" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

" Mih...aku ga kenal sama dia....mamih yang bereskan aku mau menyusul si kakak...."


Farhan bangun berjalan menyusul Widi dan si kakak.


Farhan terus mencari Widi hingga matanya tertuju pada wanita dengan hijab hitam yang sedang mengobrol dengan seorang laki laki. Farhan terus berjalan mendekat.


Flasback


Sepeninggal Farhan mamih menatap tajam wanita di depannya.


"Kamu siapa?..." tanya mamih dengan wajah tidak suka.


"Saya Tania tante, saya mencintai anak tante..."tanpa malu ia menjawab. Tania berfikir jika orang tua Farhan tahu bahwa ia mencintai Farhan dan menyukainya tentu Farhan bisa di taklukan.


Mamih dan papih berpandangan, Nanda sudah membawa si adek menjauh. Lebih seru main bareng si adek fikirnya. Membawa jalan jalan si adek ke sekitar tempat makan.


"Siapa orang tuamu? "tanya mamih lagi.

__ADS_1


"Wahyu Wicaksono tante..."


"Ooohh...pengusaha property..."


Tania sudah senang ketika mamih menanyakan kedua orang tuanya. Ia berfikir mamih sudah kenal dan akan segera melamarnya. Mamih mengambil hand phonenya di depan Tania dengan sengaja mamih membesarkan suaranya.


"Andi kamu tahu Wahyu Wicaksana?..."


"Hancurkan usahanya, tangkap kedua orang tuanya bawa ke gudang kosong, mamih akan bicara dengan Wahyu Wicaksono agar dia paham bagaimana keterlaluan anak gadisnya menganggu keluarga Farid....." telepon terputus.


Tak lama ada pesan masuk. Tampak sepasang suami istri yang sedang terikat dengan mulut di lakban. Mamih menunjukkan gambat tersebut kepada Tania. Tania menutup mulutnya. Mamih mendekatkan wajahnya.


"Tante maafkan saya, saya berjanji akan menjauhi Farhan..." menangis terisak.


"Jangan minta maaf dengan saya minta maaf dengan menantu saya, itu pun kalau orang tuamu masih mau hidup..."


Tania menatap Pak Farid. Pak Farid acuh. Apa yang di lakukan istrinya seakan tak masalah baginya. Untuk strategi dan perlindungan ia menyerahkan pada istrinya. Bahkan ia bisa sukses seperti sekarang karena peranan istrinya. Istrinya adalah sekretarisnya yang Pak Farid nikahi.

__ADS_1


Dari kejauhan tampak Widi dan Farhan sedang berjalan beriringan. Dengan si kakak di gendongan Farhan. Sampai di meja mamih Widi bersikap biasa saja. Farhan duduk di sebelah Widi. Nanda dan papih masih sibuk bercanda dengan si adek.


" Widi saya minta maaf saya tidak bermaksud mengganggu hubunganmu dengan Farhan, dari dulu aku menyukainya tapi dia tak pernah menyadari


keberadaanku, 3 tahun kemudian aku tak pernah melihatnya lagi hingga hari ini...aku minta maaf..."wajahnya pias menatap Widi.


Widi hanya tersenyum. " Tak apa...."


" Mamih.....sudah selesai ayo kita pulang..." ajaknya.


Semuanya bangun dari duduknya. Berjalan menuju pintu keluar. Ketika mamih berjalan paling akhir wanita tersebut memeluk kaki mamih.


" Bu saya sudah minta maaf....tolong lepaskan keluarga saya, saya berjanji tidak menjumpai mas Farhan lagi saya juga berjanji tidak mengganggu hubungan mas Farhan dan Istrinya..."


Mamih menghentakkan kakinya. " Pergilah....jangan tampak lagi wajahmu di hadapan keluargaku..."


Mamih meninggalkan wanita tersebut yang sedang terisak. Ketika Widi akan membalikkan badannya Nanda langsung memeluk bahu Widi mengajaknya berjalan ke arah parkiran mobil. Widi tidak mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


Di mobil semua seperti tak ada yang terjadi. Di penuhi canda tawa dengan tingkah si kembar. Tiba di rumah kembali berkumpul di ruang tv. Mengobrol dan bercanda kembali.


__ADS_2