" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Menu Kesukaan


__ADS_3

Pov Fitrah


Entah ada apa denganku setiap dekat Widi rasanya ingin selalu mencumbu atau melakukan hubungan suami istri rasanya begitu nikmat sehingga aku ingin berkali kali merengkuh kenikmatan tersebut.


Seperti saat ini Widi baru keluar dari kamar mandi Fitrah masih memandanginya. Widi melihat ke arah suaminya. Secepatnya ia memakai baju. Bahaya batinnya.


" Mas cepetan mandi tadi ayah bilang ada yang mau di bicarakan...." ujar Widi mengingatkan. Fitrah bangkit dari tidurnya. Masuk ke kamar mandi. Ia baru ingat belum membawa handuk dan tak tahu dimana tempat handuk.


" Sayaaangg... tolong handuk...." suara Fitrah dari kamar mandi. Widi masih duduk di meja rias bangun dari duduknya mengambil handuk di lemari dan memberikan kepada Fitrah. Setelah memakai make up tipis dan hijab lebarnya. Fitrah keluar dari kamar mandi. Dengan handuk terbelit di pinggangnya. Widi masih malu tidak ada keberanian menatap tubuh sixpack suaminya. Malu. Widi bangun membongkar koper Fitran mencari baju ganti untuk Fitrah.


" Mas pake yang ini ya..." menunjukkan kaos coklat dan celana ponggol coklat susu. Fitrah mengangguk. Rasanya di perhatikan orang yang kita sayang bahagia sangat bahagia.


" Sayanggg underwarenya mana?..."


Widi kembali membuka koper mencari underware milik suaminya. Setelah di dapat memberikan kepada suami sambil menunduk malu. Fitrah yang melihat ekspresi malu istrinya. Tertawa. Widi duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat lihat hand phonenya. Fitrah memakai baju. Setelah selesai menggandeng tangan Widi turun ke lantai 1 bergabung dengan ayah dan mamak.


Di bawah ayah dan mamak sudah menunggu di ruang tv. Terdengar suara langkah kaki. Mamak Widi mendongak melihat siapa yang turun.

__ADS_1


" Sudah istirahatnya? duduklah...ada yang mau ayah sampaikan..."


Widi duduk berdampingan dengan Fitrah. Duduk di depan mamak dan ayah.


" Fitrah....saya titip anak saya padamu dia anak kami satu satunya. Besok pagi ayah dan mamak akan pulang kampung, ayah rindu suasana kampung kami ingin berkumpul dengan keluarga kami di kampung...sekali sekali lihat kami di kampung..."


" Ayah kenapa tidak tinggal di sini saja, bersama kami...kalau ayah mau saya bisa belikan tanah yang luas untuk di olah..." jelas Fitra.


Ayah dan mamak Widi saling berpandangan.


" Nak Fitrah saya tidak mau mengganggu kehidupan kalian berdua, kami akan tetap pulang kampung..."


" Gimana mak?...?.." Mamak Widi mengangguk.


" Apa kami merepotkan nak Fitrah..?..."


" Tidak ayah tidak mamak tidak merepotkan orang tua Widi orang tua saya juga...saya mohon terimalah pemberian saya.."

__ADS_1


" Nak rumahnya ga usah besar besar kami sudah tua..."


" Baiklah ayah mamak....besok ayah ada kabar buat ayah saya akan hubungi asisten saya...."


" Mamak ayah sudah makan...?..."tanya Widi.


" Kami baru saja selesai, kalian makanlah..."


" Mas bentar ya,...Widi siapin dulu makannya kalo sudah selesai Widi panggil...."


Setelah mengatakan demikian Widi bangun menyiapkan makan malam untuk suaminya.Widi lupa menanyakan makanan kesukaan suaminya. Makan nanti akan aku tanyakan batinnya.


Selesai menyiapkan makan malam Widi memanggil Fitrah agar makan malam bersama.


" Mas mau nanya...? menu kesukaan mas apa...?.." di sela sela makan malam mereka Widi bertanya.


" Sayaaanggg aku ga milih milih makanan apa aja aku makan tapi aku akan berikan nilai tambah jika kamu yang masak...." jawab Fitrah.

__ADS_1


" Baiklah besok aku masakin ya....


__ADS_2