini..." Widi menunjuk jarum infus di tangannya.


Terlihat darahnya yang naik.


" Sayannggg sebentar aku akan memanggil perawat..."

__ADS_1


Fitrah berjalan cepat keluar pintu 3 menit kemudian kembali dengan perawat di belakangnya. Perawat itu kemudian memperbaiki jarum infus.


" Adek sebaiknya tangannya ga banyak gerak agar darahnya tidak kembali naik..."


Widi hanya mengangguk. Fitrah baru ingat ia belum menanyakan sakit apa istrinya hingga di rawat di Rumah Sakit.


" Sayaaangg kamu sakit apa..? kenapa ga bilang dengan suamimu ini.."


" Mas buka lacinya ada amplop, buka dan baca.."


Dengan rasa khawatir Fitrah membuka amplopnya.


Degan kaget dan senang dia menciumi seluruh wajah istrinya. Mamih yang melihatnya di pintu tersenyum melihat anak dan menantunya kembali seperti semula. Mamih mengekspresikan wajahnya dengan senyum lebar.


" Fitrah jaga Widi mamih mau ke tempat papih dan mas Farhan, jangan sampe kenapa kenapa Widi kalau kamu buat Widi menangis lagi awas ya..." sambil menarik telinga Fitrah.


" Ampun mamih sakit loh..." sambil memegang tangan mamih. Widi hanya tertawa melihat mamih dan suaminya.


" Sudah ya mamih pergi...sehat ya nak,..cucu mamih juga..." mencium kening Widi. Ia pun berjalan menuju pintu. Ekspresi wajahnya berubah menandakan ada amarah di dadanya. Mamih mengambil hand phonenya menekan nomor dan...Biiippp.


Tersambung.

__ADS_1


" Toni dia masih di sana? mamih ke sana..."


__ADS_2